Kamis Batik Diaspora di India

Liputan India, Siapa sih orang Indonesia yang nggak bangga punya batik? Yes, bisa dipastikan semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang belajar atau bekerja di luar negeri, membawa batik. Tujuannya, bisa untuk sekadar fashion hingga menunjukkan identitas kekayaan Indonesia.

Bahkan, salah satu ide digagas oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di India tidak jauh-jauh dari batik, yaitu Kamis batik. Ketua PPI India, Brenny Novriansyah Ibrahim, menetapkan himbauan ini. Supaya semua pelajar dan WNI yang berada di India untuk mengenakan batik setiap hari Kamis, baik saat kuliah, bekerja, atau sekadar di luar rumah.

Tujuannya, untuk mempromosikan batik Indonesia sampai dengan meningkatkan nilai ekspor batik nusantara. Menurut Brenny, sudah saatnya pengusaha batik Indonesia berekspansi ke India, hingga negara lain.

Mau batik apa saja deh. Secara, kita sendiri tahu kan betapa banyaknya jenis batik di Indonesia. Rasa-rasanya, dari Sabang sampai Merauke, ada saja daerah penghasil batik. Dan tentunya, semua pattern-nya memikat hati. Percaya deh, saat kalian ke luar negeri dalam rangka apapun, mengenakan batik bisa menjadi daya tarik tersendiri (asal nggak salah kostum/saltum).

Beberapa pelajar Indonesia berpose  di depan Jawaharlal Nehru University, New Delhi, India.
Beberapa pelajar Indonesia berpose di depan Jawaharlal Nehru University, New Delhi, India.

Contohnya, untuk pelajar Indonesia di India, tanpa disuruh pun, saat berangkat ke tanah Gandhi mereka sudah membawa batik. Batik adalah simple happiness thing saat kalian menjadi diaspora. Awalnya, saya pikir batik tidak se-istimewa ini, namun setelah teman asli India saya merespon pakaian batik saya, rasanya jadi lebih bangga. Menurutnya, batik print punya daya tarik yang berbeda dengan semua motif tradisional yang dia temui.

Memang nggak salah deh, dengan mengenakan batik di luar negeri, kita akan memancing pertanyaan dari teman-teman foreigner (orang asing), kita akan mengenalkan salah satu kebudayaan kita yang priceless (tak ternilai) itu, kita akan tetap mengingat tanah air kita, dan yang terpenting, kita akan menyadari betapa bangganya kita menjadi orang Indonesia. Yang dikenal ramah, suka menolong, dan attitude (sikap) yang baik.

Gimana? Masih nggak pengen ngerasain nikmatnya mengenakan batik saat menjadi diaspora?

(Red,Dinda Lisna Amilia/Ed,F)

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: