PPI Dunia Kunjungi Anak Penderita Kanker di Bandung

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia melakukan penyuluhan untuk orang tua pasien kanker anak di Yayasan Kasih Kanker Anak Indonesia (YKAKI) Bandung pada Senin (8/5). Dalam kunjungan tersebut, PPI Dunia yang diwakili oleh Koordinator PPI Dunia 2016/2017 Intan Irani, Koordinator PPI Dunia 2015/2016 dr Steven Guntur, dan Sekretaris PPI Dunia 2015/2016 Nila Titis yang juga lulusan Keperawatan Gawat Darurat dari Arellano University, Filipina.

Untuk Nila memberikan materi seputar perawatan anak saat kemoterapi dan radioterapi. Sedangkan Steven yang baru saja merampungkan pendidikannya di St Petersburg State Pediatric Medical University tersebut menyampaikan materi seputar bagaimana menjaga anak penderita kanker selama tinggal di rumah singgah yang masih dalam masa pengobatan. ’’Pertama yang harus dihindari adalah infeksi. Pasien kanker anak yang sedang dalam perawatan kemoterapi dan radioterapi sebaiknya dijauhkan dari orang yang sedang flu,’’ papar Steven.

Kedua, Steven mengatakan sebaiknya para orang tua yang menjaga anaknya di rumah singgah juga harus tetap menjaga kebersihan, contoh simpelnya dengan mandi rutin dan berkumur setelah makan. Ketiga, yang sangat penting yaitu menjaga nutrisi si anak. Beberapa pasien anak kanker merupakan penderita leukemia dari berbagai tipe, idealnnya harus diberikan makanan yang bergizi untuk menaikkan kadar sel darah merah dan putihnya, seperti telur, daging sapi dan ayam.

Naasnya, beberapa pengakuan orang tua hanya memberikan anaknya makan nasi dan kerupuk. ’’Saya tanya kapan terakhir makan daging, dijawab oleh salah satu dari orang tua pasien lebaran haji tahun lalu,’’ ujarnya.

Sebagai yayasan, rumah singgah kanker anak di Bandung memang hanya mengandalkan support dari donator. PPI Dunia berharap pemerintah juga bisa ikut andil untuk menyumbang. Masa penyembuhan anak dari kondisi sakit merupakan investasi Negara untuk generasinya sendiri. Terlebih, di Negara maju sekarang angka kesembuhan (survival rate) beberapa jenis kanker anak meningkat drastis beberapa tahun ini.

Dinda Lisna Amilia

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: