Mempersiapkan Generasi Muda Indonesia untuk Menghadapi Bonus Demografi 2030

Pada tahun 2030, Indonesia diprediksi akan mengalami era bonus demografi. Sebuah babak baru yang sangat menentukan dimana jumlah penduduk yang berada pada usia produktif lebih banyak dibanding penduduk yang tidak produktif. Sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam pembangunan bangsa. Sehingga, sumber daya manusia yang terampil dan siap bersaing dalam menghadapi tantangan kedepan harus dipersiapkan dengan matang.

Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengeluarkan kebijakan harus selaras dan sesuai dengan kondisi di tiap daerah. Salah satu daerah yang dapat menjadi contoh mengenai strategi menghadapi bonus demografi adalah Nusa Tenggara Barat (NTB). Dibawah kepemimpinan TGH M Zainul MajdiNTB mampu menjadi provinsi yang berhasil mengoptimalisasi potensi yang dimiliki pada sektor pertanian dan pariwisata. Dengan populasi yang mencapai 4,7 juta penduduk, 65% nya merupakan penduduk dengan usia produktif.

TGH M Zainul Majdi memaparkan kebijakan pemerintah daerah NTB dalam seminar Indonesian Scholar International Convention tanggal 26 Juli 2017 lalu di University of Warwick, Inggris. Menyadari besarnya potensi yang dimiliki, pemerintah daerah NTB merumuskan beberapa kebijakan yang fokus pada generasi muda antara lain:

  1. Melibatkan generasi muda dalam pengembangan ekonomi dengan memberikan fasilitas dan pelatihan wirausaha agar mereka memiliki kemampuan untuk menjadi entrepreneur yang mumpuni.
  2. Melibatkan para mahasiswa sebagai instruktur untuk memberikan motivasi dan sosialisasi kepada penduduk lainnya agar menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan utama.
  3. Menciptakan 200,000 pengusaha baru dan 1000 UKM.
  4. Memberikan pengarahan pada generasi muda agar mampu menciptakan desa wisata berbasis kearifan lokal dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ketertarikan pada literasi.

Sumber Daya Manusia mendapat perhatian serius dari pemerintah NTB dimana Indeks Pembangunan Manusia (HDI) di Provinsi NTB tumbuh diatas HDI nasional dan menjadikan NTB sebagai provinsi dengan pertumbuhan HDI paling cepat. Dari sisi pertumbuhan ekonomi disaat pertumbuhan ekonomi nasional mengalami penurunan pada tahun 2015, NTB mampu mengendalikan penurunan pertumbuhan ekonomi. Adapun lebih detail ada pada grafik dibawah ini.

Pertumbuhan Ekonomi

Dalam rangka menghadapi tantangan mengenai kemiskinan, tingkat literasi, angka putus sekolah, malnutrisi serta sanitasi, Pemerintah Daerah NTB menggunakan berbagai strategi dengan mengedepankan kearifan lokal, akuntabilitas dan melibatkan partisipas masyarakat. Sehingga tidak mengherankan jika NTB mendapatkan penghargaan MDGs award pada tahun 2011–2015.

Dalam menghadapi bonus demografi 2030, pemerintah NTB memfokuskan pembangunan pada generasi muda dengan mempermudah akses pendidikan, kesehatan dan penciptaan lapangan kerja baru. Diharapkan berbagai strategi yang telah dilakukan ini mampu menjawab tantangan kedepan dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam rangka menghadapi bonus demografi 2030.

(Red, ulil PPI Polandia / Ed, pw)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: