Rahasia Sukses Menulis Curriculum Vitae di Kopdar Bogor Bersama Kolaborasi Sahabat Beasiswa Chapter Bogor dengan Perwakilan PPI Dunia

Liputan Bogor – Sahabat Beasiswa Chapter Bogor bekerja sama dengan Alumni PPI Dunia, PPI Dunia, dan PPI Polandia  kembali mengadakan rutinitas acara mereka, Kopi Darat (Kopdar) ke-empat tepat hari Minggu, 20 Agustus 2016 di Kota Hujan, Bogor. Bersama Warsono El Kiyat, penerima program exchange di Warsaw University, Polandia dan penerima program tesis di Hokkaido University, Jepang.

Dengan topik “How To Write Your CV Correctly” yang akan dipaparkannya, kongkow ini mengundang beberapa peserta yang akan hadir, diantaranya pengurus dan member SB Chapter Bogor serta teman-teman Scholarship Hunters Kota Bogor.
Mahasiswa Pasca Sarjana IPB ini menyatakan bahwa CV untuk proses mendaftar ke universitas di luar negeri dan seleksi beasiswa bukanlah hal yang sepele. Melainkan sangat penting, karena ia merupakan gambaran atau resume diri masing-masing, khususnya dari segi akademis.

Warsono memaparkan bawah keberhasilan dalam seleksi beasiswa tergantun dalam dua faktor. Yakni (1) faktor yang predictable seperti IPK dan (2) faktor yang unpredictable seperti motivation letter, recommendation letter, dan CV (curriculum vitae). Maka dari itu, beliau membagikan beberapa tips agar CV tersebut bisa diterima. Diantaranya kenali informasi umum, atau tujuan pembuatan CV. Apakah dipergunakan untuk melamar beasiswa S2/S3, exchange program, atau kegiatan internasional lainnya.

img_8523

Kemudian membuat kerangkanya sebaik mungkin. Kerangka atau format CV dapat diperoleh dari penyelenggara beasiswa atau mencontoh dari beberapa format CV yang sudah terkenal, seperti Europass. Keunggulan dari format Europass ini sangat fleksibel jikalau ingin merubah konten yang ada.

Ia tidak hanya memberikan tips dan pengalaman sebatas poin penting saja. Agar CV tampak cantik dan menarik, ia menyarankan agar ketika sedang menulis perlu mencantumi kemampuan bahasa, baik TOEFL maupun conversation,  IPK dan prestasi akademik lainnya, aktif dalam kegiatan ilmiah, kontribusi di Program Kreativitas Mahasiswa, Karya Tulis Ilmiahnya, Exchange Program, dan yang lainnya. Tak lupa pengalaman organisasi atau Social Activity (Volunteer).
Kesan CV yang sering tidak diterima membuat orang pasti akan bertanya-tanya. Penerima beasiswa Erasmus pun membagikan beberapa tips yang perlu dihindari. Seperti desain format yang terlalu ramai, konten yang tidak perlu, misalnya zodiak, kecuali kalau pihak lembaga membutuhkannya. Selanjutnya yang perlu dihindari adalah tidak mengikuti format CV yang disediakan dari penyelenggara beasiswa, konten tidak sesuai dengan realita (atau dibuat-buat), dan grammar atau spelling yang salah.

Di penghujung acara, Warsono yang akrab disapa Ano ini memberikan beberapa brosur universitas di Polandia dari PPI Polandia, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dengan diskusi ringan. (adam)

 

 

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: