Pernyataan Resmi PPI Dunia Terhadap Tulisan Saudara Billy Mambrasar Terkait Diskusi Online Dalam Wadah Grup Terbuka Tim Kajian Papua PPI Dunia

Pada hari Kamis, tanggal 9 Maret 2017, atas nama PPI Dunia dan Tim Kajian Papua PPI Dunia menyatakan klarifikasi mengenai tulisan yang telah dibuat oleh Saudara Billy Mambrasar dan telah di posting di media Kompasiana sebagai berikut:

1. Tim Kajian Papua PPI Dunia adalah salah satu tim kajian di PPI Dunia yang membahas mengenai isu-isu Papua. Anggota dari Tim Kajian Papua dipilih melalui seleksi terbuka yang berisikan mahasiswa perwakilan PPI Negara dan mahasiswa di Indonesia.

2. Tujuan pembentukkan Tim Kajian Papua PPI Dunia untuk memberikan kontribusi nyata terhadap Papua dan Indonesia.

3. Sesuai Visi dan Misi Tim Kajian Papua PPI Dunia 2016–2017 maka kegiatan yang dilaksanakan adalah :
– Menghasilkan dan mengadakan kajian seputar isu Papua
– Membuat tulisan dari hasil kajian tersebut
– Mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dari Papua

4. Salah satu program kerja di Tim Kajian Papua PPI Dunia adalah kajian online berupa grup Whatsapp. Dibuat pada tanggal 20 January 2017 dan berisikan pemateri dari anggota Tim Kajian Papua PPI Dunia dan kurang lebih 100 orang peserta bebas, bersifat umum dengan berbagai macam latar belakang.

5. Hasil dari diskusi online melalui Whatsapp grup pada tanggal 20 January 2017 adalah notulensi resmi yang telah dikeluarkan oleh Tim Kajian Papua PPI Dunia dan telah di publikasikan di website PPI Dunia.

6. PPI Dunia dan Tim Kajian Papua PPI Dunia mengucapkan terima kasih atas masukan Saudara Billy Mambrasar mengenai pembahasan isu Papua.

7. PPI Dunia dan Tim Kajian Papua PPI Dunia berharap isu ini tidak menjadi suatu kontra produktif terhadap visi misi dibentuknya Tim Kajian Papua PPI Dunia.

8. PPI Dunia dan Tim Kajian Papua PPI Dunia menegaskan untuk senantiasa berkomitmen membangun Papua dan Indonesia dan siap untuk menerima saran dan kritik yang membangun.

9. PPI Dunia dan Tim Kajian Papua PPI Dunia berusaha merangkul semua mahasiswa Indonesia, khususnya pelajar dari Papua, dalam program seperti Diskusi Online dan Adik Papuaku (sudah mencapai 80 orang asli Papua yang mendaftar). Namun ketika diadakan open recruitment untuk Tim Kajian Papua PPI Dunia 2016-2017, teman-teman Papua yang mendaftar masih terbatas.

10. PPI Dunia melalui Koordinator PPI Dunia dan PJ Tim Kajian Papua PPI Dunia sudah kontak secara langsung dengan Saudara Billy Mambrasar.

11. Tulisan yang dipublikasikan oleh Saudara Billy Mambrasar bersifat personal, tidak ditujukan kepada anggota resmi Tim Kajian Papua PPI Dunia dan organisasi.

Demikian pernyataan resmi ini kami buat. Atas perhatian dari semuanya kami ucapkan terima kasih.

 

Hormat Kami,
PPI Dunia

 

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

27 thoughts on “Pernyataan Resmi PPI Dunia Terhadap Tulisan Saudara Billy Mambrasar Terkait Diskusi Online Dalam Wadah Grup Terbuka Tim Kajian Papua PPI Dunia

  1. Saya tidak lihat makna dari klarifikasi ini… untuk apa? jika setelah membuly masih tak ada permintaan maaf kepada saudara Billy, seolah ingin menyelamatkan muka tanpa melihat siapa dan mengapa yg dibully…

    1. Sy setuju Mas Jospeh.. sy pun sdh baca isi tulisan sdr. BILLY.. klu memang ingin diklarifikasi tp kok Dlm klarifikasi ini tdk ada pernyataan klarifikasinya yah? Peminatan maaf dr yg buly misaalnya, dll..

  2. Setuju dengan komen2 di atas.. Saya juga tidak melihat korelasi dan makna dari pernyataan klarifikasi ini..
    😥😥

  3. Dengan membawa nama organisasi “perhimpunan pelajar indonesia” dan embel-embel “sedunia” kalian merasa berhak mem-bully pemuda Papua yang ingin sekadar menyampaikan pendapatnya. Kalian yang membully, sepintar apapun kalian, tidak lebih dari sekadar pecundang yang kebetulan bisa sekolah tinggi. Sodara Billy sudah menyampaikan bahwa dia memiliki pengalaman di lapang – sebuah laku mulia orang-orang cerdik pandai yang peduli sesama memang seharusnya turun di akar rumput. Dalam artikelnya dia juga menulis dengan sangat baik dan rendah hati. Kalian harusnya juga rendah hati untuk menerima saran dan masukan darinya, bukan mem-bully-nya.

    Pernyataan resmi kalian ini juga sama sekali tidak menjawab apapun, tak jelas tanggapan apa dari pernyataan Billy yang mana. Kalian hanya terpaksa menulis setelah muka kalian tercoreng aib yang kalian buat sendiri. Hormatilah Papua dan Rakyatnya!

  4. Curahan Hati Seorang Papua : Setelah Di”bully”, Kami Disalahkan oleh PPI Dunia “Kajian tentang Papua”

    saya meragukan pernyataan resmi itu dibuat oleh mahasiswa yang katanya berpendidikan tinggi apalagi kuliah di luar negeri. Perhatikan struktur dan isi tulisannya, tidak ada kata yang lebih baik dari kata berantakan. Terlihat sekali tulisan dibuat secara tergesa-gesa tanpa menyentuh esensi masalah karena hanya ingin membersihkan tangan yang terkotori oleh anggotanya. Selamat anda-anda yang duduk di PPI Dunia, hampir berhasil.

    http://www.kompasiana.com/enoswaromi/curahan-hati-seorang-papua-setelah-di-bully-kami-disalahkan-oleh-ppi-dunia-kajian-tentang-papua_58c1a8a0a7afbdf834d61475

  5. kok defensif sekali ya? apa anda (ppi dunia) merasa diserang oleh tulisan dari sdr billy? alih-alih memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi pada forum tersebut dan bagaimana untuk menyelesaikanya, “klarifikasi” ini justru terkesan bahwa ppi dunia tidak mau tau bahwa apapun yang terjadi forum kajian papua tersebut harus tetap berjalan dan jelas sikap seperti itu sangat kontraproduktif dengan visi misi anda sendiri

  6. PPI Dunia, sebanyak apapun klarifikasi yang kalian tulis, kalau kalian tidak minta maaf, kalian cuma jadi gong yang berkumandang kemudian kafilah berlalu.

  7. Tim kajian papua yang di buat oleh ppi dunia ini ,tidak lebih dari pecundang .Mereka seolah cuci tangan atas kasus bulying yng terjadi ,saya catat nama leonardo simamora yang katanya kerja di manokwari .saya tunggu kamu di manokwari ,kita buktikan apakah kamu benar2 memahami masalah papua ,yang kamu buat seolah2 kamu lebih hebat di dunia ini.kawan ,kami memang tak sehebat kalian ,tapi fakta di lapangan tidak bisa kita bohongi,kami berpegang pada data (fakta) ,kamu hanya mampu berteori belaka. Sangatlah memalukan bila forum yang baik ini di isi oleh orang2 yang sombongnya minta ampun ,walaupun kita belum tau isi otaknya apa dan lebih memalukan lagi kalau kuliahnya di luar negeri.Saran saya ppi dunia lebih selektif lagi dalam penjaringan anggota untuk duskusikan tema ini,dari pada memperburuk citra ppi dunia yang katanya isinya semua orang2 terpelajar itu.
    #stopbulyng#kitongbisa#sapapua#

  8. Ini klarifikasi paling gak jelas yg saya pernah lihat. Kalian kan terpelajar semua, klarifikasi dong isi whatsapp dengan nada kasarnya.. Ini malah klarifikasi apaan gak jelas.

  9. Bubarin ajalah ini kajian kajian Papua. Kami Papua gak butuh kalian yg suka membully. Jangan-jangan main ke Papua aja kalian belum pernah.

  10. Mau membantu Papua jangan aktif hanya di group whatsapp tanpa turun lapangan, jadinya ya begini anggotanya merasa besar, ketika ada kritik yg datang langsung panas dan asal membully, setelah merasa terdesak seperti ini, nama PPI taruhannya, barulah klarifikasi kiri kanan, sementara orang2 yg merasa hebat didalamnya masih saja tetap merasa paling hebat. Anggotanya disuruh belajar lagi ya dari bpk. Billy Mambrasar. Jangan nama doang kajian tentang Papua dipake, biar elihatan ada perhatian buat Papua, PPI Dunia lagi.
    Ckckck

  11. Terkait dengan surat pernyataan PPI Dunia, terima kasih atas klarifikasinya. Poin menarik ada di poin 9 yaitu “Namun ketika diadakan open recruitment untuk Tim Kajian Papua PPI Dunia 2016-2017, teman-teman Papua yang mendaftar masih terbatas”, halus sekali anda mengucapkan bak anggota DPR, bukankah anda-anda ingin mengucapkan bahwa jarang yang mendaftar di tim kajian papua PPI dunia bukan? Setelah anda membully saudara kami yang dimana menunjukkan fakta-fakta lapangan dan berakhir dengan sanggahan kalian setelah itu membully kami. PPI Dunia menyalahkan kami, karena yang ikut terlibat di kajian itu terbatas (baca : sedikit). Ketahuilah, saya sendiri baru mendengar PPI Dunia karena menyinggung masalah kami. Sehingga PPI dunia menyalahkan kami enggan bergabung, padahal informasi saja tidak pernah kami dapatkan. Maka hentikanlah omong kosong itu.

    Oleh sebab itu, jika dirasa tidak ada atau sedikit orang papua yang bergabung maka saya meminta dengan hormat BUBARKAN tim kajian papua karena bagaimana bisa anda-anda semua mengetahui pokok permasalahan tanpa ada orang yang pernah hidup di tanah itu. Saya sangat mengapresiasi kepedulian teman-teman yang hidup di daerah barat. Tetapi masalahnya anda hanya akan membuang-buang waktu dengan ke-sotoy-an anda mengenai papua. Bubarkan tim kajian tersebut, karena ke-sok tau-an anda, hanya akan menyesatkan pandangan orang-orang mengenai tanah papua.

    Jika anda peduli, datanglah ke tanah papua, dan lihatlah sendiri dengan mata anda sendiri bukan di layar kaca dan janganlah hanya melihat keindahan dan elok-nya raja ampat kami. Lihatlah kedalam, agar mata hati anda terbuka. Bagaimana Pemerintah lari dari tanggung jawab bertahuntahun, suku-suku di Papua tidak pernah di bangun. Saat pembagian emas, nomor 1 paling depang, mengisi perut-perut buncit orang Jakarta dan Senayan saja.

    Sebagai mahasiswa kita mengenal namanya how to recover a problem yaitu memperbaiki yang ada dan memastikan tidak terulangi lagi. Saya meragukan yang menulis adalah mahasiswa karena tidak ada satu poin pun yang membahas mengenai hal-hal yang harus dilakukan untuk menanggulangi kesalahan tidak terulangi kembali. Apakah benar PPI Dunia berisikan mahasiswa? Bahkan kata maafpun tidak ada

  12. Saya hanya akan menunjukkan kesalahan tata bahasa dalam klarifikasi ini.
    1. Pembentukkan? Seharusnya pembentukan.
    Sudah dipelajari dari zaman SMP, jadi seharusnya sudah pakem penggunaan imbuhan.
    2. January? Luput dari editing?
    3. Di publikasikan seharusnya dipublikasikan. Baca-baca lagi peraturan penggunaan di sebagai imbuhan dan kata depan.
    Ini kesalahan tata bahasa yang masih terjadi di kalangan kenalan saya juga. Semoga tata bahasa yang salah ini tidak kalian tunjukkan dalam karya-karya ilmiah berbahasa Indonesia ya.

  13. Membuat kajian ttg Papua pasti banyak manfaatnya. Tapi sebagai akademisi, sepantasnya teman-teman yang akan membuat kajian paham bahwa menghormati pendapat orang lain adalah salah satu nilai penting.

    Tindakan bullying yg terjadinya rasanya jauh sekali dari pemahaman tersebut. Dan permintaan maaf yang jelas akan sangat menunjukkan itikad baik teman-teman PPI thd Saudara Billy. Sambil belajar utk memperbaiki cara berpikir dan pilihan kata tentunya.

    Salam

  14. rilis klarifikasi yang tidak menyelesaikan akar masalah. dari tulisan sdr billy sampai bantahan si emilia menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa “yang mengaku” terpelajar yg tidak mengedepankan asas open-minded dlm berdiskusi, merasa paling benar, dan menganggap perilaku diskusi seperti itu hanya selesai lewat maaf dan kemudian berpotensi terulang lagi di lain hari.
    ini pendapat saya, kalau cuma cari beasiswa, bangga bisa sampai S2, tapi kelakuan seperti itu, jangan muluk2 bicara pembangunan bangsa, MEMALUKAN.
    mari dari sekarang berintrospeksi, dari diri sendiri dari yang paling kecil.

    ‘karena satu aksi lebih baik daripada 1000 kata-kata”

    salam,
    mantan anggota KM ITB (Kebanyakan Mengkaji Itu Tidak Baik)

  15. Ini niat bikin klarifikasi ndak sih? Kalau cuma “kontak secara personal ke saudara Billy” lalu apa? Penyelesaiannya apa? Dan apakah ke depan akan ada jaminan buat saudara2 kita yg dari Papua untuk tidak mendapat perlakuan seperti yg dialami saudara Billy lagi?

    Lalu oknum2 yg disebut sok pintar itu ndak merasa bertanggung jawab secara moral untuk bikin klarifikasi juga? Hanya berani sembunyi di grup Whatsapp dan Profil Linkedin? Sampeyan ini semua pelajar loh. Sebaik-baiknya orang terpelajar adalah orang yg punya pikiran terbuka, kritis, dan siap untuk berdebat secara ilmiah. Hanya diminta data saja sudah langsung pake kartu “emangnya lo ngga tau gue siapa?”, sampeyan masih merasa pantas disebut kaum terpelajar? Sorry to say, kalian semua bangsat.

  16. It doesn’t address the worrying snobbery of the so-called Tim Kajian Papua at all. Why? Perhaps the snobbery is rooted in the whole institution. Perhaps snobbery is the way PPI works?

    Dear PPI, please try to reassess your solutionism and claim of expertise, we don’t want people like you claiming expertise over the land of Papua. Dear Billy, thanks for showing us how PPI handle PR crisis. It is really bad, clarifying without even addressing the most important point, apologizing to Billy!

    Oh and that Leonardo guy who feel that other people are indebted to recognize him. Oh my… That’s just… Pathetic. Have some humility people. Shame on you PPI for taking side with such a counterproductive attitude.

  17. ppi dunia suwanggi, solusi papua satu Merdeka goblok…org diinvasi dan dianeksasi masih sok baku tawar, membeli hati orang Papua

Leave a Reply

%d bloggers like this: