KKMI Libya Mendapatkan Penghargaan Sebagai Organisasi Kenegaraan Teraktif, Inovatif dan Kreatif

Selasa 24 Oktober 2017, Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia (KKMI) Libya mendapat penghargaan dari International Islamic Call College (IICC), Tripoli, sebagai organsasi kenegaraan yang teraktif, kreatif dan inovatif. Penghargaan tersebut langsung diterima oleh Presiden KKMI Libya, Alvan Satria Shidiq. Penghargaan itu diberikan di Auditorium kampus IICC, pada acara wisuda angkatan ke 40 lulusan IICC.

“Penghargaan ini kami dapatkan dari perjuangan teman-teman mahasiswa Indonesia di Libya. Dengan segala keterbatasan dan berbagai kesulitan di negara Oemar Mohktar ini, pasca jatuhnya Muammar Kaddafi 2011 lalu yang hingga saat ini masih meninggalkan bekas nan tak kunjung sembuh. Walaupun demikian, kami mahasiswa Indonesia di sini tak ingin ikut terpuruk dalam kegalauan yang melanda negeri Libya. Ibarat lilin, kami ingin menjadi penerang untuk mahasiswa lain yang berasal dari berbagai negara di kampus ini. Kami buktikan bahwa kami bisa berbuat walapun terhimpit kesulitan. Terbukti pada Febuari tahun ini, kami sukses mengadakan acara Pengenalan Budaya Indonesia yang dihadiri oleh mahasiswa dari 30 negara berbeda, pada akhirnya mendapatkan sanjungan dan pujian yang luar biasa”, demikian ungkap Alvan. “Selain itu, penghargaan ini kami dapatkan tak lepas dari dukungan dan sokongan dari Duta Besar Indonesia untuk Libya, Bapak Raudin Anwar beserta para staf KBRI yang lainnya. Peran KBRI Tripoli di sini sangat penting,  sebagai orang tua kami di Libya memberi nasehat dan arahan tentang kuliah di Libya”, tambah pemuda Minang ini.

Selain mendapatkan penghargaan untuk organisasi, beberapa orang mahasiswa yang  merupakan anggota KKMI Libya juga mendapatkan apresiasi atas prestasi mereka di bidang akademik, diantaranya Okky Afrianto, mahasiswa tahun tiga kuliyah, jurusan Bahasa Arab dan Chairul Amin Mubarak, mahasiswa tahun tiga kuliyah, jurusan Syariah, kedua-duanya mendapatkan penghargaan atas pencapaian mereka dengan nilai tertinggi di kelas masing-masing, keduanya mendapatkan nilai mumtaz.

Bapak Untung, salah seorang staf KBRI yang turut hadir menyaksikan acara wisuda dan pemberian penghargaan ini pun, merasa bangga atas apa yang telah diraih mahasiswa Indonesia di Libya. Beliau mengatakan, “semoga kedepannya prestasi mahasiswa Indonesia di Libya dapat ditingkatkan lagi”.

Hanif Ma’asy Rachman, salah seorang anggota KKMI Libya yang juga merupakan Menteri Olahraga di kepengurusan BEM kampus IICC mengatakan, “Alhamdulillah Indonesia disanjung-sanjung oleh para tamu yang hadir pada acara ini”, ungkapnya dengan senyuman lebar. “Harapan kami semoga ke depannya KKMI Libya bisa lebih eksis lagi, bukan hanya skala kampus tapi bisa mngenalkan Indonesia lebih luas lagi kepada masyarakat Libya”, tambahnya.

Wisuda ini dimulai pukul 10.00 pagi waktu Tripoli, acaranya berjalan lancar hingga selesai pada pukul 14.00 waktu Tripoli. Selain dihadiri oleh mahasiswa, para perwakilan dari kedutaan berbagai negara pun turut hadir, di antaranya perwakilan dari kedutaan Indonesia, Filipina, Sudan, Bangladesh, Turki dan beberapa negara lain dari benua Afrika.

Setelah acara ini selesai, di luar gedung sudah disambut oleh para penunggang kuda, dengan pakaian tradisional Libya. Ada tiga kuda beserta para jokinya masing-masing. Hal ini menambah semarak kegiatan wisuda kampus International Islamic Call College (IICC) tahun ini.

Penulis:Riyadi S. Harun

 

 

 

 

 

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: