Kunjungan Anggota DPR dan DPD RI di Kota Kaohsiung Taiwan: PPI Taiwan Mendesak Hadirnya Perwakilan Bidang Pendidikan KDEI di Taiwan

Kaohsiung, 5 November 2016. Delegasi anggota DPR dan DPD RI yang tergabung dalam kaukus parlemen Indonesia dan Taiwan mengadakan silaturahmi dengan masyarakat Indonesia di Kota Kaohsiung.

Delegasi yang hadir dalam acara tersebut diantaranya Mayjen (Purn) Asril Hamzah Tanjung, Parlindungan Purba selaku DPD RI Sumatera Utara, Bahar Ngitung selaku DPRD RI Sulawesi Selatan, Miryam S. Haryani selaku DPR RI Fraksi Hanura, Amirul Tamim selaku DPR RI Fraksi PPP, dan Daniel Johan selaku DPR RI Fraksi PKB. Selain itu, turut serta rombongan dari pihak Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) yakni Siswadi (Wakil Kepala) dan beberapa staf yang hadir mulai Muhammad Faisal (inventasi), Paul Peng (Ketenagakerjaan), hingga Tania Ross.  Hadir pula Kendra, Yung-Shoa  Chen selaku Deputy Director Taipei Economic and Trade Office (TETO).

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini diantaranya berasal dari beberapa perwakilan mulai dari perwakilan mahasiswa yang dihadiri oleh Pengurus (PPI) Taiwan, PPI Kaohsiung, dan empat utusan kampus di Kota Kaohsiung yakni National Kaohsiung University Of Applied Sciences (NKUAS), National Sun Yat Sen University (NSYSU) , Kaohsiung Medical University (KMU) dan National Kaohsiung First University of Science and Technology (NKFUS). Selain perwakilan mahasiswa, juga hadir perwakilan dari  Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Ikatan Warga Muslim Indonesia Taiwan (IWAMIT) dan Diaspora

Mayjen (Purn) Asril menjelaskan bahwa maksud kunjungan ke Taiwan kali ini adalah untuk mempererat hubungan antar kedua pemerintah. Selain bertemu dengan pejabat pemerintah dan parlemen Taiwan, delegasi juga berkunjung ke beberapa kota untuk mengetahui perkembangan terakhir kondisi WNI di Taiwan. Selanjutnya sesi diskusi dipimpin oleh Parlindungan Purba. Anggota DPD RI dari Sumatera Utara ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan beberapa pertanyaannya.

Muhammad Farid (Wakil Ketua PPI Taiwan) menyampaikan aspirasi
Foto Pengurus PPI Taiwan yang hadir pada kegiatan tersebut (dari kiri Nelly Pasaribu, Muhammad farid, dan Yusril Mukav)

PPI Taiwan Mendesak Hadirnya Perwakilan  Bidang Pendidikan KDEI di Taiwan

Muhammad Farid selaku Wakil Ketua PPI Taiwan menyampaikan bahwa jumlah pelajar/mahasiswa yang berkisar 4.394 orang ini memerlukan perhatian khusus dalam komunikasi dan koordinasi dengan perwakilan Indonesia (KDEI) di Taiwan. Namun hingga saat ini belum ada secara khusus penanggung jawab di bidang pendidikan. Oleh karena itu, sesuai dengan rekomendasi, prioritas pengurus PPI Taiwan saat ini adalah untuk menghadirkan penanggungjawab bidang pendidikan dalam struktur KDEI Taipei.

Selanjutnya PPI Taiwan juga meminta pemerintah melalui DPR/DPD RI untuk memberi dukungan kegiatan simposium PPI Asia-Oseania yang dilaksanakan di Taipei pada bulan Maret 2017.  Selain itu diharapkan juga pemerintah mempertahankan dan meningkatkan kuota program beasiswa ke Taiwan. Terakhir, Farid mengharapkan agar pemerintah membekali kompetensi TKI sebelum kontrak berakhir khususnya dalam bidang entrepreneurship, agar setelah kembali ke Indonesia  mereka dapat mandiri, berwirausaha dan membuka lapangan pekerjaan.

PPI Kaohsiung yang diwakili oleh Sujito (Ketua) menyampaikan aspirasi antara lain agar jumlah nominal beasiswa mahasiswa di Taiwan perlu ditingkatkan, selanjutnya beberapa hal yang berhubungan dengan masalah TKI yaitu pengadaan Shelter yang representatif bagi TKI di Kota Kaohsiung dan perhatian bagi pelaut yang hanya mengandalkan LG (letter of guarantee) yang terkadang menghadapi kendala saat bekerja di luar negeri.

Wardoyo, perwakilan TKI yang juga sebagai wakil Ketua IWAMIT menyampaikan agar pihak pemerintah memperhatikan kondisi TKI yang terkadang mengalami kendala tidak mendapatkan libur dalam sebulan. Selanjutnya, besarnya biaya yang harus dikeluarkan TKI sebelum pemberangkatan dari Indonesia ke Taiwan perlu direvisi ulang. Untuk memenuhi kebutuhan spritual TKI, diharapkan secara berkala pemerintah memfasiltasi diadakannya pengajian dengan menghadirkan penceramah dari Indonesia.

Pimpinan diskusi ini juga memberikan kesempatan kepada Siswadi selaku wakil kepala KDEI untuk memberikan tanggapan terhadap aspirasi atau pertanyaan yang diajukan dengan menjelaskan kondisi kekinian di Taiwan sesuai pertanyaan yang disampaikan peserta. Khusus permintaan adanya bidang Pendidikan di KDEI Taipei, pihak KDEI telah bersurat ke pemerintah pusat namun hingga kini belum ada realisasi.

Muhammad Farid (Wakil Ketua PPI Taiwan) menyampaikan aspirasi
Muhammad Farid (Wakil Ketua PPI Taiwan) menyampaikan aspirasi

Peningkatan Kualitas dan Kompetensi TKI

Selanjutnya setiap anggota delegasi memberi komentar terkait aspirasi setiap perwakilan akan dibicarakan di komisi terkait dan ditindak lanjuti pada kementerian terkait.

Amirul Tamim selaku DPR RI Fraksi PPP mengatakan bahwa agar mahasiswa, TKI, dan Diaspora dapat menjadi agen untuk mengkomunikasikan peluang-peluang investasi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Bahar Ngitung, DPD RI asal Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa peserta dapat menginventarisir masalah-masalah yang dihadapi dan usulan solusi, peningkatan kompetensi dan kualifikasi TKI, dan jadilah duta bangsa di Taiwan.

Miryam S. Haryani selaku anggota DPR RI Fraksi Hanura menginformasikan agar para TKI bisa menyampaikan ke teman-teman mereka yang akan berangkat untuk tidak memalsukan dokumen bila ingin menjadi TKI. Peningkatan keterampilan TKI yang akan diberangkatkan akan juga perlu untuk mendorong daya saing dalam berkompetisi dengan TKA lainnya.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Daniel Johan mengatakan bahwa kami akan menindaklanjuti hadirnya bidang pendidikan di KDEI. Selanjutnya Parlindungan Purba juga memberi dukungan dengan adanya kegiatan simposium yang akan diadakan oleh PPI Taiwan. Anggota delegasi akan bersedia hadir sebagai narasumber dan berharap pengurus dapat segera mengirim proposal.

Diakhir diskusi, Asril Tanjung selaku DPR RI dari Fraksi Gerindra sekaligus selaku ketua delegasi menyampaikan harapan kepada peserta untuk tetap menjaga nama baik bangsa. Sebelum kembali ke tanah air, peserta silaturahmi dan diskusi menyempatkan foto bersama dan menyantap hidangan khas Indonesia yang disediakan oleh panitia. (Red: PPI Taiwan/ Ed: Amir)

mamirsyarifuddin

I am M Amir Syarifuddin (M Syarifuddin), hailing from Indonesia. I am a social innovator and a future finance analyst. My passion lies in finding ways to help others achieve their goals and innovate in their fields of expertise. Currently, I am living in Kuala Lumpur, Malaysia and studying in International Islamic University Malaysia majoring International Economics. Over the last few years, I have seen the amazing things a diverse and motivated group of students can accomplish when they put their minds to a task. I love to play Badminton, Bowling, Baseball, Watching Movies, and hanging out with friends. I am a brownies lover and an ice cream freak. My best food of all time is “Mie Ayam Bakso” ever since I was in the middle school. My main aim in life is to extend my vision of the world, discover a new culture, learn to live with differences and dealing with new people.

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: