Pesan Wamenlu untuk PPI Dunia

img-20161029-wa0009Liputan Jakarta, untuk kali kedua, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia mengadakan agenda audiensi. Kali ini adalah bersama Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia (Wamenlu) DR. H. A. M. Fachir pada Senin, 24 Oktober 2016 bertempat di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). PPI Dunia yang diwakili oleh Intan Irani selaku Koordinator PPI Dunia, Koordinator Pendanaan PPI Dunia Rizki Putri Hassan, ketua PPMI Mesir Ahmad Bayhaki Maskum, Alumni PPMI Mesir Imdad Azizy dan Sin, serta mahasiswa dari PERMIRA Rusia. 

Intan dan rekan-rekan menyampaikan lima poin dalam kunjungannya. Pertama, Intan memperkenalkan tentang Dewan Presidium PPI Dunia periode 2016-2017 pada Wamenlu yang saat itu didampingi oleh Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Al Busyra Busnur dan Niniek Kun Naryatie selaku Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri.
’’Yang kedua dan penting, yaitu rencana aksi PPI Dunia yang terdiri dari lima poin utama,’’ ucap Intan.  Rencana Aksi PPI Dunia yang merupakan hasil rekomendasi dari Simposium Internasional ke-8 PPI Dunia di Kairo pada 24-28 Juli 2016, yang dibagi ke dalam empat komisi, yaitu Komisi Pendidikan, Komisi Ekonomi, Komisi Politik, dan Komisi Agama.

Intan menjelaskan lebih detail mengenai rencana aksi dari setiap komisi. Untuk Komisi Pendidikan, terdapat gerakan pembangunan 100 Sekolah Dasar, gerakan Kelas Inspirasi, gerakan perpustakaan dan gerakan pengumpulan koin untuk kesejahteraan guru dari PPI Negara.

Wamenlu, A.M. Fachir (tengah) bersama perwakilan PPI Dunia.
Wamenlu, A.M. Fachir (tengah) bersama perwakilan PPI Dunia.

Sedangkan untuk program utama Komisi Ekonomi adalah peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia di level grass root. Untuk Komisi Politik, yakni memperkuat Tim Kajian Papua PPI Dunia. Terakhir untuk Komisi Agama, yaitu mengadakan tim kajian ilmu-ilmu agama dan tim media kerohanian.

Poin berikutnya yang disampaikan adalah terkait pembentukan badan hukum untuk PPI Dunia dan permohonan kepada Wamenlu sebagai Dewan Pembina PPI Dunia.

Menanggapi kelima poin yang disampaikan Intan, Wamenlu mengatakan bahwa para diaspora, khususnya yang berstatus sebagai pelajar, hendaknya selalu bisa memanfaatkan potensi yang ada di tempat belajar masing-masing. ’’Para pelajar untuk selalu ingat bahwa pribadi setiap pelajar adalah bagian dari diaspora Indonesia,’’ ungkapnya.

Fachir mengharapkan, pelajar di luar negara sebaiknya selalu dapat menjalin kerja sama, bersinergi, saling men-support dan dapat menjadi duta bangsa bekerja sama dengan pihak KBRI setempat. Oleh karena itu,Wamenlu menyarankan PPI Dunia, dalam pembuatan program kerja, untuk memanfaatkan potensi positif yang dimiliki oleh pelajar sesuai karakter negara tempat tinggalnya dan dapat menghasilkan sesuatu yang berguna bagi bangsa Indonesia kelak.

Dinda/F

You May Also Like

%d bloggers like this: