Seminar “Memilih yang Terbaik” Diadakan Di SRIT

Andy Sirait (keempat dari kiri), Prof. Josaphat (keenam dari kiri), Almira Shinantya (ketujuh dari kiri), Daniel Surya (kedelapan dari kiri)

 

TOKYO, 28 Oktober 2017 – Bertemakan “Memilih yang Terbaik”, KMKI selaku penyelenggara acara mengundang empat orang narasumber untuk membagikan ilmu dan pengalaman masing-masing. 

            Acara yang dimulai pada pukul 12:30 waktu setempat itu menghadirkan empat orang narasumber: Andy Laver Sirait; Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo; Daniel Surya; dan Almira Shinantya. Menelisik biodata dari masing-masing narasumber, Andy Sirait saat ini bekerja di perusahaan yang didirikannya, Asia Strategic Human Capital sebagai headhunter yang bermarkas di Jakarta dan Tokyo. Sementara itu, nama Prof. Josaphat pastinya sudah tidak asing lagi di telinga para akademisi. Beliau adalah professor tetap di Chiba University yang berkonsentrasi pada bidang Remote Sensing. Lalu, Daniel Surya adalah CEO dari WIR Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang creative technology. Sedangkan Almira Shinantya adalah managing director dari DM ID, sebuah firma konsultan yang bergerak pada perencanaan pemasaran.

Sebagai pembicara pertama, Andy Laver Sirait menekankan suatu poin penting mengenai perencanaan. Dihadapan para hadirin beliau berkata “Those who fail to plan, plan to fail”. Sebegitu pentingnyalah perencanaan bagi tiap individu, sehingga harus dipikirkan matang-matang sedari jauh hari. Hal itu juga merupakan sebuah permasalahan bagi anak-anak Indonesia. Pada kesempatan terpisah, Andy mengakui bahwa keadaan di Indonesia kurang mendukung anak-anak untuk membuat rencana yang matang. Misalnya dalam banyak hal di Jepang, sudah direncanakan dengan tepat seperti jadwal ketibaan kereta/bus, jadwal janji temu, atau jadwal acara. Di Indonesia yang lebih fleksibel, sangat sulit untuk membuat perencanaan matang karena terganjal oleh berbagai faktor yang dapat menyebabkan pergeseran. Di luar semua itu, Andy juga menegaskan pentingnya arah dibandingkan jarak. Meskipun untuk menuntaskan sesuatu memakan banyak waktu, tetaplah fokus pada tujuan karena pada akhirnya, ke sanalah tercapainya impian Anda.

 

Teknologi mutakhir

Berselang lima menit, sesi berikutnya dilanjutkan oleh Prof. Josaphat. Pendiri dari Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL) dengan teknologi paling mutakhir itu bercerita masa-masa awal saat menginjakan kaki di Jepang. Kala itu beliau menerima beasiswa Science and Technology Manpower Development Program (STMDP) II pada masa mantan presiden Habibie menjabat sebagai Menristek. Selepas kelulusannya dari Kanazawa University dan memperoleh gelar pasca sarjana, Prof. Josaphat melanjutkan pendidikan doktoral ke Chiba University. Dari sanalah perjalanannya hingga menjadi profesor tetap seperti sekarang berawal.

Prof. Josaphat saat menyampaikan materi

Salah satu terobosan yang dibuat Prof. Josaphat  di JMRSL adalah Synthetic Aperture Radar yang sampai saat ini hanya dapat diproduksi oleh Mitsubishi, NEC, dan JMRSL miliknya sendiri di Jepang. Kelebihan SAR ini adalah bobot minim tetapi kemampuan sepadan dengan yang sudah ada, bahkan lebih. Kegunaan utama SAR sebenarnya untuk pemetaan lahan, namun banyak juga manfaat lain. Misalnya dengan pemetaan lahan, kita dapat mengukur ketebalan tanah untuk perencanaan penanggulangan banjir di Jakarta atau penyelesaian masalah lahan gambut di Riau. Selain itu kita juga dapat melihat retakan atau pergeseran tanah, yang dapat digunakan untuk menilai aman atau tidaknya suatu bangunan. Namun, mungkin yang tidak terpikirkan, dengan melihat pergeseran tanah, kita dapat memprediksi gempa, sehingga dapat diantisipasi lebih awal. “Misalnya sebuah bangunan bergeser sebesar 1 cm saja di Surabaya, dengan radar ini saya dapat mengetahuinya langsung dari Jakarta,” kata Prof. Josaphat menggambarkan betapa besar manfaat teknologi ciptaannya.

Ada juga karya-karya lain Prof. Josaphat. Contohnya JX-1, sebuah UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang memiliki rentang sayap sepanjang enam meter. Ada pula satelit berbobot 150 kg yang diprediksi dapat menggantikan satelit konvensional dengan massa hingga sekian ton. Meskipun kini bermukim dan bekerja di Jepang, Prof. Josaphat tetap berkontribusi pada Indonesia, dan bahkan dunia. Radar tersebut merupakan impian beliau semenjak tumbuh berkembang di lingkungan AU. Kini, beliau telah berhasil mengubah mimpinya jadi nyata. Radar itu adalah janjinya pada sang ayah, dan juga sebuah karya untuk dimanfaatkan bagi kebaikan orang banyak.

Pembicara terakhir adalah duo Daniel Surya dan Almira Shinantya. Daniel khusus memimpin perusahaan di bidang teknologi kreatif. Salah satu teknologi yang digelutinya adalah Augmented Reality (AR). Perusahaan yang dinamainya WIR (We Indonesians Rule) Group itu pernah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan terkemuka dunia semisal Caltex, Danone, Dutch Lady, dan Otsuka. Bahkan Daniel pernah diminta memasukkan teknologi AR ke merk pakaian milik Pharrell Williams, Billionaire Boys Club. Salah satu karyanya juga pernah memenangkan penghargaan bergengsi Auggie Awards untuk kategori Best Campaign pada Augmented World Expo tahun 2016.

Di sisi lain sebuah bisnis, satu hal yang tidak boleh terlupakan adalah pemasaran. Selain memperhatian sistem yang berjalan, perlu juga promosi agar khalayak luas tertarik pada apa yang dijual. Inilah bidang yang diurus oleh Almira selaku managing director DM ID, anak perusahaan WIR Group. Pada dasarnya, merek ada agar konsumen lebih mudah menentukan pilihan. Namun, Almira menjabarkan lebih jauh lagi. Ada empat tujuan yang harus dicapai suatu merek, yakni: menciptakan gambaran, menimbulkan hubungan emosional; membangun rasa percaya terlepas logika; serta mendorong bisnis dan penjualan. Jika empat tujuan itu tercapai, maka dapat dikatakan bahwa maksud sang pembuat merek tersampaikan dengan baik.

Banyak ilmu yang dapat dipetik dari seminar di hari Minggu sore tersebut. Diharapkan para hadirin dapat mendapat pencerahan dan bekal pengetahuan untuk menjalani hidup.

 

Penulis: Theodorus Alvin

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: