Pembentukan AKTA

Liputan Yordania, pada 7 Oktober 2016 telah diterbitkan Surat Keputusan Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia kawasan Timur Tengah dan Afrika tentang pembentukan dan penugasan Aliansi Keputrian Timur Tengah dan Afrika (AKTA) periode 2016-2017.

Pergerakan AKTA bermula sejak tanggal 6 Mei 2016 dengan dibentuknya grup whatsapp beranggotakan perwakilan mahasiswi dari 12 negara di Timur Tengah dan Afrika, diantaranya, Afrika Selatan, Arab Saudi, Iran, Libya, Maroko, Mesir, Pakistan, Suriah, Sudan, Tunisia, Yaman dan Yordania.

Pada dasarnya, pergerakan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antarsesama mahasiswi kawasan Timur Tengah dan Afrika yang memiliki kultur khas serta mayoritas pendidikan berbasis agama Islam.

Tujuan ini kemudian berkembang menjadi keinginan untuk memberi kontribusi nyata bagi kemajuan para muslimah di Indonesia maupun di dunia melalui berbagai agenda yang akan bekerja sama dengan PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika serta PPI Dunia.

Inisiatif peresmian aliansi ini disampaikan saat rapat kawasan dalam rentetan agenda LPJ PPI Dunia 2015-2016, pada tanggal 27 Juli 2016 di ruang Bhinneka, KBRI Kairo dan disetujui oleh semua pihak yang turut hadir. Saat ini, anggota AKTA tersisa di sebelas negara (kecuali Libya, Lebanon, dan Uni Emirat Arab) dengan jumlah mencapai 1500 pelajar putri dan mahasiswi Indonesia.

Sebuah kesyukuran atas hadirnya AKTA di tengah maraknya problematika wanita yang terjadi baik di Indonesia maupun di dunia.

“Kami berharap, semoga AKTA dapat mengoptimalkan peran mahasiswi Indonesia di Timur Tengah dan Afrika sebagai duta bangsa untuk menjawab problematika tersebut serta memberi kontribusi nyata untuk agama, bangsa dan dunia. Kami turut haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PPI Kawasan Timteng dan Afrika serta PPI Dunia atas dukungan dan arahannya hingga AKTA resmi menjadi bagian dari pergerakan PPI Dunia,” ujar pengurus AKTA.

(Rahmah Rasyidah/F)

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: