Pembinaan Bela Negara Di KBRI Tokyo

TOKYO, 15 Oktober 2017. Perwakilan dari Kementerian Pertahanan berkunjung ke Tokyo dan mengadakan pembinaan tentang konsep bela negara kepada WNI di Tokyo. Mayoritas hadirin adalah murid-murid Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT), meski ada juga mahasiswa dan orang dewasa.

Inti dari acara pada hari Minggu pagi disampaikan oleh Laksma TNI Dr. M. Faisal, S.E, M.M, selaku Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan. Konsep bela negara sendiri sebenarnya tertuang dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Disebutkan pada pasal 9 ayat 1, bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara”. Lalu dalam ayat 2 dilanjutkan dengan “Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, sebagaimana disebut dalam ayat (1) diselenggarakan melalui: a. pendidikan kewarganegaraan; b. pelatihan dasar kemiliteran secara wajib; c. pengabdian sebagai Tentara Nasional Indonesia secara sukarela atau secara wajib; d. pengabdian sesuai dengan profesi”.

Sebagai bangsa Indonesia, terdapat empat pilar penyokong yang dirumuskan oleh para pendiri. Empat pilar tersebut adalah: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Segala tindak laku serta pemikiran kita sebagai bangsa haruslah merujuk kepada empat asas tersebut. Keempat asas ini kemudian diterapkan lebih jauh lagi ke dalam konsep yang disebut wawasan kebangsaan. Pengertian dari konsep wawasan kebangsaan singkatnya adalah, kesadaran seseorang akan jati dirinya sebagai bagian dari sebuah bangsa yang berkelanjutan ke dalam tingkah lakunya serta cara pandangnya yang sesuai dengan falsafah suatu bangsa. Sebagai bangsa yang majemuk, sudah sepatutnya kita berperilaku adil dan terbuka dalam menerima perbedaan. Ini sesuai dengan pengertian Bhinneka Tunggal Ika yang bermakna berbeda-beda namun tetap satu jua. Menerima perbedaan hanyalah satu hal yang diinginkan oleh para pendiri bangsa ini, tentunya banyak hal yang harus kita perbaiki untuk menjadi bangsa yang dewasa.

Penyerahan Plakat oleh Dubes Arifin Tasrif

Dari pemikiran suatu bangsa, lama-kelamaan muncul suatu negara. Dimulai dari bangkitnya organisasi pemuda Budi Utomo pada 1908, lalu Sumpah Pemuda tahun 1928, hingga proklamasi kemerdekaan pada 1945 adalah beberapa proses terciptanya Republik Indonesia seperti sekarang ini. Laksma M. Faisal menyampaikan bahwa, negara sendiri layaknya suatu entitas; negara adalah makhluk hidup yang harus dirawat. Misalnya, sebagai bangsa yang bernegara, kita harus membela kedaulatan negara, membela keutuhan wilayah, serta menjaga keselamatan bangsa. Seandainya terdapat ancaman kepada Indonesia, terdapat hal yang disebut Sistem Pertahanan Semesta. Dengan sistem ini, semua sumber daya nasional haruslah dikerahkan. Tentunya kita tidak harus menunggu ancaman terlebih dahulu jika ingin bergerak. Ketika menghadapi suatu permasalahan, kita harus bertindak dengan tepat dan cepat demi meredamnya. Pendidikan bela negara ini tidaklah selalu tentang berperang melawan musuh, tetapi lebih kepada pengembangan karakter seseorang sesuai dengan empat pilar kebangsaan.

Tidak harus menjadi tentara untuk mengabdi kepada negara. Sebagai pelajar, belajar dengan serius juga sudah cukup untuk mengabdi. Sebagai pekerja, dengan berkonsentrasi terhadap pekerjaan dan memberikan hasil terbaik juga sudah cukup. Pada dasarnya, apapun yang sedang kita kerjakan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh agar kelak dapat memberi hasil yang memuaskan serta hal tersebut juga dapat mengangkat jati diri Indonesia lebih tinggi lagi. Apabila seluruh warga negara dapat berpikir demikian dan juga benar-benar dapat bertindak semestinya, pastinya Indonesia akan menjadi lebih hebat lagi dari saat ini. Jadi, pastikan untuk selalu bersungguh-sungguh dalam bidang apapun yang sedang digeluti.

Penulis: Theodorus Alvin

Editor: Kartika Restu Susilo

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: