PPI Tunisia Kedatangan Tamu Peserta ARFI 2016

Liputan Tunisia, Selasa lalu (18/10) Sekretariat PPI Tunisia didatangi oleh tamu peserta Academic Recharging for Higher Islamic Education (ARFI) 2016 yang sedang mendapat tugas ke Tunisia. Pertemuan ini merupakan acara perkenalan sekaligus ramah tamah antara PPI Tunisia dengan peserta ARFI 2016 yang terdiri dari 10 dosen Indonesia.

Sekretariat PPI Tunisia yang terletak di Makhla Zaim, Tunisia ini terlihat ramai dan tidak seperti biasanya. Mahasiswa Indonesia di Tunisia yang sedang memadati aula sekretariat PPI Tunisia tersebut sangat antusias mengikuti nasehat-nasehat serta menerima wacana-wacana segar dari kesepuluh dosen Indonesia yang sedang melakukan penelitian di Tunisia.

Acara diawali dengan sambutan oleh Ketua PPI Tunisia, Ariandi, Lc. Mahasiswa pascasarjana jurusan akidah dan perbandingan agama ini memperkenalkan kondisi Tunisia dan PPI Tunisia secara umum. Selanjutnya Ketua Umum PPI Tunisia 2016 memperkenalkan anggota-anggota PPI Tunisia yang berjumlah tak lebih dari 40 orang itu.

Pak Supriyanto selaku ketua rombongan memimpin perkenalan pada sore hari itu sekaligus memberikan kalimat pembukanya. Dalam kalimat pembukanya dosen IAIN Purwokerto ini memberikan sekelumit wacana-wacana baru tentang gerakan radikalisme di Indonesia. Selanjutnya beliau memberikan kesempatan kepada sepuluh peserta ARFI 2016 untuk memperkenalkan diri masing-masing.

Sepuluh peserta itu adalah Bapak Muhandis Azzuhri dari STAIN Pekalongan, Ibu Nur Hasaniyah dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Pak Roviin dari IAIN Salatiga, Bapak Ahmad Atabik dari STAIN Kudus, Bapak Zaki Ghufron dari IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Bapak Taufik Warman Mahfuzh dari IAIN Palangkaraya, Bapak Khairul Hamim dari IAIN Mataram, Bapak Muhammad Jafar Shodiq dari UIN Sunan Kalijaga, dan terahir Ibu Fatwiah Noor dari STAI Darul Ulum Kandangan.

img-20161020-wa0002

Sepuluh peserta ARFI 2016 semuanya kompak memberikan pesan yang sama kepada mahasiswa untuk focus dan serius dalam belajar selagi masih muda. Seperti pesan yang disampaikan oleh Pak Atabik. “Sebenernya kita ini kalau mau berusaha, bisa. Mau jadi apapun juga bisa kalua kita mau berusaha. Apalagi seperti yang saya katakana tadi, kawan-kawan ini nanti alumni-alumni Timur tengah yang mempunyai nilai plus di mata masyarakat,” pesan dosen STAIN Kudus sekaligus wakil ketua PC NU Lasem.

Acara ramah tamah sore itu kemudian ditutup dengan solawat bersama dan santap malam ala nusantara. (Red, aju / Ed, pw)

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: