Kisah Inspiratif Doktor Termuda Indonesia

Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) telah mencatat setidaknya empat doktor termuda di Indonesia. Pada tahun 2015, Arief Setiawan memperoleh gelar doktor dalam bidang intelligent structures and mechanics systems engineering dari Universitas Tokushima di Jepang pada usia 25 tahun. Sedangkan pada tahun 2016, Elanda Fikri memperoleh gelar doktor bidang Ilmu Lingkungan di Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah saat berusia 25 tahun. Sementara pada tahun 2007, Cindy Priadi juga memperoleh gelar doktor bidang Ilmu Lingkungan dari Universitas Paris-Sud di Perancis pada usia 26 tahun. Awal tahun 2017 yang lalu, Meiryani dianugerahi gelar doktor di bidang Akuntansi di Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, saat usianya 28 tahun.

Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) kembali mencatat rekor baru lulusan doktor termuda di Indonesia. Seorang mahasiswa program doktor jurusan Kimia di  Institut Teknologi Bandung (ITB) bernama Grandprix Thomryes Marth Kadja menjadi lulusan doktor termuda di Indonesia pada usia 24 tahun. Dia secara resmi memperoleh gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tanggal 22 September 2017. Prestasi Grandprix mengukir sebuah sejarah baru di dunia pendidikan Indonesia karena ia masuk dalam Indonesia World Records Museum sebagai lulusan doktor termuda di Indonesia. Grandprix yang berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima predikat cum-laude dari para promotornya dengan disertasinya tentang zeolit sintetis yaitu mineral yang biasa digunakan sebagai katalis petrokimia. “Di masa depan, zeolit sintetis dapat digunakan tidak hanya sebagai katalis tetapi juga sebagai penyerap karbon dioksida dan untuk pemisahan molekul”, ujar Grandprix.

Grandprix Thomryes Marth Kadja, 24 tahun, menjadi doktor termuda Indonesia setelah lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tanggal 22 September 2017. Foto: Okezone.com (Oris Riswan)

Grandprix memulai sekolah dasar pada usia 5 tahun. Grandprix melanjutkan jenjang pendidikan SMA-nya melalui sistem akselerasi di SMA Katolik Giovanni di kota Kupang. Setelah lulus SMA pada usia 16 tahun, ia kemudian melanjutkan pendidikan di jurusan Kimia di Universitas Indonesia (UI). Berkat program beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggulan (PMDSU) yang disponsori Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Grandprix melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung, program studi (prodi) Kimia, yang ia sebut sebagai prodi yang paling menantang namun menarik. “Ada terlalu banyak perhitungan dalam ilmu Fisika, dalam ilmu Biologi kita harus menghafal banyak hal. Sedangkan ilmu Kimia memiliki keseimbangan di antara keduanya” ujarnya.

Sepanjang perjalanan akademisnya, Grandprix yang memperoleh gelar Sarjana-nya dari Universitas Indonesia pada usia 19 tahun, telah menerbitkan sembilan publikasi ilmiah di jurnal nasional dan internasional. “Jangan merasa inferior hanya karena kita masih muda, justru generasi muda yang harus menjadi contoh bagi orang lain” tuturnya. Grandprix juga mengakui bahwa rangkaian penelitiannya tidak selalu lancar. Prosesnya sulit dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Dia juga mengalami masalah ketika ada instrumen analitis yang tidak tersedia atau hasil penelitian yang tidak diharapkan. Meskipun demikian, cintanya pada bidangnya membuat dia dapat bertahan dalam setiap tantangan yang dihadapinya.

Mengenai prestasinya, Grandprix berharap dunia akademis Indonesia dapat didorong untuk memajukan penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para pemuda Indonesia. Ia juga mengharapkan program beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggulan (PMDSU) untuk terus berjalan dan berkembang untuk meningkatkan kualitas kompetensi dan daya saing internasional para pemuda Indonesia. Ayah Grandprix, Octovianus Kadja, 54 tahun, mengatakan bahwa dia bangga dengan prestasi anaknya dan berkata bahwa ini sebagian karena disiplin yang dia ajarkan pada Grandprix sejak usia dini. (dok.PPID/nurjaeni)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: