OKTOBERFEST: Festival Rakyat Terbesar di Dunia

Suasana Oktoberfest

Oktoberfest, atau yang dalam bahasa lokal disebut Wiesn, merupakan festival rakyat tahunan yang orisinilnya diadakan di kota Munich, atau München (bahas Jerman) atau Minga (bahasa Bavaria). Sekarang, banyak kota lain di dunia, bukan Jerman saja, yang mengadakan acara serupa, tapi tidak sebesar dan semeriah acara aslinya. Lebih dari enam juta orang dari seluruh dunia setiap tahunnya menyambangi festival yang sudah diadakan untuk ke-184 kalinya tahun ini. Omong-omong, walaupun namanya Oktoberfest, festival yang dikunjungi sekitar lima juta pengunjung tiap tahunnya ini sebenarnya dimulai dari kisaran pertengahan September sampai awal Oktober. Jadi, kalau mau berkunjung, jangan salah tanggal ya..

 

Sejarah festival ini bermula dari pesta pernikahan pangeran Bavaria Ludwig dan putri Theresia pada tahun 1810, raja pun mengundang seluruh rakyat di Munich untuk merayakan pesta pernikahan mereka di sebuah padang rumput luas yang diberi nama seperti sang permaisuri Thereseienwiese (padang rumput Theresia). Dari situ lah kata Wiesn berasal. Sampai sekarang, festival ini masih diadakan di lokasi tersebut. Jadi, bukan seluruh kota Munich.

 

Tipikal dari Oktoberfest adalah banyak tenda bir lokal, dimana pengunjung bisa menikmati makanan khas Bavaria (Schweinhaxe, Kaiserschmarrn, Schweinebraten, dll.) dan juga bir Bavaria yang terkenal, atau disebut Helles. Berhubungan tentang bir, harga bir di Oktoberfest itu biasanya lebih mahal dari bir di bar-bar lokal, kisaran 12€ atau seratus delapan puluh ribu rupiah untuk satu liter, dan biasanya bir di Oktoberfest sedikit lebih keras dari biasanya.

 

Terus, kenapa kalau lebih mahal, orang-orang masih ke Oktoberfest dibanding ke bar-bar lokal? Karena atmosfir di dalam tenda bir itu yang unik. Suasana yang seperti itu cuma ada waktu Oktoberfest. Orang-orang dari berbagai negara bisa bernyanyi dan menari, ada band lokal yang memainkan lagu lokal atau tradisional Bavaria, para pengunjung menggunakan pakaian daerah Lederhose (celana kulit untuk pria dan wanita) atau Dirndl (gaun tradisional untuk wanita). Tapi untuk bisa merasakan itu semua, pengunjung harus rela mengantri super pagi atau berharap ada tempat kosong di tenda, karena festival ini super penuh. Menurut para pekerja disana, para pengunjung yang datang pagi-pagi ini mau mengikuti ’Oktoberfest Marathon’, alias berlari-lari mengejar bir.

Pakaian tradisional Bavaria

Kalau di dalam tenda tidak ada tempat, pengunjung bisa ke Biergarten dari lokal yang bersangkutan. Itu merupakan tempat terbuka, tidak harus taman, dimana orang juga bisa duduk-duduk santai sambil ngobrol dan minum bir. Alternatif dari itu, ada namanya Oide Wiesn. Itu merupakan suatu daerah kecil di dalam Oktoberfest, yang biasanya tidak seramai daerah lain. Harga bir juga lebih murah, tapi pengunjung butuh tiket khusus untuk masuk ke Oide Wiesn.

 

Selain minum bir bersama teman-teman dan pengunjung lain, banyak jajanan khas, serta wahana permainan yang bisa dicoba. Ada merry-go-round, Ferris wheel, roller coaster, dll. Ada kios-kios yang menjual snack ringan, kue, boneka, souvenir, dan pakaian khas tradisional Bavaria. Kalau teman-teman tertarik membeli, harganya bervariasi dari puluhan hingga ratusan Euro.

Suasana malam Oktoberfest

Festival yang lamanya dua minggu ini punya tema tiap harinya. Tergantung hari, pengunjung bisa dapat korting harga, konser, perarakan, atraksi, dll. Omong‑omong kalau kalian berpikir, semuanya harus tentang bir sewaktu Oktoberfest, semua pengunjung sebenarnya juga bisa memesan minuman non-alkohol di setiap tenda seperti softdrink, jus, dll. Jadi, kalau pergi ke Oktoberfest, tidak berart harus pulang dalam keadaan mabuk.

 

Berminat untuk mengunjungi Oktoberfest? Ada beberapa informasi penting yang harus kalian perhatikan. Yang pertama, bagaimana cara pergi ke Munich? Karena Munich adalah salah satu kota besar di Jerman dan juga jadi tujuan banyak turis, transportasi menuju ke Munich sangat gampang. Pertama, bagi kalian yang berasal dari luar Jerman atau luar Eropa, pakai pesawat adalah solusinya. Via laman pencari tiket termurah ke Munich bisa langsung kalian genggam. Kedua, bagi kalian yang berasal dari dalam Jerman atau negara dekat Jerman seperti Austria, Italia, Ceko, Polandia, Swiss dan sekitarnya, bis dan kereta bisa jadi pilihan. Kunjungi laman penyedia jasa bus seperti flixbus.com atau goeuro.com dan laman penyedia jasa kereta seperti bahn.de atau ltur.de untuk mendapatkan tiket menuju ke Munich dengan harga lebih terjangkau daripada sang burung besi. Terakhir, sebuah moda transportasi yang jarang dilirik ataupun diketahui kawan di luar Jerman, mitfahren (nebeng). Melalui laman blablacar.de kita bisa menemukan orang yang menuju ke Munich pada tanggal tertentu dengan tarif tertentu lalu tinggal kontak orang tersebut untuk nebeng. Opsi ini akan sangat baik untuk kalian yang ingin merasakan sensasi lewat Autobahn tanpa batas kecepatan dan kesempatan ngobrol langsung dengan orang lokal, walau kebanyakan harus berbahasa Jerman.

 

Setelah sampai Munich, bingung mau tinggal di mana? Jangan takut, hostel maupun hotel bertebaran di Munich, mulai dari kelas melati sampai bintang lima semua ada sesuai budget kalian. Kunjungi laman aohostels.com dan jugendherberge.de untuk menemukan penawaran tempat tinggal murah di Munich, atau hubungi kawan kawan di Munich siapa tahu bisa memberikan penginapan secara murah.

 

Sudah sampai Munich, sudah dapat tempat tinggal tapi sekarang lapar? Banyak restoran dengan berbagai jenis masakan serta harga di Munich, sesuai dengan selera kalian. Mau makanan khas Bavaria lengkap dengan birnya? Kunjungi Lowenbräukeller di Stiglmaierplatz. Mau makanan halal? Kunjungi Antep Sofrasi atau Sara Restaurant di sekitaran Hauptbahnhof. Sayang Munich tidak punya kebab yang bisa dibanggakan seperti Berlin, tapi kami punya Currywurst halal di PommesFreunde, tersedia di Karlsplatz dan Pasing, cukup bilang saja mau Wurst halal, mereka pasti mengerti. Sudah kenyang? Waktunya keliling Munich dan menikmati perjalanan menggunakan sistem transportasi umum terbaik se-Jerman. Jangan lupa, rencanakan keberangkatan sedari jauh-jauh hari karena masa Oktoberfest merupakan masa paling susah mencari tiket ke dan penginapan di Munich. Tilik laman muenchen.de untuk informasi lebih lanjut tentang Munich, dan apabila ada pertanyaan bisa kontak PPI München di facebook.com/PPI.Muenchen.

Teman-teman PPI München di event Oktoberfest

Profil Penulis:
Rifki Surya adalah seorang mahasiswa Master Chemical Engineering di TU München, yang menjadi Ketua Divisi Hubungan Masyarakat PPI München periode 2017.

Zulfikar Adlan Nadzir adalah seorang mahasiswa Master ESPACE di TU München, sedang menjadi Ketua PPI München periode 2017.

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: