PPPI Sudan Sukses Menggelar Kompetisi Kebudayaan 2016

Liputan Sudan, Jumat (12/04/2015) Departemen Pendidikan Persatuan Pelajar Putri Indonesia (PPPI Sudan) menggelar Musabaqoh Tsaqofiyah 2016 (Kompetisi Kebudayaan 2016) dengan tema “Tathwir al-Hadhoroh al-Islamiyah bi al-Musabaqoh al-Thaqofiy” (Pengembangan Peradaban Islam dengan perlombaan Kebudayaan).

Acara yang dibuka secara langsung oleh Dubes RI untuk Sudan dan Eritrea Bapak Burhanuddin Badruzzaman ini diselenggarakan di aula asrama putri Jamiah Afriqiyah, Khartoum, Sudan.

Acara pembukaan juga turut dihadiri ketua Darma Wanita Persatuan Ibu Yuli, ketua PPPI Azzahra Suherman , dosen dosen Universitas , Ketua PPI Sudan Kausar Afdhal, wakil PPI Sudan Muhammad Siddik, Sekretaris PPI Sudan Kiagus Ahmad Firdaus.

Dalam sambutannya Bapak Burhanuddin Badruzzaman berterima kasih kepada pihak-pihak yang menyukseskan kegiatan ini terutama dari pihak universitas yang memberikan fasilitas untuk kegiatan acaranya ini.

Beliau juga menambahkan “Apresiasi sangat tinggi kepada PPPI yang telah berinisiatif menyelenggarakan acara yang tentu sangat momental ini,  karena acara  ini pertama kali dalam sekelas PPPI yaitu acara yang mengundang peserta dari negara lain.”

71b3dcfc-b85d-4c3e-bb2b-cd94187e7e30

Farah Laa Ghibah ketua panitia Musabaqah Tsaqofiyah (MT 2016) mengatakan “Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah silaturrahim bagi para pelajar Asia Afrika yang menempuh studinya di Sudan, serta sarana untuk menunjukkan  keterampilan berbahasa arab yang diaplikasikan dalam bentuk perlombaan yang menarik.”

“Besar harapan kami ini menjadi program tahunan dan lebih baik lagi kedepannya,” tambah Farah Laa Ghibah.

Puluhan mahasiswi yang berasal dari delapan negara (Indonesia, Malaysia, Somalia, Tanzania, Nigeria, Thailand dan Cina) turut memeriahkan kegiatan yang didukung oleh Indomie dan Indohouse ini.

Lomba dibagi dalam dua kategori yaitu lomba pasif dan aktif. Lomba pasif di antaranya: lomba Cerpen, Daur ulang barang bekas dan Reportase ke-Sudan-an, selanjutnya Lomba aktif yang terdiri dari  Pidato berbahasa Arab, Drama berbahasa Arab, Nasyid, Hifdzul Quran, Qiroatul Kitab, dan  Musabaqoh musalsalah meliputi lomba mengetik cepat bahasa arab, Fathul mu’jam, dan Arabic scrabble.

Khusus peserta dari Indonesia dibagi perkeluargaan seperti KMJ (Jakarta), Pakuwojo (Jawa tengah daJawa Timur) Formassi (Sumsel), PMJB (Jawa Barat), Fosmatim (Sulawesi, kalimantan dan dua Nusa -NTT & NTB-) dll.

Pelaksanaan lomba berlangsung sehari dan sangat meriah, lomba ini berlokasikan di 3 zone yang berlangsung secara bersamaan di Aula Nasyath IUA, Masjid dan Out door.

Para peserta lomba sangat antusias dan terkesan mengikuti cabang cabang Musabaqah tersebut.

Hal ini diakui oleh peserta dari salah satu kontestan dari perlombaan Musabaqah Hifdzul Quraan (MHQ) Indonesia Maziyya Al-Afnani.

cf79fd94-d854-47c4-8e27-9f28d8dcc0c0

“Sangat berkesan sekali acara tersebut  acara yang keren. Ini adalah acara besar dan perdana, tapi PPPI bisa menyanggupinya padahal diikuti oleh beberapa negara lain dan acara ini juga adalah ajang untuk mengekspos atau menunjukan kemampuan dari dalam diri setiap masing masing peserta. Acara ini juga menyatukan dan memperkuat  ukhuwah antara asia dan afrika.” Ucap Maziyya Al-Afnani.

“Semoga kedepannya bisa diadakan lagi acara seperti ini dengan jumlah peserta dan rangkaian lombanya yang lebih banyak dari tahun ini. Semoga jika selanjutnya ada lagi untuk seluruh peserta yang mengikuti lomba dapat diberikan kenang-kenangan yang mengingatkan setiap peserta akan acara besar ini”. lanjut Maziyyah Al-Afnani sebagai salah satu pemenang lomba MHQ Musabaqoh Tsaqofiyyah 2016 .

Ucapan terima kasih datang dari mahasiswi Thailand Afini “Terima kasih kepada Indonesia yg telah menyelenggarakan acara ini, kami senang bisa berpartisipasi dalam acara seperti ini bertemu dengan saudara dari berbagai negara,” ujar bagian pendidikan dari persatuan pelajar putri Thailand ini.

Ucapan senada juga dilontarkan dari Iffah Nabilah ketua persatuan pelajar putri malaysia di sudan “Alfu Mubarok PPPI acara ini sukses sangat, jangan lupa ajak kami lagi bila ada acara best macam nih”.

Sementara itu dari salah satu juri asal Nigeria Aisyah Thohir mengaku kagum terhadap mahasiswi Indonesia “Maa syaa Allah Indonesia memiliki banyak hafizoh. Semoga bisa memberikan semangat dalam fastabiqul khoirot bagi negara lainnya, dan terima kasih kalian telah menyelenggarakan acara hebat seperti ini.”

Acara berakhir pada jam 18.45 yang diakhiri dengan Doorprize, penampilan pemenang dari lomba drama dan  Indonesia menjadi juara umum. (Red. FJ, Editor. dafi)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

%d bloggers like this: