Puluhan Pelajar Indonesia Berikan Bantuan Sembako kepada Masyarakat Sudan

Liputan Sudan, Persatuan Pelajar Putri Indonesia (PPPI) Sudan dan Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU Sudan bekerjasama dengan Jam’iyyah Khoiriyyah Musytaqun ilal Jannah Sudan menggelar baksos pada 26 Maret 2016 lalu  kepada masyarakat Ibadurrahman tepatnya di wilayah Omdurman Sudan.

Rombongan menempuh tiga jam perjalanan dari Khartoum ibukota Sudan menuju pedalaman desa Ibadurrahman yang belum terjamah listrik dan langka air bersih. Puluhan pelajar Indonesia terlibat dalam rombongan bakti sosial tersebut. Kausar Afdhal, Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan menjelaskan, pedalaman Ibadurrahman dipilih karena wilayah ini merupakan salah satu desa yang kondisi ekonomi masyarakatnya sangat memprihatinkan.

“Layaknya kehidupan masyarakat di wilayah Afrika, Ibadurrahman merupakan salah satu desa tertinggal yang mudah dijangkau dari pusat kota. Kedatangan kami di desa tersebut disambut suka cita oleh masyarakat setempat, meskipun  rasanya tidak begitu besar nominal bantuan yang dapat kami berikan kepada mereka,” Ungkap Kausar yang merupakan pelajar master di Mahad Ad-dualy University Sudan.

Jam’iyyah Khoiriyyah Musytaqun Ilal  Jannah adalah salah satu lembaga swasta di Sudan yang bergerak dalam penggalangan dana untuk membantu masyarakat miskin di Sudan. Acara ini diawali dan di akhiri dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Nur Azizah yang merupakan ketua panitia dari baksos ini  menjelaskan; banyak bantuan perlu disalurkan kepada masyarakat setempat, karna kondisi masyarakat Ibadurrahman masih sangat memprihatinkan. Berharap kedepannya banyak lagi pihak yang dapat menyalurkan bantuan untuk masyarakat di desa ini ataupun desa-desa di pedalaman sudan lain yang serupa.

sudan

Di antara jenis sumbangan yang diberikan kepada masyarakat Ibadurrahman yaitu berbentuk sembako dan pakaian.

“Saya sangat mengapresiasi sekali program bakti sosial ini, karna program ini membuktikan bahwa panitia yang menyelenggarakan ini dan para donatur punya kepedulian yg tinggi terhadap masyarakat sekitar.
Saya tidak bisa membayangkan bagaimana mereka dapat bertahan hidup di rumah2 kain yg tidak permanen seperti itu, ditambah lagi dengan cuaca sudan yang panas sekali ini. Itu sangat memprihatinkan”
Ujar Sidik Ismanto selaku Rais Syuriah PCI NU Sudan yang ikut hadir ketika itu.

Di akhir kunjungan ini,  ‘Amu salah seorang masyarakat setempat yang menyampaikan rasa terima kasihnya mewakili masyarakat Ibadurrahman, berharap kedepannya kondisi masyarakat akan lebih baik lagi.

“Sebuah kebahagiaan bagi kami dapat menerima bantuan dari pelajar Indonesia, kondisi masyarakat di desa Ibadurrahman masih sangat jauh dari garis “berada”, berharap kedepannya masih banyak bantuan untuk desa kami. Saat ini yang masih sangat minim di desa kami adalah fasilitas toilet,” jelas Amu. (red. Abidurahman, Azizah & Dewi)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

%d bloggers like this: