Memahami Konversi Nilai Pendidikan Tinggi Antar Negara : Hasil Audiensi PPI Dunia dengan DIKTI 13 Januari 2015

konversi nilai

Jakarta, Januari 2015. Bertempat di Gedung DIKTI Lantai 7 pada tanggal 13 Januari 2015 yang lalu, Perwakilan PPI Dunia mengadakan audiensi kepada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) DIKTI. Audiensi dilakukan oleh 5 orang mahasiswa dari PPI Belanda, PPI Australia, PPI Taiwan, dan PPI Malaysia, yang merupakan perwakilan Dewan Presidium PPI Dunia 2014/2015 juga mewakili tim AdHoc konversi nilai PPI Dunia 2014/2015. Audiensi ini terutama membahas permasalahan penyetaraan nilai lulusan lulusan luar negeri menyambung Tim AdHoc konversi nilai tahun sebelumnya, yang dapat dilihat dari artikel http://news.detik.com/read/2014/05/06/130936/2574536/10/hadapi-kendala-nilai-ppi-dunia-upayakan-standar-konversi

 

Acara dibuka setelah para peserta audiensi melakukan sholat Maghrib di mushola kantor Direktorat Belmawa DIKTI lantai 7 tersebut. Meluangkan waktu di luar jam kerjanya, Direktur Belmawa DIKTI, Ibu Illah Sailah, beserta Ibu Darnita, Kasubdit Penyelarasan, dan Ibu Retno, Kasubdit analisa kebutuhan dunia kerja, memperkenalkan diri sambil menyantap hidangan makan malam bersama-sama. Koordinator Penyetaraan Nilai, Pak Son Kuswadi pun turut menyusul untuk bergabung di tengah-tengah acara.

 

Setelah selesai menyantap hidangan makan malam, acara dilanjutkan dalam sesi pemaparan mengenai permasalahan penyetaraan Ijazah maupun penyetaraan nilai oleh Bu Illah. Memang saat ini pihak DIKTI sudah melayani Penyetaraan Ijazah bagi lulusan luar negeri, seperti dapat dilihat pada website Belmawa DIKTI di http://dikti.go.id/profil-dikti/struktur-organisasi/direktorat-belmawa/ . Tetapi saat ini DIKTI tidak berhak melakukan Penyetaraan Nilai Ijazah Luar Negeri.

 

Memang perlu dibedakan, mengenai penyetaraan ijazah luar negeri dan penyetaraan nilai ijazah luar negeri. Hanya berbeda satu kata, yaitu nilai. Karena perbedaan jenjang pendidikan dan perbedaan standar nilai di setiap negara yang diakibatkan perbedaan National Qualification Framework di setiap negara, maka muncullah isu penyetaraan ijazah luar negeri dan penyetaraan nilai ijazah luar negeri ini. Saat ini, lulusan luar negeri dapat menyetarakan ijazahnya sesuai dengan jenjang tertentu di Indonesia dengan mendapatkan pengakuan penyetaraan ijazah dari DIKTI. Penyetaraan ijazah ini dapat digunakan untuk melamar ke perusahaan, instansi, maupun melanjutkan pendidikan, terutama untuk aplikasi dalam negeri.

 

Namun, saat ini, DIKTI belum memiliki wewenang untuk melakukan penyetaraan nilai ijazah luar negeri. Per Januari 2015 ini, DIKTI masih sibuk dalam upaya restrukturisasi pemindahan kementerian, dari di bawah Kementerian Pendidikan menjadi di bawah Kementerian Riset dan Teknologi. Meskipun demikian ada secercah harapan yang muncul dari audiensi PPI Dunia kepada Pihak DIKTI ini, yaitu pihak DIKTI pun saat ini sedang dalam upaya mengajukan SK untuk Penyetaraan Nilai ke pihak Kementerian. SK Menteri ini akan memberi wewenang pada DIKTI untuk membuat SK Penyetaraan nilai ijazah sehingga, di bawah kewenangan DIKTI, data-data mengenai konversi nilai antar negara dapat selalu ditambahkan dan direvisi tanpa harus merevisi kembali SK Menteri.

 

Setelah pemaparan singkat dari Bu Illah, saatnya PPI Dunia memaparkan apa yang mereka ingin diskusikan dengan pihak DIKTI. Tim PPI Dunia terdiri dari 5 mahasiswa yaitu koordinator PPI Dunia dari PPI Australia Ahmad Almaududy Amri, Sekretaris PPI Dunia dari PPI Taiwan Retno Widyastuti, Hariadi Aji dari PPI Belanda, yang akrab dipanggil Jejey, selaku wakil koordinator Tim AdHoc Konversi Nilai PPI Dunia 2014/2015, Dewi Anggrayni sebagai koordinator kawasan Asia Oseania, juga Subkhan Ngalimun Elwardi dari PPI Malaysia. Pemaparan audiensi diberikan Jejey dalam bentuk presentasi. Dalam presentasi tersebut, dipaparkan hasil diskusi tim AdHoc konversi Nilai PPI Dunia 2014/2015 yang telah disusun bersama. Sebagai informasi, Tim AdHoc konversi Nilai PPI Dunia ini terdiri dari 9 PPI Negara, yaitu diketuai Ardhi Putra Pratama dari  m  PPI Belanda, sekretaris oleh Asni Furaida dari KERIS Serbia, FX Teddy Badai Samudra dari Perpika Korea, dari Putri Wulandari dari PPI Brunei, Muhammad Faiz Aziz dari PPI Malaysia, Iman Adipurnama dari  PPI Taiwan, Ardi Pramana, Sugianto Amir, dan Muammar Kadafi dari PPI Tunisia, Muhammad Rady Ardhi dari  PERMIRA Rusia, Wiprasworo Jihwamuni dari PPMI Pakistan.
Hasil diskusi tim AdHoc konversi nilai itu terutama memaparkan kondisi standar nilai ijazah lulusan luar negeri yang berbeda dengan standar Indonesia. Beberapa PPI Negara mengeluhkan kurangnya pemahaman sebagian besar perusahaan, instansi tentang berbagai standar nilai di berbagai negara. Sebagai contoh di Belanda. Nilai 1-10 tidak bisa dikonversikan secara matematis menjadi nilai 1-4. Karena nilai 7,5 berskala 10 di Belanda tidak sama dengan nilai 3 berskala 4 di Indonesia, walaupun secara matematis, akan menjadi sama.  Semua konversi nilai ke sistem Indonesia harus melalui tabel konversi yang disediakan oleh instansi pendidikan masing-masing negara atau masing-masing universitas.  Bahkan nilai 7,5 berskala 10 di Belanda dapat dikonversikan menjadi nilai 3,5 berskala 4 di Indonesia apabila mengacu kepada tabel konversi nilai yang dikeluarkan oleh organisasi pendidikan tinggi internasional Belanda yang bernama Nuffic, dengan acuan konversi nilai antara Belanda ke Amerika Serikat.

 

Permasalahan konversi nilai ke Indonesia yang dirasakan PPI Belanda ini dialami juga oleh negara-negara lainnya, misalnya PPI Tunisia, PPI Prancis, PPI Maroko, PPI Sudan, PPMI Mesir, dan PPI Portugal. Maka hal ini dinilai sangat penting oleh PPI Dunia, sehingga dalam audiensi PPI Dunia kepada DIKTI Januari lalu, PPI Dunia menyarankan bahwa konversi nilai harus melalui tabel dokumen konversi nilai dari negara atau universitasnya masing-masing, tidak hanya melalui perhitungan matematis.

 

Pihak DIKTI pun memberikan tanggapan yang sangat baik. Perbedaan nilai dari berbagai universitas di luar negeri itu, ternyata saat ini dalam rencana disetarakan oleh pihak DIKTI melalui SK Penyetaraan Nilai yang sedang dalam proses pengajuan ke Kementerian. DIKTI mengajukan SK Mengenai Penyetaraan Nilai ke Pihak Menteri, agar mekanisme Penyetaraan Nilai ini dapat diatur di dalam SK DIRJEN sehingga memudahkan dalam perubahan data-data yang berkembang.
PPI Dunia bersama DIKTI akan terus berkolaborasi dalam menyesuaikan data-data mengenai tabel konversi nilai dari berbagai sumber yaitu negara atau universitas tempat studi mahasiswa tersebut. Sehingga finalnya, hasil konversi nilai akan sesuai dengan standar yang sesuai dengan standar universitas di negaranya masing-masing.

 

Banyak sekali dampak dari kesalahan mengonversi nilai yang selama ini terasa. Seperti beberapa instansi pemerintah, perusahaan, universitas yang tidak dapat menerima nilai dari negara tempat studi asal karena mereka membuat sangkaan bahwa nilai yang didapatkan tidak begitu bagus, padahal di negara asal studi, nilai tersebut sudahlah sangat baik.  PPI Dunia berharap dengan penyetaraan nilai ini, tidak ada mahasiswa lulusan luar negeri yang dirugikan akibat salahnya cara mengonversi nilai.

Dalam kesempatan audiensi PPI Dunia bersama Belmawa DIKTI ini, Pihak PPI Dunia diwakili koordinator, Ahmad Almaududy Amri pun bertanya mengenai permasalahan dalam pengelolaan beasiswa Dikti yang telah berdampak cukup serius terhadap keberlangsungan studi para mahasiswa Indonesia di luar negeri. beberapa bulan lalu (baca : http://news.detik.com/read/2014/09/25/140009/2701040/1513/ppi-dunia-desak-dikti-perbaiki-manajemen-beasiswa-luar-negeri). Sebagai jawaban, pihak DIKTI saat ini sedang terus memperbaiki sistem pengelolaan beasiswa tersebut dan akan menyampaikan perkembangan terkait hal tersebut kepada PPI Dunia. Juga pihak DIKTI menyampaikan informasi mengenai beasiswa DIKTI, bahwa DIKTI belum membuka kesempatan beasiswa DIKTI untuk gelombang yang baru, masih berencana menghabiskan beasiswa DIKTI yang telah berjalan.

 

 

Jejey

embed issuu : http://issuu.com/ppidunia/docs/dokumen_penjelasan_penyetaraan_nila/1

 

 

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

One thought on “Memahami Konversi Nilai Pendidikan Tinggi Antar Negara : Hasil Audiensi PPI Dunia dengan DIKTI 13 Januari 2015

Leave a Reply

%d bloggers like this: