Pertemuan Mahasiswa SRC dengan Orang Terkaya ke-120 di Dunia di Al Wataniya Poultry

Liputan Arab Saudi – Di hari Ahad, 15 Januari 2017, kami mahasiswa Sulaiman Al Rajhi Colleges (SRC) berkesempatan untuk mengunjungi Al Wataniya Poultry di daerah Bukayriyyah, Qasssim. Rencana berkunjung sudah ditentukan beberapa hari sebelum keberangkatan oleh pihak kampus. Tidak semua mahasiswa SRC  turut serta dalam kunjungan ini, hanya mahasiswa dari Indonesia dan Ghana. Tujuannya adalah bertemu dengan pendiri dan pemegang saham Al Wataniya Poultry serta meninjau bagaiamana perusahaan mereka bekerja.

Al Wataniya Poultry merupakan peternakan ayam dan telur terbesar di Kerajaan Arab Saudi. Didirikan pada tahun 1977 yang menargetkan hingga 25 juta ayam per tahun pada saat itu. Al Wataniya Poultry seakan-akan merupakan kota kecil yang dibangun di tengah tengah kota Bukayriyyah. Menurut Informasi yang kami dapatkan bahwa terdapat sekitar 6 ribu pekerja yang bekerja di perusahaan ini. Pandangan kami seakan akan tak pernah lepas dari tempat ini karena betapa luasnya lahan Al Wataniya Poultry. Dalam kunjungan ini, kami didampingi langsung oleh Rektor Sulaiman Al Rajhi Colleges, Dekan Fakultas Kedokteran dan Dr Alorainy dari Consultant Academic of Scholarship. Kami berangkat dari kampus ba’da dzuhur dan perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam.

Setibanya di sana kami langsung disambut oleh petugas untuk diantarkan bertemu dengan pendiri Al Wataniya Poultry. Ya, beliau adalah Syaikh Sulaiman bin ‘Abdil ‘Aziz Al Rajhi seorang pengusaha yang sangat kaya. Nama beliau sangat dikenal di Kerajaan Arab Saudi ini. Beliau memiliki 12 aset perusahaan di Saudi Arabia. Majalah Forbes 2011 memasukan beliau ke dalam orang terkaya ke 120 di dunia. Dengan kekayaan sekitar 70 triliun rupiah. Kekayaannya tidak membuat beliau lupa akan pentingnya berbagi. Dalam website resmi perusahaan Al Wataniyah Poultry, beliau saat ini mendonasikan seluruh kekayaannya di 10 sektor kehidupan, baik itu agama maupun sosial.

Setelah sampai di sebuah rumah yang tidak berukuran besar, kami dipersilakan untuk masuk. Tampak dari kejauhan Syaikh Sulaiman Al Rajhi yang memang sudah sangat sepuh usianya akan tetapi masih terlihat segar dan sehat. Kami berkesempatan berjabat tangan dan mencium kening beliau. Ruang pertemuannya seakan-akan bak pertemuan raja raja, sangat mewah dan modern. Setelah kami disambut langsung oleh syaikh sulaiman al rajhi. Kami pun dipersilakan untuk duduk dan mencicipi kurma dan kopi khas Saudi. Acara pertama dimulai dengan pembacaan ayat ayat al qur’an dari perwakilan Indonesia dan Ghana. Kemudian pidato singkat atas ucapan rasa terima kasih dan visi kedepan selama kuliah di Sulaiman Al Rajhi dengan menggunakan bahasa arab dari perwakilan Indonesia dan Gana. Selanjutnya adalah sambutan langsung dari Syaikh Sulaiman Al Rajhi. Dalam sambutannya, beliau memberikan nasehat yang sangat indah kepada kami.

“Wahai anak anakku, semua yang kalian raih saat ini merupakan kehendak Allah bukan karena fulan dan fulan. Dan berterima kasihlah kepada Allah untuk hal itu. Dan wajib atas kalian untuk bersyukur kepada Allah Rabbul ‘alamin. Dan kemudian wajib atas kalian untuk beribadah dan taat kepada-Nya. Sesungguhnya keberadaan kalian di sini adalah untuk mengabdi kepada ummat. Bersungguh sungguhlah dalam mengejar impian itu. Dan yang kedua adalah jangan jadikan semua itu luput dari kalian menuntut ilmu serta berdakwah kepada Islam. Pelajarilah oleh kalian aqidah Nabi yang murni. Karena ini merupakan pondasi yang sangat penting….”

Setelah beliau selesai memberi nasehat, kami diajak untuk makan siang bersama. Sebuah kehormatan bisa bersama sama makan dengan beliau serta jajaran Sulaiman Al Rajhi Colleges. Kami disuguhi begitu banyak makanan dan minuman, layaknya jamuan para raja. Kami tidak perlu repot repot untuk mengambil makanan karena telah sedia beberapa pelayan yang siap menaruh setiap makanan di atas piring kami. Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah atas segala ni’mat dan karunia-Nya kepada kami. Selang beberapa lama Syaikh Sulaiman al-Rajhi pamit karena ada tugas yang harus beliau kerjakan. Mereka sangat menjamu kami dengan segala penghormatan.

Setelah makan siang selesai, diajaknya kami untuk melihat proses pengolahan ayam hingga sampai ke tangan konsumen. Setiap hari Al Watania Poultry mengolah sedikitnya satu juta ayam dan telur yang dipasok ke seluruh Kerajaan Arab Saudi. Seluruh proses di sini sangat steril dan terjaga dengan baik. Hasil olahannya bermacam-macam dari ayam potong, nugget hingga ayam bumbu tersedia di sini. Yang membedakan adalah penyembelihan ayam di sini dilaksanakan secara manual (tidak dengan mesin). Karena harus dibacakan nama Allah dalam menyembelihnya. Bayangkan para penjagal ayam itu selalu berzikir menyebut nama Allah. Masya Allah. Perjalanan kami berakhir dengan foto bersama manager and petugas pabrik.

Sebuah kunjungan singkat yang sangat berharga dan sulit untuk dilupakan. Bagaiamana Allah memberikan kepada kami sosok seorang yang sangat rendah hati lagi sangat dermawan. Semoga ada pertemuan lagi di kemudian hari. Semoga Allah membalas semua kebaikan Syaikh dan segenap petinggi Sulaiman Al Rajhi colleges karena telah banyak memberi kami fasilitas yang sangat luar biasa. Barakallahu fiikum. (Red, Adam Prabowo / Ed, Imam & pw)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: