Konsumen Cerdas Paham Hak Perlindungan Konsumen

Hak Konsumen di zaman kini makin disadari walaupun ada beberapa konsumen yang masih kurang paham mengenai hal ini. Dalam kesempatan ini, PPI menghadirkan, Andrew Sugiharto (Bisnis di Diablo Valley College, USA) dan Agus G. Ahmad (Studi Islam di Sidi Mohammed ben Abdellah Fes University, Maroko), masing-masing dalam program RRI Voice of Indonesia Youth Forum dan Kami Yang Muda pada tanggal 13 Maret 2017 masing-masing pada pukul 10.30 WIB dan 11.30 WIB.

Dalam program Youth Forum, Andrew berkata bahwa, “Sekarang, hak konsumen sudah lebih dihargai dengan adanya customer service yang melayani komplain dari barang yang telah dibeli. Untuk belanja online, pembeli harus memperhatikan review dan memastikan adanya fasilitas refund sebagai proteksi agar tidak dikecewakan nantinya. Di tingkat lebih tinggi lagi, pemerintah diharapkan mengeluarkan regulasi khusus dalam pendirian website jual-beli dan proteksi data konsumen.”

“Baik pembeli maupun penjual harus saling mengerti. Setiap pembeli tentunya memiliki karakteristik yang bervariasi. Untuk menghindari ekspektasi yang tidak tercapai dari suatu barang, setidaknya pembeli sudah melakukan riset dan memilih tempat yang tepat untuk membeli suatu barang. Demikian pula penjual harus peka terhadap apa yang diinginkan oleh setiap pembeli secara personal. Satisfikasi konsumer adalah hal paling utama yang harus dijamin oleh para penjual,” lanjut mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat tersebut.

Dalam program Kami Yang Muda, Agus berkata bahwa, “Seperti yang diketahui bahwa produsen melakukan berbagai promosi untuk menjual barang dagangannya seperti iming-iming hadiah atau undian bila konsumen membeli produknya. Dalam hal ini, konsumen diharapkan lebih jeli dan lebih cerdas dalam membeli, jangan hanya karena hadiah tersebut.”

“Produk makanan adalah salah satu dari berbagai produk yang harus diperhatikan oleh konsumen. Paling sederhana dari tanggal kadaluarsa, label dari BPOM, dan kandungan gizi, layaknya harus diperhatikan. Sayangnya untuk masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri, hanya ada beberapa pilihan makanan Indonesia yang tersedia, sehingga konsumen tidak dapat memilih variasi produk,” ujar mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Maroko tersebut.

Menurut Andrew dan Agus, harapan ke depan adalah konsumen harus mengetahui bahwa dia memiliki hak untuk kritis dalam transaksi pembelian barang. Selain itu, konsumen juga harus lebih cerdas untuk memilih variasi barang yang akan ia beli. Bila ekspektasinya tercapai dengan baik, jangan lupa juga mengucapkan terima kasih kepada penjual.

(Red, CA / Ed, pw)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: