PPI Jepang Siaga Bencana Pasca Gempa Susulan 7,3 SR

Gempa dengan kekuatan 7.3 SR kembali mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang selatan 16/04/16. Sehari sebelumnya ketika bencana serupa terjadi masyarakat Kyusu telah dievakuasi sejumlah lokasi yang aman.

Gempa dengan kedalaman 10 kilometer ini hingga saat ini telah menewaskan 10 orang. Candra Wirawan Ketua PPI Jepang dalam keterangan yang dilansir PPI Dunia menjelaskan saat ini sudah ada dua orang pelajar Indonesia yang terkena dampak gempa. Namun pihaknya 300 pelajar Indonesia di Kumamato sudah dievakuasi ke lokasi yang aman.

” Memang ada dua pelajar kita yang luka ringan saat berusaha menyelamatkan diri saat terjadi gempa, namun saat ini kondisi mereka sudah kembali stabil,” jelas Candra.

efdc680a-62b0-4c36-a7b4-7d6830511e0f

Sesaat setelah gempa terjadi, peringatan tsunami dikeluarkan. Namun, peringatan itu dicabut 50 menit kemudian. Meluasnya dampak gempa di beberapa wilayah Jepang membuat pihak KBRI Tokyo membuka posko benca di beberapa titik guna memastikan masyarakat Indonesia dalam keadaan selamat.

Beberapa akses jalur darat terputus menuju Kumamato. Bantuan korban gempa disalurkan melalui jalur darat ke beberpa titik gempa.

 

Menurut Candra sejauh ini PPI Jepang mengkoordinir bantuan bersama Kordinator PPI Kyusu dan pihak KBRI Tokyo.

Wendi Harjupa salah seorang sekjen di PPI cabang Kansai menjelaskan. Bantuan sementara kepada korban gempa sudah disalurkan. Posko bencana juga sudah berdiri di Islamic Center Kumamato.

34a5cf8c-ab70-4f32-9ab6-0fad80d7c1f1

“Gempa ini cukup besar dampaknya, bahkan di beberapa wilayah bagian lainnya juga dirasakan seperti Hirosima dan Kansai getaran sangat kuat kami rasakan,” jelas Wendi.

Sementara Itu kordinator kawasan PPI Dunia Asia Oseania Gregorius Rionugroho Harvianto menyampaikan kepada seluruh pelajar di Jepang untuk tetap waspada.

“Gempanya sangat kuat, saya di Korea juga merasakan getaran gempa. Berharap seluruh pelajar tetap hati-hati dan waspada dengan situasi ini,” jelas Rio.

Pastikan masyarakat Indonesia untuk menghubungi Hotline KBRI di +81-80-3506-8612 jika memerlukan pertolongan.

 

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

%d bloggers like this: