Malam Kebudayaan Indonesia di Tripoli, Libya

Liputan Tripoli – Malam itu menjadi malam yang panjang dan melelahkan namun sekaligus membahagiakan bagi keluarga besar KKMI Libya. Berkat kerja keras anggota KKMI Libya yang dikoordinatori oleh Departemen Kesenian dan Kebudayaan, acara “Malam Kebudayaan Indonesia” yang diadakan pada tanggal 20 Februari 2017 telah sukses digelar. Acara yang diadakan di kampus Kuliyah Dakwah Islamiyah Al’alamiyah (International Of Islamic Call College) ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai Negara di belahan Benua seperti Amerika, Afrika, Asia dan Eropa serta dihadiri oleh Rektor Kuliyah Dakwah Islamiyah Al’Alamiyah Dr. Solah Salim.

Acara-acara seperti ini memang sering dilaksanakan oleh KKMI sebelum Revolusi 2011 yang menggulingkan Presiden Kadafi. setelah revolusi tersebut belum pernah lagi diadakan acara seperti ini karena sedikitnya mahasiswa yang bertahan. Agus mujib (Presiden KKMI Libya) mengatakan, “Dengan bermodalkan semangat dan dukungan dari KBRI  secara moril maupun materil akhirnya kami memberanikan diri untuk membuat acara ini dengan tujuan untuk mengenalkan Budaya Indonesia di hadapan para mahasiswa asing lainnya dan Alhamdulillah acara ini bisa dihadiri langsung oleh Rektor beserta keluarganya.” Selain itu, respon dari teman-teman mahasiswa asing lainnya sangat antusias dan mereka sangat terhibur, juga menambah wawasan serta ajang promosi wisata Indonesia.

Salah seorang mahasiswa senior dari Burkina Faso yang bertanggung jawab meliput setiap acara di kampus mengatakan, “Setelah 2011 sampai saat ini belum pernah ada acara semeriah dan semenarik malam ini. Hal ini  merupakan rekor tersendiri yang dipecahkan oleh mahasiswa Indonesia, kehadiran para mahasiswa mencapai 90% hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya.”

Acara seperti ini nampaknya sudah biasa diselenggarakan pada umumnya oleh mahasiswa Indonesia di berbagai negara namun dengan keadaan yang tak biasa seperti sekarang ini, benar-benar memberikan warna berbeda dan kesan tersendiri bagi mahasiswa Indonesia di Libya. Selain itu juga acara ini merupakan langkah awal untuk menjadikan KKMI lebih maju dan terus berkembang menjadi lebih baik lagi.

Penampilan-penampilan yang menarik, seperti Silat, tari Indang dan tari Saman menjadikan euforia tersendiri bagi para penonton. Drama tentang Suriah menjadi penutup panggung “Malam Kebudayaan Indonesia”. Loncatan pertama telah digapai. Anggota KKMI Libya berharap acara ini bisa dikembangkan lebih luas lagi dengan ruang lingkup Libya, tentunya hal ini akan terwujud beriringan dengan doa para pembaca sekalian. (Red, agus mujib / Ed, pw)

Galeri Foto:

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: