Ramadan Istimewa di Masjid Indonesia Tokyo yang Baru Dibuka

Tokyo – Alhamdulillah, bagi warga muslim Indonesia di Tokyo dan sekitarnya, Ramadan kali ini menjadi semakin hangat dan istimewa. Hal itu dikarenakan keberadaan hasil perjuangan 18 tahun pembangunan Masjid Indonesia pertama di Tokyo berbuah manis.

Tepatnya 26 Mei 2017, Jumat sore hari jelang memasuki Ramadan, masjid Indonesia Tokyo diresmikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Jepang Bapak Arifin Tasrif. Akhirnya, kami di sini dapat melaksanakan ibadah salat fardhu dan iktikaf di Masjid Indonesia Tokyo. Suasana haru pun dirasakan saat itu, tak luput dari kami hingga ada yang berurai air mata hingga pekikan takbir berucap syukur.

Dengan adanya Masjid Indonesia, kehangatan diantara warga muslim Indonesia kian terasa. Ada tempat berkumpul dalam beribadah, ada wadah untuk menyapa sesama muslim Indonesia yang berjumlah sekitar 5.000 orang di Tokyo dan sekitarnya. Tak hanya itu, fungsi Masjid Indonesia ini pun dirasakan oleh muslim lainnya seperti dari Bangladesh, Pakistan, Turki, Malaysia dan warga muslim Jepang itu sendiri.

Buka puasa bersama di Masjid Indonesia Tokyo (Arif Aditiya)

Ramadan di Jepang tentu berbeda dengan Indonesia. Subuhnya berkisar pukul 02.39 dan waktu Magribnya mendekati pukul 19.00 malam. Sekitar 17 jam lamanya warga muslim di Jepang melaksanakan puasa di musim panas kali ini.

Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang yang merupakan wadah berupa organisasi dakwah Islam di Jepang yang dimotori oleh masyarakat Islam Indonesia yang tinggal di Tokyo dan sekitarnya menyelenggarakan rangkaian kegiatan untuk mengisi Ramadan 1438 H. Kegiatan itu seperti buka puasa bersama, salat dan kajian Tarawih, workshop tematik,

Tabligh Akbar tiap Ahad, iktikaf, Pesantren Kilat, Ramadhan Ceria for Kids, A Day : Islamic Culture Festival for Japanese, hingga rangkaian Salat Idul Fitri dan gelaran Open House oleh KBRI Tokyo.

Tak lupa, Panitia Ramadan juga menerima zakat fitrah dan mal dan menyalurkannya kepada yang berhak menerimanya. Kegiatan Tabligh Akbar setiap Ahad, menjadi istimewa yang dinanti setiap pekannya. Di tengah rutinitas harian, kegiatan ini laksana oase di padang pasir.

Tabligh Akbar yang diadakan KMII di Tokyo selama Ramadan di Masjid Indonesia Tokyo yang baru dibuka pada Mei 2017 lalu (Arif Aditiya)

Selain tema beragam yang menarik, momen yang ditunggu yakni pada saat berbuka bersama teman, kerabat atau keluarga menjadi sangat spesial, apalagi menu takjil dan hidangan serba spesial ala Indonesia tersaji apik oleh ibu-ibu Kemuslimahan KMII Jepang. Jumlah yang hadir bisa mencapai 500 orang. Mereka datang dari Tokyo dan luar Tokyo, bahkan ada yang bermalam sebelumnya untuk menghadiri acara ini. Indahnya kebersamaan ini sangat dirasakan.

Kegiatan Ramadan merupakan kegiatan tahunan KMII Jepang yang didukung oleh seluruh komunitas warga muslim Indonesia di Jepang baik para pekerja, pelajar, pekerja magang, dan perawat. Hal ini dapat terlihat dari narasumber yang tidak hanya mengisi di Tokyo, namun juga mengisi ke berbagai daerah di sekitar Tokyo dan luar Tokyo seperti Chiba, Gunma, dan bahkan Fukuoka.

Ramadhan 1438 Hijriyah mempunyai tema “Meniti Surga bersama Keluarga” menghadirkan 4 (empat) narasumber dari Indonesia yaitu ustaz Adi Hidayat, ustaz Maman Surahman, ustaz Hepi Andi Bastoni, dan ustaz Irfan Syauqi. Selain mengisi kajian harian dan Tabligh Akbar, para ustaz juga mengisi workshop tematik dengan tema yang berkaitan dengan keluarga seperti workshop pranikah, cara Nabi mendidik anak dalam keluarga hingga bagaimana mengelola keuangan keluarga.

Ustaz Adi Hidayat mengisi Tabligh Akbar di Masjid Indonesia Tokyo (Arif Aditiya)

Pada pekan pertama lalu, narasumber kami ustaz Adi Hidayat -yang juga pada Ramadan kali ini sebagai narasumber di kolom #TanyaUstazAdi detikRamadan- sempat berkunjung ke beberapa Islamic Center di Tokyo seperti Islamic Arabic Institute, Yuai Islamic International School, serta bertemu dengan anggota Dewan Syariah Islam Tokyo. Hal ini menegaskan bahwa KMII Jepang terus menjembatani dakwah Islam di negeri Sakura kepada seluruh muslim tidak hanya bagi muslim

Indonesia.

Pada Ahad 4 Juni lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla di tengah kunjungan kerjanya di Tokyo menyempatkan untuk dapat salat Tarawih bersama kami di Masjid Indonesia Tokyo. Dalam kesempatan itu, Pak Jusuf Kalla memberikan tausiahnya dan harapannya agar Masjid Indonesia ke depannya dapat menjadi sarana membangun kemampuan umat yang positif. Kami berharap rangkaian kegiatan Ramadan ini menjadikan semakin istimewa bagi segenap masyarakat muslim Indonesia di Jepang.

Wapres Jusuf Kalla yang mampir ke Masjid Indonesia Tokyo yang baru dibuka (Arif Aditiya)

Secara umum, Ramadan di Jepang sangat dirasakan, terlebih jika kita berada di Tokyo, hampir semua masjid yang menyediakan berbuka puasa dan menu halal tersedia di beberapa restoran .

Penulis: Arif Aditiya, Ketua Panitia Ramadhan 1438 H – KMII Jepang, Mahasiswa S2 Civil Engineering The University of Tokyo dan Anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang

*) Artikel ini terselenggara atas kerja sama antara Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) dan detikcom

 

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: