Pengajian Masyarakat Indonesia “Sholat dan Silat, Akses Menuju Kesehatan Jasmani dan Rohani!”

Setelah beberapa bulan mengalami kevakuman, tepat pada hari Jumat tanggal 21 Oktober 2016 penanggung jawab agenda pengajian masyarakat Indonesia kembali digelar. Agenda yang biasanya diadakan sebulan sekali ini terpaksa molor hingga kurang lebih 3 bulan vakum.

whatsapp-image-2016-10-22-at-12-10-09-1
Dari kiri : Ust. Sopiandrizal, Lc, Bapak Dubes LBBP RI Tunisia Rony Prasetyo Yuliantoro, dan Ust. Azzimam Aulia Arrahman, Lc. Sumber foto : Kominfo PPI Tunisia 2016

Jum’at sore dirasakan tepat untuk mengadakan acara pengajian masyarakat Indonesia, mengingat bulan ini masyarakat Indonesia kedatangan tamu yang cukup banyak, diantaranya adalah tim dosen program ARFI Kemenag 2016, pengajar program bahasa Indonesia, dan juga tim pencak silat.

Selain kehadiran tamu yang membuat suasana guyub semakin gayeng dan ramai, malam sabtu juga tepat untuk berkumpul diantara masyarakat Indonesia. Mengingat besok sabtu bagi kebanyakan masyarakat Indonesia yang bekerja mendapatkan hari libur sehingga agenda kumpul bersama masyarakat Indonesia dapat berlangsung dengan ramah dan santai. Dan meski sampai agak malam, namun kehangatan kekeluargaan tentu sangat didambakan di tanah perantauan ini.

Kali ini, judul “Sholat dan Silat, Akses Menuju Kesehatan Jasmani dan Rohani” menjadi tema pengajian. Sebagai pembicara, dua ustadz muda alumni azhar; Azzimam Aulia Arrahman, Lc. & Sopiandrizal, Lc berduet menyampaikan materi. Begitu menariknya tema pengajian ini sampai Bapak duta besar LBBP RI untuk Tunisia pun terlihat khusuk menyimak, sembari sesekali menganggukan kepala tanda setuju dengan materi yang disampaikan.

Ruang Nusantara KBRI Tunisia yang tidak terlalu luas terlihat sangat sempit disesaki masyarakat Indonesia, para staff KBRI & sekeluarga, Tamu Tim Dosen ARFI 2016, Pegawai Medco & Keluarga, juga teman-teman mahasiswa PPI.

Walaupuan berjalan cukup lama yaitu sekitar satu jam, pengajian masyarakat Indonesia yang dimulai sejak pukul 19.30 tidak membuat hadirin beranjak dari tempat duduknya. Mengingat beberapa kali dua ustadz memberikan materi dalam bentuk video serta praktik silat yang sangat berkaitan dengan sholat, tidak melulu ceramah. Sehingga hadirin tidak merasa bosan.

Menurut Ust. Sopiandrizal, Lc., ibadah sholat dalam rukun Islam itu ibarat pisau yang tumpul dan dapat diasah dalam pencak silat. Hal ini mengingat ada beberapa gerakan dalam sholat yang dapat digunakan untuk menghindar atau menyerang seperti halnya dalam pencak silat. Namun tentu gerakan sholat bukan ditujukan untuk silat, atau sekedar tujuan kesehatan saja.

Setelah ditutup do’a oleh Ust. Azzimam Aulia Arrahman, Lc, pengajian masyarakat Indonesia dilanjutkan sajian jasmani santap malam bersama, menciptakan momen laksana keluarga besar ketika di tanah air dulu. Alhamdulillah.[KhR/AJU]

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: