PPMI Mesir Peringati Hari Sumpah Pemuda

PPIDUNIA.ORG, Mesir – Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir mengadakan acara Refleksi hari Sumpah Pemuda pada hari Kamis (3/11) yang bertempat di American Future, Nasr City. Acara ini kembali digelar setelah 2 tahun sebelumnya sempat vakum.

whatsapp-image-2016-11-06-at-11-21-31

Dengan mengusung tema “Peran Pemuda dalam Membentuk Indonesia yang Berkarakter”, acara ini diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia, Wapres PPMI, dan dibuka oleh Bapak Sony Sasongko selaku perwakilan KBRI.

Dalam salah satu sambutannya, Sony memberikan pesan dan motivasi kepada seluruh Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir) yang hadir dalam acara tersebut. Beliau mengutip perkataan presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, “Beri aku 10 orang tua, niscaya aku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya aku goncangkan dunia,” tuturnya.

Saat ditanya maksud dan tujuan diadakannya acara ini, Dimyati, selaku ketua panitia mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk silaturrahmi sesama Masisir, mengingat budaya bangsa Indonesia dan mengingat kembali perjuangan para pemuda Indonesia pada zaman penjajahan. Ia juga mengakui kurangnya persiapan panitia dalam mengadakan acara ini disebabkan waktu yang mepet dan mendadak.

“Kami akui memang banyak kekurangan dalam acara ini dan salah satu alasannya memang simpel, karena acara ini mendadak. Paling tidak acara sekelas GETAR (Gema Takbir Akbar) persiapannya sebulan,” jawabnya saat ditanya oleh kru Terobosan.

Namun di lain pihak, acara ini juga mendapat apresiasi, salah satunya dari Abdul Rasyid Rizaldi, “Saya mengapresiasi besar untuk PPMI yang sudah mengadakan acara ini, yang sebelumnya mulai vakum. Dan kita juga bisa melihat bakat-bakat baru dari anak-anak baru yang berani tampil beda,” ungkapnya saat diwawancarai di lokasi acara.

Adapun acara ini diisi oleh beberapa penampilan Masisir, seperti Qasidah Gamajatim (Gabungan Mahasiswa Jawa Timur), Tari Zapin KSMR (Kelompok Studi Mahasiswa Riau), Musikalisasi Puisi Rumah Budaya Akar (salah satu komunitas seni dan budaya Masisir), Hadroh KSW (Klub Studi Walisongo: Kekeluargaan Mahasiswa Jawa Tengah), Gambus, Paduan Suara Mafaza (nama angkatan mahasiswa baru angkatan 2016), Z-balah Band LSBNU (Lembaga Seni dan Budaya PCINU Mesir), Rampai Geleng KMA (Kelaurag Mahasiswa Aceh) dan Drama Tragedi Mafaza.

Sementara dalam kesempatan ini, PPMI Mesir dan didukung oleh beberapa kekeluargaan nusantara juga membacakan surat pernyataan terkait aksi demo 4 November. Dalam isi suratnya, PPMI Mesir mendukung dan mengawal aksi demo 4 November di Jakarta. Meskipun demikian ada sejumlah organisasi kekeluargaan yang tidak setuju terkait keputusan yang dilayangkan PPMI tersebut.

Sumber: Terobosan.com (salah satu media mahasiswa Indonesia-Mesir)

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: