“Nasionalisme Sumpah Pemuda: Refleksi Kesejarahan, Proyeksi Masa Depan, Berbasis Internasionalisme”

“Sumpah Pemuda” pertama kali dicetuskan dan ditetapkan dalam Kongres Pemuda Kedua dengan dasar cita-cita akan kesatuan tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia. Pada hari Senin (24/10/16), PPI Dunia menghadirkan Pandu Utama Manggala (Ph.D di Tokyo, Jepang) dalam program Youth Forum bersama RRI Voice of Indonesia.

“Dari dahulu hingga sekarang, sumpah pemuda masih tetap dijunjung tinggi oleh para pemuda Indonesia. Perbedaannya hanya satu yaitu sumpah pemuda pada zaman dahulu diperlukan dalam perjuangan menggapai kemerdekaan, di mana pada zaman kini, semangat persatuan ini diperlukan dalam membangun Indonesia ke arah yang lebih baik,” papar Pandu.

“Nasionalisme harus diproyeksikan dalam internasionalisme, bukannya dipandang sebagai sesuatu yang terpisah. Internasionalisme bukanlah musuh dari nasionalisme. Semangat nasionalisme seperti yang ditumpahkan dalam sumpah pemuda sangat penting dalam mendukung segala aspek pemerintahan terutama sistem demokrasi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap mahasiswa yang juga menjabat sebagai ketua PPI Jepang periode 2016-2017 ini.

“Mengutip pidato Presiden Soekarno yang bahwa internasionalisme tidak dapat tumbuh subur tanpa adanya akar nasionalisme dan sebaliknya nasionalisme tidak dapat tumbuh subur, kalau tidak hidup dalam taman internasionalisme. Bersikap terbuka terhadap globalisasi merupakan suatu langkah terbaik dalam meningkatkan level Indonesia.”

Pada penuturan berikutnya, Pandu juga memaparkan bahwa Indonesia memiliki masa depan yang sangat cerah yang didukung oleh sistem demokrasi yang begitu kuat. Pemuda sudah membuktikan bahwa persatuan tidak hanya suatu retorika ideologi belaka melainkan harapan dan masa depan bangsa. Tantangannya sekarang adalah menjadikan Negara Indonesia yang lebih terbuka dalam kehidupan dunia dan menjaga identik negara dengan mempertahankan budaya Indonesia dihadapan masyarakat dunia.

Dalam pribadi pemuda Indonesia sendiri, percaya diri, ilmu pengetahuan, dan keterampilan merupakan bekal dan modal yang tepat untuk mempersiapkan kehidupan Indonesia yang lebih baik di masa depan. Sebagai contohnya adalah dengan belajar dan lancar dalam berbahasa Inggris. Hal ini tidak dapat menutup kemungkinan bahwa bahasa Inggris merupakan salah satu kunci untuk terjun ke dunia Internasional dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi dalam kancah Internasional. (Red CA/Ed Amir )

mamirsyarifuddin

I am M Amir Syarifuddin (M Syarifuddin), hailing from Indonesia. I am a social innovator and a future finance analyst. My passion lies in finding ways to help others achieve their goals and innovate in their fields of expertise. Currently, I am living in Kuala Lumpur, Malaysia and studying in International Islamic University Malaysia majoring International Economics. Over the last few years, I have seen the amazing things a diverse and motivated group of students can accomplish when they put their minds to a task. I love to play Badminton, Bowling, Baseball, Watching Movies, and hanging out with friends. I am a brownies lover and an ice cream freak. My best food of all time is “Mie Ayam Bakso” ever since I was in the middle school. My main aim in life is to extend my vision of the world, discover a new culture, learn to live with differences and dealing with new people.

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: