Seminar Hijamah oleh PPMI Pakistan

Liputan Islamabad – Sebagai salah satu program dari Departemen Inventarisasi dan Unit Usaha, PPMI Pakistan mengadakan seminar hijamah yang dilaksanakan di KBRI Islamabad, sabtu pagi (11/3). Tidak hanya mahasiswa, seminar kali ini juga dihadiri oleh staff KBRI. Seminar kali ini menghadirkan Achmad Syarif, S.Thi. selaku pembicara dari tim hijamah.

Hijamah atau yang lebih dikenal bekam merupakan pelepasan darah kotor dengan cara melukai permukaan kulit dan melakukan penghisapan melalui gelas bekam untuk mengeluarkan darah kotor. Hijamah sendiri merupakan salah satu pengobatan tradisional dan sekaligus pengobatan ala nabi Muhammad SAW. Dewasa ini pengobatan hijamah semakin dikenal di Indonesia. Hal ini dikarenakan khasiatnya yang sangat mujarab dan minim efek samping. Selain itu terdapat sebanyak 275 hadits tentang anjuran berbekam.

Terkait sejarah hijamah sendiri, Syarif menuturkan, terdapat 4 fase sejarah bekam di Indonesia : tradisional, standarisasi, penyempurnaan dan sinergisasi. Pada tahun 2010, Indonesia sendiri sudah memasuki fase sinergisasi.

Ia juga menambahkan, tentang khasiat bekam yaitu memperbaiki sistem imunisasi, melancarkan peredaran darah, memulihkan fungsi tubuh. “Reaksi negatif bisa terjadi saat berlangsungnya bekam, yaitu pening/pusing, lapar, lemas. Hal ini banyak terjadi pada pasien yang memiliki darah rendah,” jelas Achmad Syarif, S.Thi.

Tak hanya warga Indonesia, dalam perjalanannya memimpin tim hijamah, ia menemui minat yang cukup besar dari warga luar negeri khususnya Pakistan. Disamping penangan tim hijamah PPMI Pakistan lebih bersih dan rapi, masalah harga juga mempengaruhi. Hijamah di luar mematok tarif yang cukup tinggi, berbeda dengan tim hijamah yang cukup mematok harga mahasiswa.

Di akhir pembicaraan, ia juga menawarkan pelatihan hijamah bagi warga Indonesia yang berminat. Hasil dari pelatihan ini akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi warga untuk dapat mempraktekannya secara langsung baik ketika ia masih di Pakistan ataupun ketika kembali ke tanah air. (Red, az / Ed, pw)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: