Onam Ashamsakal

Liputan India, Namashkaram dari India. Apa kabar semuanya? Saya Arcci, sedang terdampar di selatan India, tepatnya negara bagian Karnataka dan sedang ikut merayakan festival Onam yang jatuh pada 14 September 2016.

Onam adalah salah satu festival terbesar orang Kerala, negara bagian di India yang dipanggil “Gods own country.” Festival panen ini berlangsung pada bulan Chingam sekitar Agustus sampai September tiap tahunnya dan menandakan kembalinya Raja Mahabali ke Kerala. Festival atau hari raya? Festival, karena ini acaranya semua orang Malayali, sukunya negara bagian Kerala yang ada di Kerala, negara bagian lain di India juga di seluruh dunia tanpa pandang agamanya apa.

Jadi, meskipun saya kuliahnya di negara bagian Karnataka, saya masih bisa ikut merayakan karena sebagian besar mahasiswa di kampus saya adalah orang Malayali.

Apa saja yang dilakukan kalau di perayaan Onam?

Membuat pookalam dari bunga–bunga yang didesain khusus di halaman rumah jadi tradisi keluarga. Selain itu, mereka akan buat patung dari tanah liat yang disebut onathappam untuk memuja Dewa Onam. Vallam Kali, pertandingan perahu tradisional Kerala yang dihias meriah sambil membunyikan genderang dan menyanyikan lagu tradisioanl Malayalam. Pulikali atau tarian macan di mana para pria mengecat tubuhnya mirip dengan corak macan dan menari dari kuil mengelilingi kampung, dan tentu saja para wanita juga gak mau kalah, mereka menari sepanjang malam di acara thumbi thullal, disambung dengan atthachamayam pertunjukan seni tari lagu dan folk art lainnya sebagai acara penutupan, dan masih banyak lainnya. Ini semua adalah hal yang biasa dilakukan di 10 hari perayaan Onam. Nulisnya aja capek dan belibet, kalau gitu kita bahas yang sering dilakukan di kampus dan hostel saya aja ya. Yuk mari.

Seminggu sebelum Onam, biasanya paket makanan dari Kerala berdatangan. Ya, karena bulan ini bulan final exam jadi teman-teman nggak bisa mudik ke Kerala, makanannya aja yang datang. Hehehe.

Setelah paket makanan datang, lah dibahas lagi hehe. Saatnya mahasiswa Malayali bagi tugas buat Pookalam. Pookalam ini bentuk hiasan lantai yang dibuat dari potongan bunga dalam berbagai desain. Karena ada 4 batches di kampus jadi selama 4 hari berturut-turut kami bergiliran buat desain yang berbeda. Di depan mess kami buat yang kecil, dan di hari Onam kami buat yang besar di depan kampus. Nggak hanya Malayali aja yang buat, tapi semuanya ikut bantu.

Sehari sebelum Onam, saatnya … coba Saree, hehe. Soal pilah pilih saree dan perhiasannya jadi masalah krusial buat cewek–cewek Malayali yang terkenal dengan perhiasan emasnya. Mau pakai apa, saree atau settu mundu? Mau pakai jhumka, anting yang bentuknya seperti bel besar atau anting biasa. Saya ikutan dong, pakai settu mundu. Settu mundu adalah bentuk lain dari saree, kalau saree adalah satu helai kain yang panjangnya dari 7 sampai 9 meter atau lebih. Settu Mundu ini terdiri dari 2 helai kain. Kerala saree ini berbeda dengan saree lainnya di India. Warna dasar krem, dengan border emas buat pemakainya makin elegan. Desainnya yang simpel, buat semua orang pasti cocok pakainya. Gak percaya? Tuh lihat fotonya hehe. Oh iya, kalau yang cowok pakai kemeja dan lunghi, kain sarung yang desainnya khas Kerala, sama kaya saree-nya.

Kerala saree dengan warna dasar krem dan pinggiran emas. (Dok. Adhihayu Arcci Maharddhika)
Kerala saree dengan warna dasar krem dan pinggiran emas. (Dok. Adhihayu Arcci Maharddhika)

Masalah kostum selesai, sekarang menuju hal menyangkut perut orang banyak. Masak. Di perayaan Onam, setelah datang sembahyang dari kuil, seluruh anggota keluarga akan berkumpul di meja makan dan makan sadhya. Kalau di hostel? Ya kumpul di salah satu kamar atau mejanya mess hehehe.

Sadhya, makanan utama di perayaan Onam, menunya 26 macam dan bisa lebih. Dialasi daun pisang, semua menu diletakkan dalam porsi kecil, makannya pakai tangan. Semua menunya vegetarian. Jangan kecewa dulu, enak kok. Kalau versi hostel, 5 menu udah lebih dari cukup, makannya pakai piring. Gak sanggup masak banyak–banyak, kalau nekat metik daun pisang di halaman kampus bisa kena hukum, hehe.

Sadhya, makanan utama di perayaan Onam yang dialasi daun pisang. (Dok. Adhihayu Arcci Maharddhika)
Sadhya, makanan utama di perayaan Onam yang dialasi daun pisang. (Dok. Adhihayu Arcci Maharddhika)

Apa saja menunya, saya tulis yang teman–teman biasa masak ya. Ada Upperi alias keripik pisang, Sharkara Varati atau pisang sale, Manga curry atau acar mangga pedas, Naranga curry atau lemon pickle, Parripu curry atau kari daal, Chor alias nasi merah, Sambhar atau sup sayur dengan kuah kental, Pappadam si kerupuk lebar, Avial yang terbuat dari kubis wortel dan parutan kelapa, Poovan pazham atau pisang yang kecil, dan juaranya ya Pazham atau manisan nasi.

Duh nulisnya aja jadi lapar, kayanya cukup disini dulu, sadhya saya sudah panggil-panggil nih. Makan dulu ya, selamat menikmati foto sadya-nya, daaaah.

*Onam ashamsakal: Selamat hari Onam

*Namashkaram: Hallo (Digunakan di India Selatan, penggunaan sama dengan Namaste di India Utara)

(Red, Adhihayu Arcci Maharddhika/Ed, F)

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: