PPI Dunia, Enam Bulan Penuh Keseruan

Dewan Presidium (DePres) Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia. Satu kalimat yang awalnya membuat saya merinding. Terkesan lebay kalau menurut bahasa Generasi Y, tapi itulah yang terjadi. Bagi aktivis organisasi kemahasiswaan yang masih cetek seperti saya ini, tidak pernah terpikirkan bisa menjadi bagian dari DePres PPI Dunia. Bahkan, mendengar namanya saja belum pernah. Barulah pada ketika saya menjadi perwakilan PPI Belgia pada Simposium Internasional PPI Dunia 2016 di Kairo, saya mengetahui apa itu DePres PPI Dunia.

So, Dewan Presidium PPI Dunia terdiri dari: Koordinator PPI Dunia, Sekretaris, Bendahara, dan tiga Divisi: Divisi Biro Pers, Divisi P2EKA, dan Divisi Dana Usaha. Dewan Presidium juga terbagi menjadi tiga kawasan yaitu: Kawasan Amerika-Eropa, Kawasan Asia-Oseania, dan Kawasan Timur-Tengah Afrika. Kawasan Amerika-Eropa berisi 24 PPI Negara, Kawasan Asia-Oseania beranggotakan 14 PPI Negara, dan Kawasan Timur-Tengah Afrika berisi 14 PPI Negara. (more info: http://bit.ly/vidPPIDunia)

Ngeri rasanya membayangkan menjadi koordinator bagi seluruh mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di luar negeri. Terkagum-kagum rasanya melihat Steven Guntur, Koordinator PPI Dunia 2015/2016 memberikan pidato pada pembukaan simposium tersebut. Di depan Menteri Agama Republik Indonesia, Deputi Syekh Universitas Al-Azhar, Prof. Mahfud M.D, beliau dengan tegap dan yakin menyebut dirinya: “Saya selaku Koordinator PPI Dunia.” Bagaimana mungkin, saya yang berbicara saja seringkali terlalu cepat, bisa memberikan pidato seperti itu? Bagaimana ya kalau saya menjadi bagian dari DePres? Mimpi yang terlalu jauh pikir saya waktu itu. Kalau kata orang Batak, “banyak kali lah mimpimu, becak!”

Si Becak Nekat

Seperti yang sudah-sudah, Koordinator PPI Amerika-Eropa dipilih dalam Simposium PPI Amerika-Eropa yang nantinya akan disahkan dalam Simposium PPI Dunia. Turki, sebagai negara yang terpilih pada Simposium Amerika-Eropa di Rijkswijk, Belanda, pada tahun 2016, mengundurkan diri dikarenakan gejolak nasional yang terjadi. Walhasil, paniklah negara-negara anggota PPI Kawasan Amerika-Eropa kemarin. Semua bertanya: “Siapa nih yang sanggup jadi Koordinator?” Ditanya satu-satu, tidak ada perwakilan PPI Negara yang menyanggupi.

Homo proponit, sed Deus disponit. Manusia boleh berencana, namun Tuhan yang menentukan. Siapa yang sangka, si ‘becak’ itu akhirnya mempunyai jabatan di Dewan Presidium PPI Dunia? Kok bisa? Iya, dia nekat aja angkat tangan pas giliran PPI Belgia ditanya kesanggupannya. Nadhira, sebagai perwakilan lain dari PPI Belgia, bahkan sampai bingung dan bertanya “gila ya kamu? Kita PPI Belgia masih bocah, cuy, di PPI Dunia. Main iya-iya aja.” Si odong-odong itu cuma menjawab, “seloow”.

Dengan mengemban jabatan Koordinator PPI Amerika-Eropa terpilih pada waktu itu, saya hanya berpikir untuk memanfaatkan jabatan ini demi memajukan kualitas kawasan dengan anggota PPI Negara terbanyak (ada 24 negara dalam kawasan Amerika-Eropa). Selain itu, ini juga kesempatan emas untuk melambungkan nama PPI Belgia di kancah internesyenel. Akhirnya, pulang lah saya ke Belgia dan memulai kehidupan sebagai Koordinator PPI Amerika-Eropa. #lebaylagi

The Undercover Dewan Presidium

Sudah terbayang di benak saya bahwa saya harus menjaga wibawa ketika bercengkrama di WhatsApp Group Dewan Presidium. Mengeluarkan ide non-konvensional nan visioner tanpa bercanda sedikitpun juga sudah menjadi makanan sehari-hari dalam perbincangan kami di grup tersebut. “Waduh bakalan kaku dan boring banget ini grup nih kayaknya,” pikirku pada waktu bergabung dalam grup komunikasi tersebut.  Ternyata oh ternyata…. Kenyataan berbanding terbalik dengan yang dipikirkan. Satu kesimpulan yang saya dapat sekarang: anggota Dewan Presidium PPI Dunia 2016/2017 rata-rata sengklek semua. Terutama yang namanya Marco Nainggolan, tak lain dan tak bukan, sekretaris saya sendiri.

Hanya bertahan sekitar dua bulan untuk saya memaksa diri agar terlihat berwibawa di grup itu. Sisanya? Gesrek. Mulai dari memanggil Cahyani, Sekretaris Kawasan Afrika Timur-Tengah dengan panggilan “IcaMiluv”; Hatta yang hobinya mancing-mancing di Facebook; video Skype-ing dengan Muhammad Ramadhan (biasa dipanggil Madhan) yang hobinya meluk boneka Pikachu; ketawa ngakak mendengar suara Rama Rizana (Koordinator P2EKA) yang kalau rapat lewat skype suaranya macam tikus kejepit; nelpon ketua PERMIAS, Nadi Guna Khairi, yang ganteng tapi dia cuma nanyabro dah boker belom bro?’; sampai pada membuat proposal bersama Marco sembari mendengarkan lagu rohani yang disambung dengan perbincangan 18 tahun ke atas. “Nggilani kowe!” kalau kata Rama.

 

Belum cukup sampai di WhatsApp Group. Kegilaan kami pun berlanjut di media sosial lainnya. Facebook terutama. Now let the pictures talk:

 

 

 

 

 

Sersan: Serius Tapi Santai

Yak. Serius tapi santai nampaknya menjadi motto kami dalam bekerja. Totalitas tanpa batas dilaksanakan bagai dua sisi mata uang. Ketika rapat, kami serius. Well, diselingin bercanda sedikit, sih. Tapi, saya sendiri juga heran dengan Dewan Presidium tahun ini. Bisa-bisanya orang-orang sableng ini tahan rapat sampai 4 jam lewat skype. Apalagi koordinatornya, Intan, bisa ikut rapat kayak minum obat. Sehari tiga kali. Tidak hanya itu, Dewan Presidium tahun ini juga mempunyai terobosan baru yang sangat berkualitas yaitu divisi P2EKA. Divisi yang memiliki fokus kajian bidang Politik, Pendidikan, Ekonomi, Kebudayaan, dan Keagamaan.

Untuk Kawasan Amerika-Eropa sendiri, bahkan tahun ini kami menjalankan program kerja yang pastinya berfaedah sekali bagi pelajar Indonesia di dua benua ini. Program tersebut antara lain adalah: Kamar Pelajar, Forum PhD, Simposium PPI Amerika-Eropa, dll. Lewat Kamar Pelajar, kami berusaha menyediakan akomodasi murah (lebih murah daripada harga hostel atau airbnb) bagi pelajar Indonesia. Coba lihat, mulia banget kan idenya? Kapan lagi brosis bisa ikut konferensi atau jalan-jalan ke luar negeri tanpa pusingin biaya penginapan? Udah harganya murah, syukur-syukur Kamar Pelajar bisa jadi Pelajar Sekamar nantinya. Lol.

Forum PhD. Ini bukan Pitsa Hats Delivery yang lagi nge-trend di Indonesia ya… Program ini bertujuan untuk membangun jaringan antara mahasiswa doktoral yang belajar di Amerika-Eropa. Terakhir, simposium Amerika-Eropa. Tahun ini akan diadakan di Washington D.C loh! Mana tau bisa sekalian jumpa Donald Trump, kan? :p

Enam Bulan Penuh Makna

Tak terasa kami sudah setengah perjalanan menuju akhir dari kepengurusan. Jujur, buat saya, enam bulan di Dewan Presidium PPI Dunia merupakan momen yang ajaib. Beberapa dari kami belum pernah bertatap muka, namun kedekatan kami layaknya tim yang sudah saling mengenal belasan tahun. Jarak ratusan bahkan ribuan kilometer pun tak jarang kami tempuh untuk menemui satu sama lain. Apalagi kalau diiming-imingi akan dikenalkan dengan lawan jenis yang ganteng/cantik. Lol

Sedih ketika mengingat kepengurusan kami akan berakhir pada Simposium Internasional 2017 di Inggris nanti. Ini sedih beneran. Sambil ngetik, saya bahkan memutar lagu Kemesraan (versi Broery Marantika, tentunya) di youtube. Yah… Untungnya masih ada enam bulan lagi. Satu semester penuh kecerian di WhatsApp Group, Facebook, dan Skype. Walau bayangan saya terhadap DePres yang kaku dan boring sudah hilang, namun tiada masa di mana saya tidak membuka grup komunikasi tersebut tanpa tersenyum…. (kecuali waktu hape kecemplung di WC. Gak ada hape selama seminggu, pas buka WhatsApp Group DePres, tau-tau sudah ada 1000-an chats. Senyum engga, pegel iya bacanya.)

Well, nampaknya keputusan si ‘becak’ di atas untuk mengangkat tangan di Kairo menjadi keputusan yang tepat. Senang sekali rasanya bisa berkontribusi untuk Indonesia dan dunia sambil tertawa dan bercanda. Untuk rekan DePres, semoga persahabatan kita ga sampai sini doang ya, guys. Tetap semangat membangun Indonesia lewat PPI Dunia selama enam bulan ke depan! Do the best and let God do the rest!

 

Oia, biar kayak buku cerita anak-anak tempo dulu…

Pesan Moral: “Jadi pemimpin jangan kebanyakan serius. Ntar ga asik!”

 

Salam Perhimpunan!

Kreeshna Siagian

Koordinator PPI Amerika-Eropa dan Ketua PPI Belgia

 

Footnote: Siapa saja sih Dewan Presidium PPI Dunia 2016/2017? http://ppidunia.org/dewan-presidium-20162017/

 

 

 

 

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: