Pelajar Indonesia dipastikan Selamat dari Bencana Banjir di Sri Lanka

Liputan Sri Lanka,  Hujan badai yang mengguyur Sri Lanka sejak 14 Mei 2016 lalu telah mengakibatkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Akibat musibah ini 300 jiwa terpaksa diungsikan, dan hingga saat ini pelajar Indonesia dipastikan selamat dari musibah ini. Demikian disampaikan Moh. Didin Mas Khoirudin Ketua PPI Sri Lanka.

Curah hujan yang sangat tinggi mengakibatkan debit air sungai Kelaniya mengalami peningkatan, diperkirakan hal inilah yang mengakibatkan terjadinya banjir di sejumlah daerah Kolonnawa dan Wellampitiya.

“Dari pantauan kami di Ibukota Colombo curah hujan masih sangat tinggi, genangan air terjadi di beberapa area sehingga air luapan sungai Kelaniya mulai bergerak menuju kota Colombo,” jelas Didin.

Selain banjir, musibah tanah longsor juga menimpa beberapa desa di Distrik Kegalle. Dari data Disaster Management Center (DMC) Sri Lanka menjelaskan terdapat dua titik terparah, yakni di Kota Aranayaka dan Bulathkohupitiya.

BANJIR

Hingga berita ini diturunkan jumlah korban jiwa mencapai 41 orang, sedangkan 300.000 warga telah diungsikan ke 610 posko bencana yang disediakan oleh pemerintah Sri Lanka.

Sri Lanka Red Cross society bersama dengan Pemerintah Sri Lanka masih dalam tahap evakuasi dan pencarian 200 keluarga lainnya yang dinyatakan belum ditemukan hingga saat ini. Evakuasi sempat terhambat dikarenakan listrik yang padam semalam (Rabu, 18 Mei 2016).

Ahmad Febri Falahuddin salah seorang pelajar Indonesia di Colombo menjelaskan, pelajar Indonesia yang kuliah di Sri Lanka pada umumnya terpusat di ibukota Colombo, sehingga saat ini semua pelajar Indonesia dipastikan dalam keadaan selamat.

“ Kebetulan pelajar Indonesia beberapa ada yang belajar di Ibukota Colombo, dan pihak KBRI juga menghimbau kami untuk tidak melakukan aktifitas luar terlalu banyak selama cuaca ekstrim masih berlangsung,” jelas Fafan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari KBRI Colombo, hingga saat ini belum ada laporan adanya WNI maupun pelajar yang terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor, demikian disampaikan Atase Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) Paulus Langitan.

BANJIR3

“Selain Colombo pelajar Indonesia juga terdapat di wilayah Kelaniya, Jaffna dan Kalluthara. Semua daerah tersebut dilaporkan aman dari bencana banjir, kecuali Kelaniya yang sedang mengantisipasi luapan air dari sungai Kelaniya meluas dari Wellampitiya,” jelas Paulus.

Sehubungan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dengan curah hujan yang tinggi, diperkirakan potensi banjir dan longsor masih tinggi. KBRI menghimbau kepada seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di Sri Lanka agar senantiasa waspada. Meskipun belum ada korban jiwa, jika ada informasi terkait masyarakat Indonesia yang menghadapi masalah karena situasi ini, agar menghubungi KBRI Colombo di sarana komunikasi yang telah tersedia termasuk sosial media atau langsung ke nomor HP +94777900154. (Red. AFF, Editor. Dewi)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

%d bloggers like this: