JK Isi Kuliah Umum di Simposium Internasional PPI Dunia 2015 di Singapura

Singapura, 9 Agustus 2015 usai menghadiri ulang tahun kemerdekaan Singapura yang ke-50, wakil presiden Jusuf Kala menyampaikan kuliah umum di acara Simposium Internasional PPI Dunia ke-7 di Singapura. Dalam sambutannya di ruang Ripta Loka KBRI Singapura wakil presiden menyampaikan rasa bangganya terhadap 350 pelajar Indonesia yang tergabung dari 37 negara. “Saya bangga dengan kalian mampu melakukan kolaborasi dan koordinasi yang sangat baik dari berbagai negara untuk menyumbakan  ide maupun gagasannya kepada bangsa kita. Disela waktu kuliah kalian masih berpikir untuk kepentingan Indonesia,” ujar JK kepada para delegasi yang hadir.
Saat ini PPI Dunia memiliki 46 negara anggota yang terdiri dri 22 Negara kawasan Amerika dan Eropa, 13 Asia Oseania dan Afrika Timur tengah sebanyak 13 negara.

Drs. H. Jusuf Kalla memberikan kuliah umum pada Simposium Internasional PPI Dunia yang dimoderatori oleh Dr. Anies Baswedan.
Drs. H. Jusuf Kalla memberikan kuliah umum pada Simposium Internasional PPI Dunia yang dimoderatori oleh Dr. Anies Baswedan.

Pemerintah menyiapkan  subsidi beasiswa hampir 20 triliun per tahunnya untuk pelajar Indonesia yang belajar di luar negara. Hal ini diakukan untuk menyiapkan generasi yang handal kedepannya untuk membangun Indonesia lebih baik.
“Hal ini dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM bangsa kedepannya,” jelas JK.
Dalam kesempatan tersebut delegasi pelajar diberikan kesempatan untuk berdialog bersama JK. Kordinator PPI Dunia Ahmad Almaududy Amri menanyakan mengenai  masalah konversi nilai yang selama ini menjadi persoalan pelajar di luar negeri saat kembali ke tanah air.
Menanggapi hal tersebut JK menjanjikan akan menyelesaikan persoalan ini dengan mencarikan solusi yang tepat untuk pelajar bersama menteri terkait.
“Konversi nilai ini adalah masalah teknis dan selama angkanya atau konversinya itu kredibel maka akan mudah dan saya kira bisa diatasi,” jealas JK.
Pertanyaan selanjutnya adalah kasus konflik yang dialami pelajar Yaman, Saat ini ratusan pelajar Indonesia di Yaman terpaksa pulang karena negara tersebut sedang dalam situasi konflik. Situasi ini ditanggapi JK dengan meminta pelajar Indonesia di Yaman untuk bersabar sehingga situasi di Yaman kembali  stabil.

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: