PPMI Mesir dan Wihdah PPMI Mesir Selenggarakan Dialog Interaktif “Membincang Indonesia Terkini Perspektif Aktivis Wanita Muslimah”

Liputan Kairo – Rombongan Prof. Dr. Amany Burhanuddin Lubis d.k.k mengisi acara Dialog Interaktif yang diselenggarakan oleh PPMI dan Wihdah PPMI Mesir, di Aula Konsuler Republik Indonesia, pada Sabtu sore (18/2).
Dialog interaktif yang bertemakan “Membincang Indonesia Terkini Perspektif Aktifis Wanita Muslimah” begitu disambut antusias oleh para hadirin yang mayoritasnya wanita, hanya beberapa mahasiswa laki-laki yang terlihat hadir pada acara sore ini.
Dalam dialog ini, Prof. Dr. Amany menegaskan, bahwa “mahasiswa Indonesia yang berada di Mesir, harus memiliki etos belajar yang baik serta sanggup bersaing dengan mahasiswa luar ngeri lainnya,” tutur wanita yang memiliki keturunan Mesir ini, bahkan ia bercerita bagaimana beliau sanggup bergulat dengan buku selama 48 jam, semata karena etos belajar yang begitu kuat melekat pada dirinya.
Selain itu, Ibu Amany menekankan para mahasiswa agar menguasai bahasa Arab secara baik-baik, jangan setengah-setengah, serap budaya dimana tempat kita tinggal untuk kita ambil baiknya, serta indikator kesuksesan adalah masa depan bukan sekarang.
Dalam dialog ini, Prof. Dr. Zaitunah juga menambahkan, bahwa “Kesuksesan merupakan murni dari diri kita sendiri, dan juga tak lepas dari peran hadirnya Allah SWT. dan keridoan orang tua,” kata wanita yang bertempat tinggal di Ciputat ini. Beliau juga menekankan kepada mahasiswa untuk tetap setia menjaga wudlu ketika dalam majlis-majlis ilmu, serta tidak meninggalkan amalan ibadah-ibadah sunah, seperti Shalat Dhuha sebelum kuliah, solat tahajud di malam hari, serta menyibukan hari dengan membaca al-Qur’an.
Dalam kesempatan selanjutnya, Ibu Dr. Irid Farida menyampaikan, bahwa mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri sangat beruntung, dan harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
“Hanya 2% saja pelajar di Indonesia yang melanjutkan pendidikannya setelah SMA pada tahun 2016, sedangkan mahasiswa yang belajar di luar negeri hanya nol koma berapa persen saja” tuturnya.
Selain itu, beliau memaparkan data bahwa, pada tahun 2016, sekitar 70% Kepala Daerah terjerat kasus korupsi sehingga Indonesia memerlukan SDM yang berkarakter dan berakkhlak mulia. Di akhir perkataannya beliau menegaskan kepada mahasiswa untuk mendidik karakter yang positif, serta harus bisa mengambil istifadah dari budaya di sini (Mesir) untuk diambil baiknya.
Di acara yang singkat ini, beberapa narasumber yang hadir memaparkan nasehat dan semangat, serta motivasi yang singkat namun sangat mengena kepada para hadirin.
Diantaranya adalah Dr. Yaniah Wardan, yang menekankan kepada mahasiswa al Azhar untuk mempelajari bahasa Arab dengan sebaik-baiknya, karena bahasa Arab adalah miftah likulli al-ulum, kunci dari segala ilmu-ilmu, kata dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta ini.
Kemudian Dr. Armawati Arbi, salah satu dosen FIDKOM, UIN Syarif Hidayaullah Jakarta yang menekankan pentingnya Komunikasi dalam menata jiwa, karena berkomunikasi sama saja kita seolah sedang mengisi rumah yang kosong, ini semua dikendalikan oleh komunikasi kecerdasan akal (Ulul Albab), Kecerdasan emosional (kalbu), kecerdasan profesional (Rukun Iman dan Islam sebagai karakter).
Dr. Faizah Ali Syibromalisi juga menekankan pentingnya mempelajari bahasa Arab (balaghoh) serta tidak melupakan bahasa Indonesia, karena bagaimanapun, kita akan kembali ke Indonesia dan dituntut mengemukakan pendapat serta gagasan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar
Diakhir acara sebagai moderator, Dr. Siti Nursanita Nasution memberikan semangat dan motivasi kepada mahasiswa untuk tidak lelah dan bosannya belajar dan belajar, selain itu beliau menyarankan untuk memilih pasangan yang mendukung aktifitas kita.
“Pilihlah (pasangan) yang mengerti dan mau mendukung aktifitas kita,” kata mahasiswa alumni Universitas Indonesia ini, diiringi gemuruh para peserta dan tepuk tangan yang meriah oleh semua yang hadir.
Menurut Presiden PPMI Ahmad Baihaqi, acara ini begitu penting dalam perjalanan karir dan akademis kita kedepannya, serta bagaimana kita disirami nasihat serta jalan untuk memudahkan tujuan kita.
“Semuanya yang hadir bukan hanya mengajarkan kita sukses, tapi bagaimana memetakan masa depan. Bagaimana tidak, sekali duduk kita langusng mendengarkan tujuh kisah hidup mereka dan wejangan-wejangan yang luar bisa menggugah semangat kita semua” tutur mahasiswa yang berasal dari KMKM (Kekeluargaan Mahasiswa Kalimantan Mesir) sekaligus menjadi pembawa acara pada acara ini.
Acara ini ditutup dengan sesi pemberian kenang-kenangan serta sesi foto bersama ketujuh narasumber dan para peserta. (Irfan Khaerani)

Tampak hadirin memperhatikan suasana seminar

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto bersama para peserta dan pembicara dengan Atdikbud KBRI Kairo, Dr. Usman Syihab (tengah kanan ke-5) dan Presiden PPMI Mesir, Ahmad Baihaqi Maskum (tengah kanan ke-4)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Suara PPMI (PPMI Mesir)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: