Kongres PPI Filipina 2015 “Bergerak, Berkarya, Membangun Indonesia”

 

Pemukulan gong oleh Atase Pendidikan & Kebudayaan RI (didampingi Ketua PPI Filipina 2014-2015 & Ketua Panitia Kongres PPI Filipina 2015) sebagai simbolisasi pembukaan Kongres PPI Filipina 2015
Pemukulan gong oleh Atase Pendidikan & Kebudayaan RI (didampingi Ketua PPI Filipina 2014-2015 & Ketua Panitia Kongres PPI Filipina 2015) sebagai simbolisasi pembukaan Kongres PPI Filipina 2015

Manila, 1 Maret 2015, Suasana khidmat mewarnai ruang Nusantara KBRI Manila, seluruh perwakilan pelajar Indonesia yang berada di Philippines mengikuti rangkaian acara Kongres PPI Filipina bertemakan “Bergerak, Berkarya, Membangun Indonesia”.

Selain perwakilan pengurus pusat PPI Filipina, turut hadir Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI untuk Manila bersama beberapa staf KBRI Manila. Sementara itu perwakilan pelajar dari PPI Filipina yang hadir pada hari itu terdiri dari, perwakilan pengurus PPI Filipina Ranting Arellano University, PPI Filipina Ranting Adventist University of the Philippines, PPI Filipina Ranting Adventist International Institute of Advance Studies, PPI Filipina Cabang Davao, PPI Filipina Cabang Metro Manila, PPI Filipina Cabang Zambales, serta PPI Filipina Cabang Laguna (PPI Filipina University of the Philippines Los Banos). Dalam pembukaan kongres PPI Manila seluruh peserta yang hadir pada pagi hari itu terlihat sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti jalannya kongres. Acara yang dibuka dengan sambutan oleh Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd selaku Atdikbud, semakin menambah semangat seluruh peserta kongres.

Atdikbud berharap agar organisasi PPI dapat tumbuh menjadi organisasi yang bersih dan terbebas dari aspek kepentingan ataupun politik. Atdikbud juga berharap agar organisasi PPI di Manila dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi seluruh pelajar Indonesia yang ada di Manila.

“Jadikanlah PPIF sebagai organisasi jujur dan tangguh. Bila di dunia pendidikan, dunia pendidikan itu memiliki warna putih, bila sudah menjadi abu-abu maka jadikanlah putih kembali dengan kejujuran. Dan juga, pendidikan tidak boleh dicampurkan dengan politik…,” pesan Aisyah pada seluruh pelajar yang hadir hari itu.

Lebih lanjut Atdikbud turut menyosialisasikan program belajar Bahasa Indonesia yang diperuntukkan untuk warga Philippines. KBRI berjanji akan memberikan Reward bagi masyarakat Philippines yang berminat belajar Bahasa Indonesia berupa liburan ke Bali selama empat hari tiga malam.

“ Untuk memperkenalkan bangsa kita kepada masyarakat Manila, kita harus mempertahankan program yang sudah berjalan seperti kelas Bahasa yang sudah berjalan selama ini. Program unggulan lainnya adalah belajar tarian nusantara, program ini merupakan salah satu upaya melestarikan budaya Indonesia”, pesan Atdikbud menutup sambutannya dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya kongres.

Prosesi sidang pada Kongres PPI 2015 dimulai dengan sidang sementara yang dipimpin oleh presidium sidang sementara dengan agenda tata tertib sidang, kriteria presidium tetap, dan penetapan presidium sidang tetap. Sidang sementara Kongres PPI saat itu dipimpin oleh Sdr. Angga, Sdr. Wayan, dan Sdr. Halimatusyadiah.

Sekitar pukul 11.00 waktu setempat, presidium sidang tetap Kongres PPI Filipina yang terdiri dari Sdr. Ruli, Sdri. Mariza, dan Sdr. Charles, mengambil alih prosesi sidang dengan agenda laporan pertanggungjawaban Ketua PPI Filipina periode 2014-2015, pembahasan AD/ART PPI Filipina, dan pemilihan ketua umum PPI Filipina periode 2015-2016.

Suasana Kongres PPI Filipina 2015
Suasana Kongres PPI Filipina 2015

Suasana demokrasi, kritis, dan antusiasme peserta kongres tergambar jelas pada pelaksanaan kongres hari itu. Namun pelajar tidak melupakan asas toleransi satu sama lain pada saat berlangsungnya siding selama enam jam tersebut.

Kesimpulan yang diperoleh dari prosesi sidang tersebut antara lain: 1) diterimanya laporan pertanggungjawaban ketua umum PPI Filipina periode 2014-2015, 2) dibentuknya tim AdHoc pembahasan AD/ART PPI Filipina yang bertugas untuk persiapan draft amandemen, 3) terpilihnya Sdri. Mariana Octavia (PPI Filipina Cabang Metro Manila) sebagai ketua umum PPI Filipina periode 2015-2016.

Sumpah jabatan ketua baru pun dilakukan dan disaksikan oleh seluruh peserta Kongres PPI sore itu. Rasa haru terasa di dalam forum. Dengan suara mantap walau sedikit terisak, ketua umum terpilih berjanji akan memberikan yang terbaik untuk amanah yang diberikan.

“Ketika saya merasa lelah, maka saya akan ingat sumpah yang pernah terucap…,”ujar Mariana ketua terpilih. Hal tersebut dijadikannya sebuah motivasi untuk membangkitkan semangatnya dalam menjalankan tugas PPI Filipina 2015-2016.

Waktu magrib tiba, acara Kongres PPI Filipina 2015 purna sudah. Atdikbud RI Manila kembali hadir untuk meutup acara. Ada beberapa poin yang sampaikan Aisyah pada pengurus baru, pertama ucapan selamat kepada ketua umum PPI Filipina terpilih untuk periode 2015-2016, kedua diharapkan pengurus baru segera membuat program kerja, dan ketiga mengingatkan tentang adanya organisasi PPI untuk memberikan manfaat bagi seluruh pelajar Indonesia yang ada di Manila.

“Saya tunggu kiprahnya (pengurus baru-red), minimal sama atau lebih baik. Selalu jaga komunikasi…,” ujar Atdik Aisyah menutup acara kongres PPI 2015. (AP)

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: