PPI Timteng dan Afrika Kutuk Insiden Tolikara

Kerusuhan_Tolikara_Papua

Penyerangan sekelompok masyarakat tolikara terhadap jamaah yang hendak melakukan shalat Idul Fitri di salah satu masjid yang terletak di Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat (17/7) merupakan suatu tindakan yang melanggar Hak Azasi Manusia (HAM). Demikian pernyataan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) kawasan Timur Tengah dan Afrika kepada redaksi.

Penyerangan ini terjadi terhadap umat islam di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua. Yang tengah melaksanakan shalat Idul Fitri 1436 H. Penyerangan diawali dengan pelemparan batu ke arah jamaah dan massa terus merangsek membubarkan shalat Ied, sehingga mengakibatkan banyak korban dan kerusakan bangunan sebab terjadinya kebakaran di masjid dan sekitar oleh massa.

“Sebagai warga negara Indonesia dan kaum terdidik Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Timur Tengah dan Afrika, menentang segala bentuk pelanggran HAM dan penjajahan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945,” kata KoordinatorPPI kawasan Timur Tengah dan Afrika, Miftah Nafid Firdaus.

Berdasarkan rasa kemanusian, keadilan, kesadaran keilmuwan dan sejarah bangsa-bangsa di dunia, maka dengan ini Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Timur Tengah dan Afrika menyatakan:

1. Sangat menyesalkan yang sedalam-dalamnya dengan terjadinya Insiden Tolikara, yang meretakkan kerukunan Umat Beragama di Indonesia.

2. Mengutuk keras kelompok penyerang yang telah melanggar hukum dan prinsip-prinsip toleransi di negeri ini. Apalagi dengan semakin besarnya toleransi yang diberikan oleh kaum
muslimin.

3. Menghimbau para tokoh muslim dan ketua organisasi Pelajar Muslim agar menenangkan umat dan mengontrol anggotanya untuk tidak melakukan tindakan pembalasan.

4. Menuntut pemerintah (POLRI) untuk menangkap dan menghukum para pelaku yang memprovokasi masyarakat melakukan penyerangan secepat-cepatnya.

5. Menuntut pemerintah pusat, pemprov Papua dan pemda Tolikara segera melakukan renovasi, rehabilitasi dan rekontruksi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat yang menjadi korban kerusuhan.

6. Menyeru tokoh-tokoh Islam serta tokoh-tokoh kristen dan agama-agama lain, agar mengedepankan kerukunan antar umat beragama dan menjaga toleransi beragama, dalam rangka untuk menjaga keutuhan bangsa indonesia yang beradab dan berkemanusiaan.

Sumber berita: MedanBagus

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: