Press Release PPI Dunia terkait MEA

Press Release 15 Agustus 2015

Rekomendasi PPI Dunia Menuju Indonesia Menghadapi MEA

Singapura, ASEAN akan memasuki tahap baru pada akhir tahun 2015 ini dengan adanya ASEAN Community. Hal ini menjadi indikasi bahwa Indonesia akan menghadapi persaingan pasar barang, jasa, dan tenaga kerja yang lebih global. Hal ini akan membahayakan posisi Negara Indonesia dalam persaingan internasional apabila tidak diantisipasi dengan baik sedini mungkin.

Ahmad Almaududy Amri demisoner Koordinator Persatuan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) periode 2014-2015 menjelaskan, untuk dapat bersaing dengan Negara ASEAN lainnya, Indonesia perlu memperbaiki tata kelola pemerintahan.

“Sebagai pelajar Indonesia yang belajar di luar negera yang terkumpul dalam asosiasi PPI Dunia, dengan itikad baik dan segenap kemampuan, kami telah menyusun 8 butir pemikiran kami sebagai bukti kepedulian kami kepada Negara,” ungkapnya.

Butir pemikiran ini ditetapkan sebagai Deklarasi Singapura yang disepakati oleh seluruh delegasi PPI Negara yang hadir dalam Symposium PPI Dunia ke 7 di Singapura pada tanggal 7-11 Agustus 2015 lalu.

“Deklarasi ini dibagi dalam empat bagian, di antara fokus yang disepakati ialah bidang kewirausahaan, diaspora, kepemudaan, dan pendidikan. Kami harap pemikiran kami ini dapat bermanfaat terhadap langkah-langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah, untuk bangsa dan negara Indonesia,” ungkap Dudy.

Butir kewirausahaan menjadi butir pertama dalam deklarasi ini yang menekankan kepada upaya pemerintah untuk fokus membenahi prosedur perizinan dalam mendirikan usaha di Indonesia yang selama ini terkesan mempersulit pebisnis, sehingga memakan waktu yang jauh lebih lama dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

“Selain itu perlu dibangun sistem layanan terpadu satu pintu bila perlu  dibenahi dan dijalankan secara online dengan konsisten dan transparan,” tegas Dudy.

Pemerintah diharapkan dapat mendukung pengembangan kewirausahaan di Indonesia dengan cara fokus menggerakkan lembaga pemerintah dan secara aktif menyelenggarakan kompetisi-kompetisi bisnis bersama pihak universitas dan industri.

Lebih lanjut Dudy menegaskan agar pemerintah dapat menstimulus semangat berwirausaha dengan mempermudah dan mendukung lingkungan start-up business untuk memfasilitasi ide-ide kreatif anak bangsa.

Butir ke dua dalam deklarasi Singapura terkait Diaspora, pemerintah perlu lebih mendayagunakan sumber daya manusia dari Diaspora Indonesia sebagai motor penggerak kehidupan bangsa Indonesia. Hal ini dapat difasilitasi dengan campur tangan pemerintah dalam mendukung komunitas diaspora dalam melancarkan jalur komunikasi untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang telah didapatkan dari luar negeri untuk dapat dikontribusikan secara nyata di tanah air Indonesia.

Untuk persoalan kepemudaan Dudy menegaskan agar pemerintah perlu secara berkelanjutan mensosialisasikan ASEAN Community kepada pemuda, termasuk dengan membuat media online seperti website dimana pemuda dapat memberikan feedback langsung kepada pemerintah mengenai segala isu yang berhubungan dengan ASEAN Community.

“Pemerintah perlu mendukung kegiatan organisasi pelajar Indonesia di dalam dan luar negeri yang bekaitan dengan isu sosial, ekonomi, dan politik di ASEAN. Hal ini dapat diwujudkan salah satunya dengan mengirimkan utusan pemerintah menjadi pembicara dalam kegiatan organisasi terkait,” tegas Dudy lebih lanjut.

Butir ke tiga membahas persoalan pendidikan, PPI Dunia meminta agar pemerintah dapat menyusun dan menerapkan kurikulum berstandar internasional dengan tujuan menghasilkan lulusan yang berkompeten dan mampu berkompetisi di tingkat ASEAN.

“Strategi pendidikan di Indonesia harus juga terlebur dalam ‘strategi pendidikan ASEAN’ karena ASEAN kini telah berkembang sebagai salah satu kawasan penentu yang strategis dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan politik internasional,” Ungkapnya.

Pemerintah perlu melakukan identifikasi dan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan baik di level dasar, menengah, dan tinggi. Kurikulum tersebut diharapkan dapat menyiapkan sumber daya manusia, sekolah, maupun universitas yang mampu menghadapi persaingan yang ketat di arena internasional dalam kapasitasnya sebagai pekerja, profesional, maupun enterpreneur.

“Pemerintah diharapkan dapat memfasilitasi dan menyiapkan staf pengajar yang berkompeten yang mampu mendukung dan mewujudkan pendidikan Indonesia yang berstandar internasional,” jelasnya.

Sementara itu duta besar RI untuk Singapura Andri Hadi menyambut baik delapan point besar yang disampaikan PPI Dunia dalam symposium tersebut. Butir-butir dalam deklarasi Singapura merupakan hasil sumbangan para pelajar Indonesia yang mengamati perkembangan tanah airnya, sehingga merumuskan dalam deklarasi yang jelas untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean yang sudah di ambang pintu.

“Upaya pelajar PPI Dunia dalam menggagas deklarasi Singapura kami sambut dengan baik, ini adalah bentuk kontribusi pelajar untuk mempersiapkan Indonesia lebih baik kedepannya,” Ungkapnya. (Dw)

 

IMG_5471

 

REKOMENDASI PPI DUNIA UNTUK PEMERINTAH INDONESIA

 

Rekomendasi Simposium Internasional PPI Dunia 2015 di Singapura

 

Mukadimah

ASEAN akan memasuki tahap baru pada akhir tahun 2015 ini dengan adanya ASEAN Community. Hal ini menjadi indikasi bahwa Indonesia akan menghadapi persaingan pasar barang, jasa, dan tenaga kerja yang lebih global. Hal ini akan membahayakan posisi Negara Indonesia di kancah persaingan internasional apabila tidak diantisipasi dengan baik sedini mungkin.

 

Kami percaya bahwa untuk dapat berkompetisi dengan baik dalam persaingan dengan negara-negara ASEAN, yang utama adalah memperbaiki tata kelola pemerintahan di Indonesia itu sendiri. Presiden Soekarno pernah berujar, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

 

Sebagai pelajar-pelajar yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di luar negeri yang terkumpul dalam asosiasi PPI Dunia, dengan itikad baik dan segenap kemampuan, kami telah menyusun 8 butir pemikiran kami sebagai bukti kepedulian kami kepada Negara kami yang tercinta, tanah air Indonesia. 8 butir pemikiran ini terbagi menjadi empat bagian, yang mempunyai masing-masing fokus di bidang kewirausahaan, diaspora, kepemudaan, dan pendidikan. Kami harap pemikiran kami ini dapat bermanfaat terhadap langkah-langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah, untuk bangsa dan negara Indonesia.

 

 

Singapura, 10 Agustus 2015

 

Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia

 

8 BUTIR REKOMENDASI DEKLARASI SINGAPURA

Kewirausahaan

  1. Pemerintah perlu fokus membenahi prosedur perizinan dalam mendirikan usaha di Indonesia yang terlalu panjang dan berbelit-belit sehingga mengonsumsi waktu yang jauh lebih lama dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Sistem ‘layanan terpadu satu pintu’ harus dibenahi dan dijalankan secara online dengan konsisten dan transparan.
  2. Pemerintah diharapkan dapat mendukung pengembangan kewirausahaan di Indonesia dengan cara fokus menggerakkan lembaga pemerintah dan secara aktif menyelenggarakan kompetisi-kompetisi bisnis bersama pihak universitas dan industri. Pemerintah pun diharapkan menstimulus semangat berwirausaha dengan mempermudah dan mendukung lingkungan start-up business untuk memfasilitasi ide-ide kreatif anak bangsa.

Diaspora

  1. Pemerintah perlu lebih mendayagunakan sumber daya manusia dari Diaspora Indonesia sebagai motor penggerak kehidupan bangsa Indonesia. Hal ini dapat difasilitasi dengan campur tangan pemerintah dalam mendukung komunitas diaspora dalam melancarkan jalur komunikasi untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang telah didapatkan dari luar negeri untuk dapat dikontribusikan secara nyata di tanah air Indonesia.

Kepemudaan

  1. Pemerintah perlu secara berkelanjutan mensosialisasikan ASEAN Community kepada pemuda, termasuk dengan membuat media online seperti website dimana pemuda dapat memberikan feedback langsung kepada pemerintah mengenai segala isu yang berhubungan dengan ASEAN Community.
  2. Pemerintah perlu mendukung kegiatan organisasi pelajar Indonesia (di dalam dan luar negeri) yang bekaitan dengan isu sosial, ekonomi, dan politik di ASEAN. Hal ini dapat diwujudkan salah satunya dengan mengirimkan utusan pemerintah menjadi pembicara dalam kegiatan organisasi terkait.

 

Pendidikan

  1. Pemerintah diharapkan dapat menyusun dan menerapkan kurikulum berstandar internasional dengan tujuan menghasilkan lulusan yang berkompeten dan mampu berkompetisi di tingkat ASEAN. Strategi pendidikan di Indonesia harus juga terlebur dalam ‘strategi pendidikan ASEAN’ karena ASEAN kini telah berkembang sebagai salah satu kawasan penentu yang strategis dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan politik internasional.
  2. Pemerintah perlu melakukan identifikasi dan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan baik di level dasar, menengah, dan tinggi. Kurikulum tersebut diharapkan dapat menyiapkan sumber daya manusia, sekolah, maupun universitas yang mampu menghadapi persaingan yang ketat di arena internasional dalam kapasitasnya sebagai pekerja, profesional, maupun enterpreneur.
  3. Pemerintah diharapkan dapat memfasilitasi dan menyiapkan staf pengajar yang berkompeten yang mampu mendukung dan mewujudkan pendidikan Indonesia yang berstandar internasional.

 

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: