Jaga Warisan dan Peradaban, Universitas Islam Madinah Bangun Museum Sejarah

MADINAH – Dalam rangka merawat warisan dan peradaban Arab Saudi secara umum, khususnya kota suci Madinah dan Universitas Islam Madinah, Rektor Universitas Islam Madinah Dr. Hatim bin Hamzah al-Marzuqi memberikan arahan untuk membangun Museum Sejarah serta menunjuk komite pembangunan Museum pada tanggal 11 Safar 1439 H/31 Oktober 2017 M. Pembangunan itu sejalan dengan Visi Saudi 2030 dalam memperkuat semangat nasional dan menjaga identitas nasional.

“Pembangunan museum ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam menguatkan identitas budaya, meningkatkan kesadaran atas nilai budaya, mengembangkan budaya museum, di mana museum merupakan salah satu
penanda yang mencatat peradaban di negeri yang berkah ini, juga mencatat sejarah Universitas Islam Madinah yang berusia lebih dari setengah abad, serta mencatat prestasi besar yang telah ditorehkan oleh civitas akademika yang menjadi ulama dan tokoh dunia baik di bidang pendidikan maupun di bidang birokrasi,” ujar al-Marzuqi yang dikutip dari media Sabq.

Dr. Hatim membentuk Komite Museum Sejarah yang diketuai oleh Dr. Abdullah bin Muhammad al-‘Utaibi, dengan anggota Dr. Umar bin Abdul Aziz as-Salumi, Dr. Sulaiman bin Muhammad al-‘Athani, Dr. Saud bin Abdul Aziz as-Salumi dan Dr. Raja’ bin ‘Atiq al-Mu’aili. Komite ini ditugaskan untuk memberikan pandangan mengenai bentuk, tema, konten, penggunaan teknologi tinggi untuk Museum Sejarah, klasifikasi dan pengindeksan, serta pemilihan lokasi yang sesuai bagi museum tersebut.**

 

Penulis: Imam Khairul Annas

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Universitas Islam Madinah

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: