Kiprah Pendekar Azzimam yang Sukses Keliling Tiga Benua dengan Pencak Silat

Pendekar pencak silat bernama lengkap Azzimam Aulia Arrahman, Lc., kini berkiprah sebagai guru pencak silat lintas negara dan lintas benua. Ia adalah salah satu pendekar yang beruntung bisa mendedikasikan ilmunya kepada masyarakat luar negeri.

“Putra bangsa kita ini sebetulnya di luar negeri itu banyak dihargainya, motivasi  saya adalah pertama ingin menjunjung tinggi nama Indonesia dan silaturahmi dengan siapapun,” ujarnya.

Azzimam yang memulai karir di dunia persilatan pada 2004 silam, tepatnya semasa ia mengenyam studi di Pondok Modern Gontor, sebelumnya adalah guru silat  di Kairo, Mesir. Mula-mula ia ikut merintis pencak silat Tapak Suci (TS) di Mesir bersama mahasiswa TS lainnya. Pada periode kepengurusan 2013-2015 saat ia menjadi ketua, ia mengajukan berkas ke PPTS Yogyakarta hingga mendapat pengesahan menjadi Tapak Suci Perwakilan Wilayah Mesir ke-37, sejak saat itulah prestasi TS melejit. Peserta yang pada awalnya berjumlah 10 orang menjadi 250 orang yang terdiri dari warga negara Indonesia, Mesir, Turki, Syiria, Uzbekistan, Malaysia , Singapura , Patani dan Somalia.

Berkat upayanya tersebut, pencak silat di Mesir kini menjadi ikon budaya bagi KBRI Kairo, tidak jarang ia bersama rekan-rekannya diundang menjadi bintang tamu acara festival dan acara nasional Mesir. “Kita sering menjadi delegasi penampilan di Opera Kairo, Damanhur, Alexandria bahkan TV Nasional Mesir,” terangnya saat diwawancarai via Whatsapp di Kyrgystan pada Rabu, (04/10).

Setelah banyak berkiprah di Kairo, ia untuk pertama kali singgah ke Tunisia dalam rangka menyebarkan ilmunya. Setelah itu ia ke Kyrgystan. Selama di Kyrgystan ini, Azzimam mempersiapkan anak muridnya untuk ikut serta di Asean Games 2018 nanti.

“Perjalanan menuju Kementrian Olahraga Kyrgystan di kota Bishkek, guna membahas kesediaannya untuk mendukung secara penuh pencak silat Kyrgystan dalam ajang Asean Games 2018 nanti,” tulisnya dalam dinding status FB Azzimam Aulia Arrahman, Selasa (03/10).

Azzimam dkk menampilkan kesenian bela diri pencak silat di Paris.

Pada Mei 2017 lalu, selama seminggu Azzimam dkk mendapat kehormatan menjadi perwakilan Indonesia untuk menampilkan pencak silat Indonesia di Paris. Agenda selama di kota mode dunia ini menurutnya sebagai langkah pemerintah Indonesia untuk mematenkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Ia mengatakan bahwa UNESCO pada 2019 nanti akan memberikan sertifikat resmi terkait hak paten pencak silat sebagai budaya “tak benda” milik Indonesia.

Selain sebagai guru silat, Azzimam juga sukses mendirikan federasi pencak silat di Mesir, Tunisia dan Kyrgystan. Bagi Azzimam sendiri, pancak silat tidak lebih hanya sekedar kesenangan, dari dunia persilatan ini ia banyak mengambil pelajaran hidup.

“Pengalamannya saya bisa lebih bersyukur, karena dikasih tiket gratis untuk silaturahim ke luar negeri.  Pencak silat ini bukan pekerjaan, namun adalah hobi, nah ketika kita berlatih silat berapa jam pun kita akan bahagia, kita ga tertekan kalau bahagia,”ucap pendekar kelahiran Bandung lulusan Universitas Al-Azhar ini.

Penulis: Abdul Fatah Amrullah

Admin media sosial PPI Dunia periode 2017/2018, mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir jurusan Islamic Laws yang aktif di buletin Informatika Orsat ICMI Kairo sebagai Pemimpin Umum. Masukan, pandangan, dan saran terhadap tulisan ini dapat disampaikan melalui kolom komentar atau email abdulfatah224@gmail.com

Editor: Fajar Riyantika

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

editor_fajar

(qG8VIYso5kL1OY!M1e8YVb4

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: