Membawa Keluarga ke UK

Oleh. Muharram Atha Rasyadi

Atha dan KeluargaMengejar mimpi untuk kuliah di luar negeri? Siapa yang tidak mau?

Terlebih dalam 4 tahun terakhir ini, kesempatan untuk meraih impian itu melalui berbagai macam program beasiswa terbuka seluas-luasnya. Anak-anak muda Indonesia pun berlomba-lomba untuk mendapatkan “kemewahan” tersebut.

Namun, bagi mereka yang sudah berkeluarga, mengambil keputusan untuk melanjutkan studi di luar negeri bukan merupakan keputusan yang mudah. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan.

Oleh karena itu, saya mencoba untuk menyusun beberapa tips singkat yang dapat menjadi panduan bagi kamu yang ingin membawa keluarga (untuk menemani) selama studi di luar negeri.

Semoga bermanfaat!

  1. Diskusikan dengan pasangan

Sebelum melanjutkan pada tahap-tahap berikutnya, ada baiknya rencana besar ini didiskusikan bersama dengan pasangan terkasih. Siapkah untuk mengajak keluarga dengan segala konsekuensinya?

Meninggalkan kampung halaman, bahkan tanah air tercinta, untuk satu, dua, tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar. Ada hal-hal yang pastinya harus dikorbankan jika ingin mengajak keluarga untuk menemani kita selama studi di negara tujuan. Pekerjaan, jumlah tabungan, pendidikan anak, pendapat orangtua mungkin merupakan contoh hal-hal yang dapat dipertimbangkan dengan baik sebelum mengambil keputusan besar ini. Dan pastinya ingat, setiap keluarga punya kondisi yang berbeda. Tidak selamanya mengajak pasangan dan buah hati untuk mendampingi kita ke negara tujuan menjadi lebih baik dibandingkan meninggalkannya (sementara) di Indonesia. Dan kamu yang lebih tahu kondisi keluargamu dengan pasti, bukan orang lain. J

  1. Kenali beasiswamu!

Masih terkait dengan poin pertama, namun kali ini fokus pada aspek beasiswa yang kamu dapat.

Bagi kamu yang berkesempatan untuk kuliah di luar negeri melalui beasiswa, harap cermati fasilitas apa saja yang bisa didapat ketika mengenyam pendidikan di sana. Caranya? Googling, cek website beasiswa terkait, tanya penerima beasiswa yang sama di gelombang/tahun sebelumnya, serta perhatikan buku panduan/kontrak yang diberikan jika sudah didapat. Pastikan kamu mengetahui apakah beasiswa tersebut memberikan tunjangan keluarga selama kalian hidup di sana atau tidak. Beda beasiswa, mungkin beda kebijakan. So, pastikan diri kamu benar-benar tahu terkait hal ini, bukan karena katanya-katanya.

Alasannya tentu karena tunjangan hidup keluarga menjadi salah satu konsideran penting dalam mengambil keputusan besar ini. Kalau sudah yakin untuk membawa keluarga, sila lanjutkan membaca ke bawah. J

  1. Biaya hidup, kampus, dan kota tujuan

Tiga hal ini berkaitan, namun jangan sampai prioritasmu terbalik!

Sebagai (calon) mahasiswa S2 ataupun S3, tentu kamu mau mendapatkan kampus terbaik sesuai dengan keinginan dan kemampuanmu saat ini. Pastikan kampus yang menjadi tujuanmu memiliki jurusan/bidang yang benar-benar kamu minati dan memiliki modul yang sesuai untuk mengembangkan diri dan menambah pengetahuanmu.

Namun ketika membawa keluarga, pertimbangan lain harus ditambahkan. Sebisa mungkin gali informasi sedalam-dalamnya mengenai standar hidup di kota yang menjadi tempat kampus target studi kamu. Banyak website yang menyediakan informasi sejenis ini, atau mudahnya kamu bisa tanyakan langsung ke mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang/pernah kuliah di kota tersebut. Pastikan kamu mendapat gambaran berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup bulanan, tiap kota memiliki standar yang berbeda.

Untuk di UK (dan negara-negara lain pada umumnya), biaya akomodasi menjadi faktor yang paling perlu diperhatikan karena porsinya yang bisa mencapai 50-70% dari pengeluaran kamu setiap bulannya. Apalagi dengan membawa keluarga, otomatis kamu tidak bisa menempati akomodasi/asrama yang disediakan oleh kampus bagi mereka yang masih lajang. Boleh jadi ada kampus-kampus yang menyediakan fasilitas akomodasi untuk keluarga, namun biasanya jumlahnya hanya sedikit sekali. Jadi jangan terlalu banyak berharap dari sini. Biasanya, mereka yang membawa keluarga akan mencari private accommodation berupa flat maupun rumah dengan biaya yang lebih tinggi. Saya pun salah satunya.

Selain biaya akomodasi, cari tahu juga informasi mengenai biaya makan dan keperluan sehari-hari, termasuk transportasi. Dengan begitu, kamu bisa mulai membuat perkiraan anggaranmu dengan lebih matang.

  1. Lagi-lagi soal akomodasi

Bagi saya, hal ini sangat penting. Selain mengetahui kisaran biaya yang perlu kamu habiskan untuk menyewa sebuah flat atau rumah di negara tujuan, kamu juga harus memastikan apakah kamu bisa mendapatkan sewa tersebut sebelum berangkat dari Indonesia.

Misalnya, kalau kamu berencana berangkat pada akhir bulan Juli 2018, ada baiknya kamu sudah mendapatkan kontrak untuk menyewa akomodasi di kota tujuan pada awal bulan Juli 2018. Jadi ketika kamu mendaratkan kaki di sana, kamu bisa langsung merebahkan badan di rumah yang kamu sewa setelah mengambil kuncinya dari landlord atau agen. Pastinya kalian ingin beristirahat dengan nyaman kan setelah melewati penerbangan yang tidak sebentar?

Apa saja yang harus dilakukan? Mulailah mencari akomodasi-akomodasi yang tersedia mulai sekitar tanggal kedatangan kamu ke sana. Gumtree, Zoopla, Rightmove merupakan layanan-layanan yang bisa kamu manfaatkan untuk mencari akomodasi di UK. Jangan lupa untuk tetap memanfaatkan situs pencari andalan kamu ya, Google! Atau kalau kamu beruntung, kamu bisa mendapatkan akomodasi “lungsuran” dari mahasiswa di sana yang akan kembali ke Indonesia tak jauh sebelum kamu datang ke sana. Manfaatkan jaringanmu dan terus aktif mencari informasi terkait ini, jangan menyerah! Untuk pengalaman saya (dan istri) mencari akomodasi di UK, boleh lihat di tautan ini: http://sawitriwening.blogspot.co.uk/2016/09/pertemuan-dengan-hathaway-house.html

Jika kamu belum mendapatkan akomodasi sebelum terbang ke negara tujuan, konsekuensinya kamu akan menghabiskan beberapa malam pertamamu di hotel/penginapan/airbnb ketika mendarat di sana sambil mencari akomodasi-akomodasi yang bisa disewa per bulan. Jadikan situasi ini sebagai kemungkinan terburukmu, karena tentunya dana tambahan yang dihabiskan akan jauh lebih banyak dibandingkan kamu sudah mendapatkan akomodasi sebelum terbang ke sana.

  1. Before you book your flight…

Memesan tiket pesawat memang mudah, namun mengurus visa soal lain. Apalagi visa untuk satu rombongan keluarga; kamu, pasanganmu, dan anak. Cari tahu sebanyak-banyaknya informasi mengenai syarat visa dependant negara tujuanmu.

Untuk visa UK, beberapa hal yang perlu dipersiapkan adalah: translasi dokumen-dokumen yang relevan ke dalam bahasa inggris seperti surat nikah, kartu keluarga, dan akta lahir anak, dana mengendap dalam jumlah tertentu, serta pemeriksaan TB di rumah sakit yang khusus ditunjuk oleh pemerintah UK. Info lebih lengkapnya, kamu bisa coba lihat di sini: https://www.gov.uk/apply-uk-visa

Walaupun proses aplikasi visa baru bisa dimulai 3 bulan sebelum masa studi, ada baiknya kamu mulai mencicil syarat-syarat yang dibutuhkan jauh-jauh hari untuk meringankan beban pada mau melakukan aplikasi. Apalagi kamu tidak hanya mengurus dirimu sendiri saja kali ini. Lagi-lagi, coba cari tahu dari mereka yang sudah pernah menjalani semua proses ini. J

Good luck with your preparation!

 

**) penulis merupakan mahasiswa S2 jurusan International Development di University of Bristol

 

sumber : http://ppiuk.org/membawa-keluarga-ke-uk/

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: