Mahasiswa Indonesia Sukses Selenggarakan Festival Budaya Se-Asia di Mesir

MESIR, 18 November 2017 – Kreasi anak bangsa dalam kancah internasional memang tidak ada habisnya. Kali ini mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir menyelenggarakan perhelatan budaya akbar yang dinamakan Asian Culture Festival (ACF). Acara yang diselenggarakan pada Sabtu, 18 November 2017 di Gedung Sholah Kamil kota Kairo itu adalah hasil kerjasama organisasi mahasiswa dari 9 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Fhilipina, Pakistan, Afghanistan, Bangladesh dan Krygyztan.

Festival yang bertajuk Diversity in Spirit Unity itu dihadiri oleh pejabat Kedutaan besar dari beberapa negara, termasuk sejumlah petinggi Universitas Al Azhar. “Perbedaan adalah kekuatan bagi kita, sebagaimana dengan tema acara ini Diversity In Spirit Unity yang berarti keragaman adalah kekuatan bagi kita untuk bersatu. Kita Indonesia juga negara yang beragam, namun kita disatukan oleh keragaman tersebut, dibuktikan dengan semboyan kita Bhineka Tunggal Ika,” ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo Dr. Usman Syihab dalam acara pembukaan.

Acara yang berlangsung meriah dan dihadiri oleh mahasiswa internasional itu menampilkan berbagai kesenian dan budaya dari 9 negara di Asia. Penonton yang hadir tak jarang memberikan tepuk tangan atas penampilan unik dan menarik dari sejumlah negara. Mulai dari penampilan nasyid yang dibawakan oleh Malaysia, lalu tarian yang dibawakan oleh Afghanistan serta atraksi ekstrem Tapak Suci yang dipamerkan oleh mahasiswa Indonesia. Tidak ketinggalan beberapa delegasi pun memutarkan video sebagai perkenalan negara mereka.

 

Tak hanya itu, di luar gedung Sholah Kamil juga terdapat bazaar dan stand dari negara yang berpartisipasi. Para pengunjung memanfaatkan momen ini untuk berfoto dengan stand yang dipenuhi souvenir berbagai negara. Menariknya stand milik mahasiswa Krygyztan bersedia meminjamkan jubah dan topi khas negara mereka kepada para pengunjung agar bisa berfoto. Tak heran stand itu jadi rebutan banyak pengunjung.

Selain membawa pernak pernik khas negara, sebagian delegasi memanfaatkan momen ini untuk menjual berbagai souvenir dan makanan khas negara mereka seperti Indonesia, Malaysia, Singapura dan Afghanistan. Di antara makanan yang dijual, nasi Padang berhasil jadi makanan favorit bagi delegasi dan pengunjung. Terbukti, setelah 3 jam acara dimulai nasi Padang langsung ludes diserbu para pengunjung acara. Sementara stand mahasiswa Aghanistan menyediakan makanan khas negara mereka secara cuma-cuma, di antaranya makanan khas Afghanistan yang rasanya sama seperti bihun.

Selaku inisiator dan pelaksana acara Asian Culture Festival, PPMI Mesir dibanjiri pujian dari pejabat negara lain. Hal itu diakui oleh Pangeran Arsyad Ihsan Nulhaq selaku Presiden PPMI Mesir. “Insya Allah acara ini akan kita pertahankan setiap tahunnya, tidak hanya untuk mahasiswa Asia namun juga untuk Dunia,” tutur Pangeran,  mahasiswa asal Jakarta yang berdarah Minang.

Acara ditutup dengan penampilan Parodi Bisu dari Mahasiswa Bangladesh yang sukse smembuat penonton tertawa. Setelah itu para delegasi bersalam salaman dan mengadakan sesi foto bareng sebelum meninggalkan lokasi acara.

Festival yang baru pertama kali diselenggarakan itu diharapkan dapat memperkuat hubungan silaturahmi Antar Mahasiswa Al Azhar yang berasal dari benua Asia termasuk ajang untuk saling mengenal satu sama lain. Ajang ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Indonesia untuk berkenalan dengan saudara sesama muslim dari negara di benua Asia lain. Bukan tidak mungkin, di masa depan para mahasiswa ini akan menjadi pemimpin di negara masing-masing. Hubungan silaturrahmi yang mulai dipupuk dari sekarang akan membantu mereka untuk bekerja sama dalam berbagai bidang.**

 

Penulis : Tareq Albana

Islamic Theology, Universitas Al Azhar Kairo

PPMI Mesir

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: