Menteri ESDM Iganasius Jonan Menyapa Diaspora Indonesia di Jepang

Tokyo, 14 Mei 2017 – Bertempat di Balai Indonesia, Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Menteri ESDM Ignasius Jonan meluangkan waktu secara khusus untuk menyapa ratusan masyarakat Indonesia di Jepang.

Meskipun acara agak tertunda dari jadwal dikarenakan Menteri Jonan yang baru tiba di Tokyo pada hari yang sama, hal itu tidak mengurangi animo masyarakat yang datang untuk bertemu. Pada kunjungannya yang pertama sebagai Menteri ESDM ke Jepang kali ini, Menteri Jonan direncanakan bertemu beberapa investor dan perusahaan besar Jepang seperti Mitsubishi, Marubeni, Inpex dan Tokyo Gas untuk membahas peluang kerjasama Indonesia-Jepang.

Dalam kunjungannya kali ini, Menteri Jonan didampingi oleh Utusan Khusus Presiden untuk Investasi dengan Jepang, Bapak Rahmat Gobel, Dirjen Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Sommeng, dan Wakil Kepala SKK Migas M.I Dzikrullah.

Dalam kesempatan pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Jepang, Menteri Jonan memilih untuk melakukan dialog interaktif dengan para Diaspora Indonesia yang hadir dalam pertemuan tersebut. Setelah Duta Besar RI untuk Jepang, Bapak Arifin Tasrif memberi beberapa kata sambutan, Menteri Jonan langsung membuka sesi tanya jawab bagi para peserta tanpa berpidato terlebih dahulu.

Tidak kurang dari 9 (Sembilan) pertanyaan umum maupun teknis diajukan oleh masyarakat Indonesia pada kesempatan tersebut, yaitu mulai dari soal Freeport, perubahan tarif listrik bagi rumah berkapasitas 900W, hingga pemanfaatan energi geothermal dan nuklir serta dampaknya terhadap lingkungan ditanyakan kepada Menteri Jonan.

Diselingi tawa dan canda, Menteri Jonan menjawab pertanyaan dari para peserta dengan ringkas dan apa adanya. Sesekali juga Menteri Jonan menunjukkan data dalam bentuk angka untuk menegaskan jawaban. Terkait isu kenaikan listrik misalnya, “Penting diketahui bahwa harga listrik tidak naik, tetapi pelanggan listrik rumah tangga 900W dicabut, sedangkan pelanggan listrik 450W tetap disubsidi,” terang Jonan menanggapi pertanyaan salah satu peserta.

Sedangkan ketika diajukan pilihan antara listrik murah atau energi ramah lingkungan dari salah satu peserta, Menteri Jonan menjawab bahwa tentunya keduanya sedang diupayakan oleh Pemerintah RI. Namun apabila diharuskan memilih salah satu, Menteri Jonan dengan lugas menjawab tentunya lebih memilih mengedepankan affordability bagi masyarakat. Beliau pun lalu menyampaikan bahwa salah satu target pemerintah saat ini adalah untuk menerangi 2500 desa hingga 2019. Pemerintah juga tengah mendorong agar harga listrik dapat semakin bersaing dan menjadi lebih terjangkau, khususnya bagi warga-warga yang kurang mampu.

Selepas dialog interaktif dengan para diaspora, Menteri Jonan juga masih menyempatkan waktunya untuk diwawancarai oleh Radio PPI Jepang, dimana Beliau juga menyematkan harapan yang tinggi agar para intelektual muda Indonesia dapat segera pulang dan berkarya untuk Indonesia. Menteri Jonan pun tak lupa menyampaikan apresiasi yang tinggi atas karya dan kontribusi teman-teman lewat wadah PPI dan bahkan menyampaikan bahwa salah satu putrinya juga menjadi Sekretaris Jenderal di salah satu PPI di Eropa. Semoga kunjungan Menteri Jonan dapat membawa banyak manfaat, khususnya bagi upaya Pemerintah RI untuk dapat mandiri secara energy. Tentunya para Diaspora Indonesia yang berada di Jepang pun siap berkolaborasi dan mendukung segala upaya yang dilakukan pemerintah, khususnya dalam hal kemandirian energi dan meningkatkan kerjasama dengan Jepang.

(Red, Theodorus Alvin / Ed, pw)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: