SEMARAK HARI SANTRI NASIONAL DI YAMAN

IMG_4255

Tarim – Kamis (22/10), Diresmikannya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional disambut semangat meriah oleh umat islam di tanah air. Berbagai acara ditampilkan dalam merayakan Hari Kaum Sarungan itu. Tidak terkecuali di Hadhramaut, digawangi oleh organisasi terkemuka antara lain PPI, PCI NU, AMI Al-Ahgaff, FLP dan didukung oleh sekitar 8 Organisasi Daerah, acara dengan tajuk “Menggelorakan Kembali Semangat Resolusi Jihad Dan Patriotisme Santri Untuk Negeri”.

Dihadiri sejumlah pelajar yang mengenyam pendidikan di Kota Tarim antara lain Universitas Al-Ahgaff, Perguruan Darul Musthafa dan Ribat Tarim, perayaan Hari Santri ini menggelar Indonesia Santri Club (ISC) pada Rabu (21/10) bertempat di Auditorium Universitas Al-Ahgaff,  merupakan sebuah forum santai yang mendiskusikan permasalahan seputar Resolusi Jihad serta menguak peran penting para ulama dengan anak didiknya dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI.

“Resolusi Jihad beserta para ulama yang turut berkecimpung dalam peristiwa ini, misalnya Kiyai Abbas Buntet yang membentuk Laskar Santri telah dilupakan oleh sejarah sehingga pelajar tak mengetahuinya” sesal Thohirin dari kubu Ormas yang menjadi panelis saat itu.

Sedangkan di malam puncak, Kamis Malam (22/10), kemeriahan acara diisi dengan menampilkan Drama Teatrikal bertajuk “Resolusi Jihad” dimainkan sekitar 25 aktor meceritakan kembali peran Ulama dan Santri dalam memeperebutkan NKRI yang termaktub dalam pesan mulia Resolusi Jihad di bawah komando KH. Hasyim Asy’ari, selain itu acara juga diramaikan oleh  Bazar Masakan ala santri dengan menu Nusantara.

Tidak diragukan, bahwa perjuangan para Kaum Sarungan dalam menjaga keutuhan kemerdekaan NKRI sangatlah besar. Namun, banyak dari kalangan pelajar Indonesia tidak pernah mengetahuinya. Hal ini dikarenakan peristiwa-peristiwa tersebut lenyap dari pantauan sejarah. Berangkat dari inilah, Drama Treatikal Resolusi Jihad berdurasi 1,5 Jam adalah penampilan aksi peranan penting para ulama bersama umara dalam mempertahankan NKRI berhasil menghipnotis para penonton yang hadir di malam itu. Bukan hanya pelajar Indonesia, acara ini juga dihadiri pelajar-pelajar luar Indonesia, seperti Thailand, Malaysia, Tanzania, Somalia, serta pelajar Yaman.

Aksi-aksi yang diperagakan membuat decak kagum para penonton yang berpartisipasi mensukseskan acara tersebut. Sorakan serta tepukan tangan penontonpun membuat suasana semakin memanas hingga jam menunjukkan pukul 23:00 KSA.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Izzudin Mufian mengungkapkan rasa terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh pihak yang telah membantu mensukseskan jalannya perayaan itu serta berharap dengan adanya drama tersebut menjadi pemicu semangat para santri dalam mengikuti jejak-jejak pendahulunya.

Perayaan Hari Santri, Dari Santri Hadhramaut Untuk Negeri !!!. (Red. Aidil/Abda)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: