PERMIRA Moscow Sukses Menggelar Pentas Budaya Bertajuk “Pelita Cinta Nusantara”

Liputan Rusia, Sabtu (21/05/2016) PERMIRA Moscow sukses menggelar perhelatan budaya terbesar di Moscow yang bertajuk “Pelita Cinta Nusantara”. Acara yang diselenggarakan di salah satu kampus terbaik di Rusia ini disambut hangat oleh para hadirin.

Para hadirin dan tamu undangan yang hadir  bukan hanya dari masyarakat Indonesia ataupun Rusia itu sendiri akan tetapi dari berbagai negara turut hadir untuk memeriahkan acara tersebut seperti negara-negara ASEAN seperti Malaysia,Thailand, Myanmar, Vietnam. Sedangkan negra-negara lain di Afrika juga banyak yang hadir seperti Morocco, Ghana, Nigeria, Kenya serta negara-negara di Amerika Latin juga seperti Meksiko, Brazil dan lain-lain.

Tujuan dari acara ini untuk meningkatkan solidaritas di dalam lingkup pelajar Indonesia sendiri sekaligus mengenalkan budaya Indonesia ke penjuru dunia juga meningkatkan solidaritas para pelajar dari berbagai negara yang sedang menempuh studi nya di Rusia untuk bisa menghargai dan meningkatkan pengetahuan masing-masing negara.

Diawali dengan kata sambutan dari Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di Moscow saudara Garin Yudha Primaditya untuk membuka acara ini dan dilanjut dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Bapak Wahid Supriyadi sebagai duta besar Indonesia untuk Rusia.

Bapak Wahid Supriyadi sebagai duta besar Indonesia untuk Rusia
Bapak Wahid Supriyadi sebagai duta besar Indonesia untuk Rusia

“Saya sangat berterima kasih kepada panitia karena telah menyelenggarakan acara ini dan respon yang diterima juga sangat positif. Acara ini akan lebih sangat berdampak akan hubungan Indonesia dan Rusia itu sendiri dan tentunya negara lainnya. Saya harap kedepannya acara seperti ini akan tetap dilaksanakan di berbagai kota di Rusia,” Ucap Bapak Wahid Supriyadi selaku duta besar Indonesia untuk Rusia.

Acara ini juga ingin menunjukkan kepada semua orang jika Indonesia memang negara yang kaya akan budaya dan memang kental dengan ciri khasnya bahkan tiap kota memiliki budayanya masing-masing, selain daripada itu acara ini turut menampilkan berbagai tarian dari negara-negara lain seperti Turkey, Peru, Sri Lanka dan Cina.

13221150_502303886641507_1298295670090875869_o

Dari berbagai macam tanggapan yang ada salah satunya dari Brenda Eleblu asal Ghana “saya melihat banyak budaya yang berbeda di asia khususnya di Indonesia, itu sangat indah dan acara yg beraneka ragam saya juga memiliki kesempatan untuk memakai baju adat Indonesia dan itu sangat tidak terlupakan,” ucapnya dengan penuh antusias.

Momen bersejarah ini tepat dirayakan setelah diselenggarakannya ASEAN-Russia summit di Sochi Russia pada 19 – 20 Mei kemarin. Pada momen tersebut Indonesia dan Rusia menandatangani 5 kerja sama di ASEAN-Russia summit di berbagai bidang seperti minyak, pariwisata, perkeretaapian, teknologi dan pertahanan. Jadi antusiasme orang-orang juga masih tentang hasil kerja sama kedua pihak dan merupakan salah satu pertemuan terbesar di Rusia juga pada tahun 2016.

13220949_501915983346964_9175927536997276888_n

13221329_502309919974237_7018196680360420985_o

 

 

 

 

 

Acara ini juga dihadiri oleh rombongan pejabat dari provinsi Kalimantan Timur dan Bapak Awang Faroek Ishak selaku gubernur Kalimantan Timur ini memberikan kata sambutannya yang cukup menarik tentang bagaimana hubungan Rusia dan Indonesia. Beliau menekankan tentang hubungan provinsi kalimantan dengan Rusia yang setiap tahun pemerintah Kalimantan memberikan beasiswa sekitar 50 orang per tahun untuk belajar teknik railway agar bisa dijadikan sumber daya manusia yang kompeten dan dapat bersaing jika pulang balik ke kampung halaman.

Bapak Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalimantan Timur

“Provinsi Kalimantan dan Rusia akan tetap menjalin kerja sama di bidang pendidikan dan tahun ini Kalimantan berencana mengirim 50 orang lagi untuk belajar teknik railway construction dan acara ini akan lebih memperkenalkan budaya Indonesia di dunia,” Ucap Bapak Awang selaku gubernur Kalimantan Timur.

Project kereta api yang rencana akan selesai pada tahun 2019 di Kalimantan yang merupakan hasil kerja sama kedua negara merupakan alasan pengiriman mahasiswa Indonesia setiap tahunnya untuk belajar bidang tersebut. Tarian dari Ambon, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur semua ditampilkan dalam acara yang berlangsung selama hampir 9 jam ini. Acara ini berjalan sukses dan merupakan pencapaian terbaik para pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi nya di Rusia. (Red. JLU, Editor. Dafi)

You May Also Like

%d bloggers like this: