Kunjungan PPI Dunia Ke Reaktor Nuklir Batan di Serpong Banten

Tim Kajian Nuklir PPI Dunia

Kami dari PPI Dunia membentuk tim khusus yang bertugas untuk mengkaji teknologi nuklir. Tim tersebut beranggotakan 32 orang yang terdiri dari pelajar dan alumni PPI Dunia dari berbagai latar belakang negara studi. Tim ini bertugas untuk menggali pemahaman yang utuh terkait bahaya dan potensi teknologi nuklir berdasarkan perkembangan iptek global terkini. Dalam rangka memperoleh pemahaman yang utuh seputar teknologi nuklir, tim kajian nuklir PPI Dunia menggali sedalam mungkin perkembangan dan pemanfaatan luas teknologi nuklir di berbagai negara lain tempat kami masing-masing menempuh studi. Hasil informasi yang kami peroleh kemudian kami kaji bersama dengan dibandingkan pada perkembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir nasional.

Menurut kajian yang telah kami lakukan, berbagai kendala yang berkembang dalam perkembangan nuklir nasional banyak disebabkan karena kekurangakuratan informasi seputar nuklir yang beredar di masyarakat luas dibandingkan dengan perkembangan iptek pernukliran global terkini. Ketidaktahuan secara utuh terkait nuklir diduga menjadikan teknologi ini terhambat penerimaannya oleh masyarakat luas di tanah air.

Di sisi lain, harapan atas potensi pemanfaatan nuklir oleh para pelajar Indonesia di luar negeri cukuplah besar. Berdasarkan survey kami atas 566 pelajar Indonesia yang tersebar di 48 negara, diketahui bahwa hanya 4,5% dari responden kami yang menyatakan sama sekali tidak berminat terhadap potensi aplikasi nuklir di bidang apapun. Sementara 28.5% responden menyatakan tertarik pada teknologi nuklir di bidang energi dan 67% responden menyatakan tertarik pada pemanfaatan teknologi nuklir di bidang-bidang non-energi. Seperti pada bidang medis (radio farmaka, radio terapi), bidang lingkungan, bidang industri, bidang pertanian, infrastruktur dan bidang industry manufaktur. Dari survey tersebut juga diketahui bahwa mayoritas responden (66%) beranggapan bahwa energi nuklir paling efisien dibanding energi alternatif lain yang tersedia. Lebih jauh, 57% dari responden kami menyatakan setuju bahwa Indonesia perlu mempertimbangkan penggunaan teknologi nuklir dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional (pembangkit listrik tenaga nuklir).

Dialog dan Kunjungan Tim Kajian Nuklir PPI Dunia Ke Instalasi Nuklir Nasional

Demi untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh atas perkembangan teknologi nuklir nasional, pada hari rabu, 23 Agustus 2017 dari jam 09.00 hingga pukul 12.30 perwakilan tim kajian nuklir PPI Dunia beserta rombongan mengadakan kegiatan kunjungan kerja ke reaktor nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang berlokasi di Serpong, Banten. Peserta dikhususkan bagi para pelajar yang tengah menempuh studi di luar negeri maupun baru saja lulus. Selain itu dibuka juga beberapa kuota undangan terbatas untuk pelajar di dalam negeri melalui jalur rekomendasi dan pihak pers mitra PPI Dunia untuk keperluan peliputan kegiatan ini. Dalam kegiatan ini hadir rekan-rekan kami para mahasiswa maupun alumni dari Belanda, Rusia, China, Iran, Italia, Romania, LIPI, pihak pers, komunitas muda nuklir nasional dan rekan-rekan dari Universitas Pertahanan. Total jumlah peserta sebanyak 25 orang dipimpin oleh Dwi Rahayu dari PEMIRA Rusia yang pada kesempatan ini sekaligus berperan sebagai ketua tim kajian nuklir PPI Dunia.

Acara ini terdiri dari dialog interaktif dengan ahli nuklir BATAN, penjabaran mengenai hasil produk penelitaian nuklir dari BATAN yang sudah ada, kunjungan langsung ke reaktor  (laboratorium) nuklir serpong serta diskusi tentang pemanfaatan teknologi nuklir yang sudah dilakukan di negara lain dan yang tengah dilakukan di Indonesia.

Kunjungan kami disambut oleh Adipurwa sebagai Kepala Subbid Edukasi Publik BATAN serta tim petugas layanan informasi BATAN. Pada pertemuan tersebut disajikan sejarah perkembangan nuklir nasional. Adipurwa menjelaskan bahwa titik awal perkembangan ketenaganukliran nasional telah ada semenjak era presiden pertama Indonesia, presiden Soekarno di tahun 1954. Pada tahun tersebut presiden Soekarno membentuk Panitia Negara yang bertugas melakukan penyelidikan adanya kemungkinan sisa zat radioaktif di wilayah NKRI akibat uji coba persenjataan. Panitia Negara inilah yang kemudian menjadi cikal bakal BATAN. Perkembangan teknologi nuklir nasional terus mengalami pasang surut seiring dinamika politik yang ada. Pada kesempatan tersebut turut dijelaskan juga standar keamanan berlapis yang diterapkan di seluruh fasilitas nuklir nasional. Demi menjamin tingkat keamanannya, sistem keamanan ini distandardisasi menurut standar internasional yang rutin diinspeksi berkala oleh Badan Atom Internasional (IAEA).

Melalui kunjungan ini kami mengetahui bahwa teknologi nuklir memiliki potensi besar dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional maupun secara strategis mendukung program-program pembangunan nasional sektor non-energi. Sebagai informasi Reaktor G.A. Siwabessy di serpong memiliki kapasitas maksimal sebesar 30 megawatt yang difungsikan sebagai reaktor riset untuk berbagai keperluan penelitian. Sampai dengan saat ini, BATAN telah mampu menghasilkan beberapa produk terkait teknologi nuklir bernilai ekonomi tinggi yang aman dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Turut dipaparkan juga bagaimana teknologi tersebut sudah dimanfaatkan secara luas oleh negara-negara lain seperti di Vietnam, Jepang, Pakistan, India dan Amerika dalam mendukung sektor pertanian, industri pangan dan industri kesehatan mereka.

Pemanfaatan Teknologi Nuklir Nasional Kini dan Potensi Masa Depannya

Saat ini BATAN mengelola tiga buah reaktor nuklir riset di Indonesia. Yaitu instalasi reaktor nuklir Kartini di Jogjakarta, Instalasi reaktor nuklir Triga di Bandung dan Instalasi reaktor nuklir G.A. Siwabessy di Serpong. Sebagai catatan, reaktor G.A. Siwabessy ini sendiri merupakan salah satu reaktor  nuklir riset terbesar yang ada di Asia.

Turut diuraikan juga oleh pihak BATAN potensi pemanfaatan nuklir di masa depan dari fasilitas-fasilitas nuklir yang telah dimiliki BATAN saat ini. Untuk dapat menyebarluaskan manfaat teknologi nuklir nasional yang sudah berkembang ini, maka didirikanlah PT. INUKI. PT INUKI adalah BUMN mitra usaha BATAN yang memproduksi teknologi nuklir secara komersial untuk dapat dimanfaatkan masyarakat luas.

Beberapa teknologi nuklir yang sudah terbukti dapat dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam bidang berikut:

  1. Riset dan studi tapak sumber energi terbarukan;
  2. Pemuliaan benih unggul tanaman pertanian;
  3. Pembuatan isotop untuk produk obat-obatan;
  4. Irradiasi gamma untuk pengawetan bahan makanan;
  5. Irradiasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur, dll.

Menganalisa potensi besar yang dimiliki teknologi nuklir nasional, pemanfaatan luas teknologi ini di tanah air kami nilai belum cukup maksimal. Kepemimpinan nasional yang kuat dan penyebaran informasi yang utuh seputar teknologi ini ke masyarakat luas dapat menjadi solusi dari situasi ini. Program edukasi nuklir yang transparan dan mudah dipahami oleh generasi muda bangsa dapat menjadi solusi agar pemanfaatan potensi teknologi nuklir yang sudah ada tidak ditakuti secara berlebihan ataupun disalahpahami oleh masyarakat luas.

Dengan perkembangan teknologi global terbaru dan kemampuan para ilmuwan BATAN yang ada sekarang, keamanan dan potensi instalasi nuklir nasional yang ada sudah semakin baik. Perkembangan teknologi global kini juga turut menjadikan teknologi nuklir memiliki manfaat yang semakin beragam dan strategis untuk kemajuan suatu bangsa. Atas pertimbangan itu kami Tim Kajian Nuklir PPI Dunia menilai Indonesia sudah bisa mulai melirik serta mengambil manfaat nyata dari teknologi nuklir yang ada dalam konteks sektor energi maupun bidang non-energi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Ke depan, kami dari pihak tim kajian nuklir PPI Dunia akan terus mendalami perkembangan potensi teknologi nuklir nasional dan global terkini serta pemanfaatannya untuk kesejahteraan luas masyarakat bangsa Indonesia. Kami tim kajian nuklir PPI Dunia mendukung agar potensi nuklir nasional di berbagai bidang dapat terus digali dan secara terukur dapat disebarluaskan pemanfaatannya sebagai bagian dari pembangunan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Jakarta, 30 Agustus 2017

Tim Kajian Nuklir PPI Dunia

Press release lengkap bisa diunduh dalam link berikut

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: