Serba Serbi Bulan Suci Ramadan di Britania Raya

Setiap tahunnya, jutaan umat Muslim sedunia menyambung dengan hangat kehadiran bulan suci Ramadan yang ditandai dengan ibadah berpuasa. Britania Raya tercatat sebagai salah satu wilayah di Eropa dengan jam berpuasa yang panjang di dunia, yaitu sepanjang 18-19 jam setiap harinya. Sebagai mahasiswa yang sedang menempuh studi, tentu ini menjadi tantangan tersendiri yang harus dilewati. Perubahan pola makan dan tidur adalah dua kegiatan yang berubah, secara drastis bagi sebagian orang, dalam bulan suci Ramadan di Britania Raya.

Waktu Berpuasa

Puasa dimulai dari sekitar pukul 2:30 s.d. 2:45 British Summer Time (BST) sementara waktu berbuka puasa berkisar pukul 21:15 s.d. 21:30 BST malam harinya, meskipun waktu ini masih sangat bergantung juga pada bagian mana dari Britania Raya kita sedang bermukim. Waktu tersebut berlaku menurut waktu London. Jika dibandingkan dengan Indonesia, berpuasa di sini “mencuri start” lebih awal, tetapi sayangnya berakhir justru lebih lama. Hal ini tentu menjadi ciri khas unik yang menambah pengalaman para Muslim dan Muslimah Indonesia selama berstatus menjadi mahasiswa dan mahasiswi di Britania Raya.

Lalu, bagaimana caranya melewati sebulan penuh Ramadan, apalagi dengan tuntutan tugas yang tetap menjadi kewajiban para mahasiswa/i? Pada bagian selanjutnya, penulis akan mencoba membagi pengamatannya yang akan dibagi menjadi dua tipe dasar pelajar (learner) berdasarkan waktu belajar: Pelajar Malam versus Pelajar Pagi. Bagian selanjutnya juga diikuti dengan tips asupan nutrisi yang baik selama bulan Ramadan dengan waktu puasa yang lebih lama.

Pelajar Malam

Jarak antara waktu berbuka, waktu sholat Isha, serta waktu sahur memang terbilang singkat – sekitar 5 jam saja! Para night owl biasanya memanfaatkan kesempatan ini untuk bablas dan tidak tidur. Kegiatan akademik atau kegiatan apapun yang menuntut kinerja kognitif tertinggi mereka lakukan pada waktu ini. Selain itu, mereka juga biasanya menikmati waktu ini dengan mengonsumsi makanan dan minuman sepuasnya. Setelah waktu sahur dan waktu subuh selesai, barulah mereka beristirahat. Apalagi jika mereka sudah tidak punya jadwal kuliah pagi, pastinya ini menjadi jadwal yang pas sekali untuk mereka.

Pelajar Pagi

Berbeda dengan para night owl, para lark (termasuk penulis sendiri) biasanya memiliki trik tersendiri juga dalam bulan ini. Biasanya pelajar tipe pagi butuh tidur yang cukup untuk memiliki energi sehingga bisa mengerjakan banyak tugas. Akhirnya, cara yang dapat ditempuh adalah menyelesaikan segala kegiatan pasca waktu berbuka (termasuk sholat tarawih, misalnya) secepat mungkin sehingga mereka bisa cepat-cepat tidur dan terbangun untuk waktu sahur. Usai sahur, jangan langsung tidur! Justru di sini waktu yang efektif untuk mengerjakan kegiatan kognitif, karena masih cukupnya energi yang dihasilkan dari waktu tidur dan nutrisi sahur. Setidaknya cobalah untuk mengefektifkan waktu hingga sekitar pukul 6 pagi untuk kemudian melanjutkan waktu tidur (jika diperlukan).

Nutrisi selama Ramadan

Asupan gizi selama berpuasa 6 jam lebih lama dari biasanya (di Indonesia) tentu menjadi faktor penting yang harus diperhatikan juga agar bisa tetap bertahan sehat dan fit. Menurut National Health Service (NHS), yakni penyedia layanan kesehatan nasional di UK, kunci utama selama Ramadan adalah keseimbangan antara karbohidrat, lemak, dan protein dalam konsumsi kita. Selain itu, kita juga disarankan untuk menghindari makanan yang digoreng dan makanan yang terlalu manis. NHS menambahkan bahwa makanan berserat, di antaranya sayur, buah, dan makanan bertepung (wholegrain varieties) harus dikonsumsi lebih banyak untuk membantu kita merasa kenyang lebih lama. Tips pribadi penulis: ganti konsumsi nasi menjadi gandum atau granola cereals, diikuti dengan protein seperti ayam atau telur pada waktu makan sahur.

Walaupun sempat kaget dan harus membiasakan diri pada masa awal Ramadan, bulan suci di Britania Raya tetap dapat berlangsung dengan baik dan efektif. Pemaparan di atas tentu bersifat subjektif – berdasarkan pengalaman penulis. Akan tetapi, semoga dapat tetap membantu dan dicoba. Jika kalian memiliki tips tambahan, jangan sungkan untuk memberikan komentar kepada kami. Ramadan Mubarak from the United Kingdom!

Rinda S. Kurnia
UCL Institute of Education, London

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: