PPI Lebanon Selenggarakan Diskusi Kebangsaan bersama Menpora

LEBANON, 10 November 2017 – Di sela-sela kunjungan kerja di Lebanon, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengisi acara Diskusi Kebangsaan bersama Mahasiswa Indonesia (PPI Lebanon) untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November 2017.

Kunjungan itu dalam rangka menjalin hubungan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Lebanon terkait Kepemudaan dan Olahraga. Bertempat di KBRI Beirut, acara itu dihadiri para Staf KBRI Beirut dan rombongan dari Kementerian Agama yang sedang melakukan penelitian tentang Syi’ah dan Hizbut Tahrir di Lebanon.

Acara dimulai pada pukul 19.30 EET dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kemudian sambutan oleh Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon, H. Achmad Chozin Chumaidy. Dalam sambutannya beliau berpesan kepada seluruh WNI di Lebanon agar selalu berhati-hati dan waspada dikarenakan situasi politik di Lebanon semakin memanas pasca pengunduran diri PM Lebanon, Sa’ad Hariri.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh Menpora. Dalam kesempatan itu beliau menceritakan tentang pengalamannya dari menjadi santri, kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya, hingga masuk ke ranah politik menjadi politisi dan akhirnya menjadi menteri termuda dalam jajaran kabinet Jokowi-JK.

“Ketulusan dan keikhlasan adalah kunci dari kesuksesan hidup. Tanpa keikhlasan para pahlawan mengorbankan harta bahkan nyawa, maka bangsa ini tak kan dapat merasakan manisnya buah kemerdekaan. Jika tanpa keikhlasan dan ketulusan orang tua tercinta dan para guru, maka seorang Imam Nahrawi tidak akan dapat menjadi yang sekarang ini (menteri-red),” ujar Imam Nahrawi.

Setelah pemaparan tersebut, moderator mempersilahkan mahasiswa untuk melontarkan beberapa pertanyaan, di antaranya terkait Sea Games dan Asian Games. “Kemarin Sea Games di Malaysia, hasil Indonesia belum maksimal karena beberapa faktor. Salah satunya karena aturan di Sea Games, tuan rumah boleh menentukan cabang olahraga, artinya tuan rumah bisa memasang cabang olahraga andalan yang lebih kuat dibanding negara lain. Sedangkan di Asian Games berbeda. Tuan rumah tidak diberikan otoritas untuk menentukan cabang olahraga, tetapi sudah ditentukan oleh Olympic Commitee pada semua cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Tuan rumah hanya dapat mengusulkan tiga cabang olahraga unggulannya,” kata Menpora.

Dalam diskusi itu, Pak Menteri selalu menyamangati dan memberi dukungan penuh kepada PPI Lebanon baik dukungan moral maupun secara dana dan administrasi.

Acara ditutup dengan foto bersama para mahasiswa dan staf KBRI Beirut. Usai acara, Menpora menyempatkan diri untuk bertanding tenis meja dengan para mahasiswa. Beliau terlihat begitu handal bermain, beberapa kali pukulan smash beliau perlihatkan.

Mahasiswa Lebanon begitu bersyukur dan terkesan atas kehadiran Menpora Imam Nahrawi di tengah-tengah mereka, para Pemuda PPI Lebanon. Semoga pengalaman dan nasehat beliau dapat diterapkan dalam kehidupan. Amiin.**

 

Penulis: PPI Lebanon

Editor: Kartika Restu Susilo

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: