Silaturahmi dan Diskusi Bersama Delegasi Pondok Darunnajah

Islamabad – PPMI Pakistan menggelar silaturahmi dan diskusi bersama delegasi dari Pondok Darunnajah di Aula Budaya Nusantara KBRI Islamabad, Selasa malam 6/12. Diskusi yang diikuti oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi beserta para staff KBRI ini bertemakan “Relevansi Sistem Dan Manajemen Pondok Pesantren Dalam Perubahan Zaman.”

Acara yang berlangsung selama tiga jam lebih ini dibuka oleh Bapak Duta Besar Iwan Suyudhie Amri. Bapak Dubes mengatakan bahwa Silaturahmi merupakan suatu berkah, karena Allah memberikan kesempatan untuk bertemu dengan Bapak-Bapak dan Ibu dari Pondok Darunnajah. Pondok ini merupakan institusi pendidikan dan telah merajut dengan institusi-institusi yang berada di luar negeri.

Dalam diskusi kali ini, menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman yaitu: KH. Muhammad Hasan Darojat (Kepala Darunnajah International Relation Office), KH. Jamhari Abdul Jalal (Ketua Dewan Nazir sekaligus Pimpinan Pondok Darunnajah 2 Cipining, Bogor), KH. Mad Rodja Sukarta (Pimpinan Pondok Darunnajah 5 dan Pondok Darul Muttaqien, Parung) dan bertindak sebagai moderator Bapak. Muladi Mughni.

Menurut narasumber, pesantren tidak akan pernah lepas dari struktur, kultur, nilai panca jiwa dan panca bina. Sebagai umat muslim, kita harus makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran. Di akhir diskusi, Bapak Dubes juga menambahkan tentang kemerdekaan dalam kemandirian dan berpikir. Kebosanan harus dicarikan solusinya dengan memberikan penugasan dan tanggung jawab.

Di akhir acara terdapat beberapa hiburan yang ditampilkan oleh mahasiswa dan mahasiswi berupa Tarian Badindin dan Nasyid yang kemudian ditutup dengan perfotoan bersama dan doa. (Red, Berty / Ed, pw)

Catatan Hasil Diskusi oleh Dea Aulia:

Pondok Pesantren Darunnajah sangat gencar dengan MoU luar negri untuk menambah wawasan santrinya dan mempererat relasi antar luar negeri. Salah satu hasil MoU luar negri :

  1. Qatar ➡ mendapatkan dana untuk tahfidz, dan menyediakan dana untuk musabaqoh tilawatil qur’an (MHQ) sebesar 1,8 milyar.
  2. Turki ➡ bekerjasama dengan Marmara University untuk pertukaran pelajar, beasiswa, dan wawasan lebih untuk Peradaban Islam.
  3. London ➡ di salah satu universitas katolik, untuk student exchange, dan untuk mengenalkan budaya barat sebagai pengetahuan dan benteng untuk memperkokoh iman umat Islam

Sebanyak apapun cabang Pondok Pesantren Darunnajah, dan tersebar di Indonesia, tapi yang membuat kokoh adalah tetap memegang visi misi yang sama . tanah yang sedang dikelola oleh K.H Jamhari Abdul Jalal saat ini seluas 150 hektar. Dan yang membuat beda di Ponpes Darunnajah adalah menyatukan kurikulum pemerintah dan kurikulum Pesantren, yaitu kurikulum yang bisa diterima masyarakat, dan memahami apa yang dimau oleh masyarakat.

Konteks rasio penduduk bangsa harus diisi dengan keturunan generasi bangsa yang unggul. Untuk membangun Indonesia yang bermartabat, Islam harus menjadi pelopor kehidupan bangsa. Maka dari itu kami sebagai kiai harus siap untuk mensukseskan santrinya untuk menjadi pemimpin masa depan yang tangguh dalam menghadapi perkembangan akhir zaman yang cukup mengkhawatirkan. (K.H. Mad Rodja Sukarta)

Perubahan itu abadi. Keagamaan itu ada. Yang harus dijunjung itu toleransinya, jangan menuntut orang-orang seperti Kiai. Islam itu rahmatan lil alamin. Pesantren itu ada ilmu dunia dan akhirat. Karena kelak Islam akan menjadi satu dan akan mensejahterakan umat manusia.

Galeri Foto:

whatsapp-image-2016-12-08-at-12-59-39-pm-1

whatsapp-image-2016-12-08-at-12-59-05-pm

whatsapp-image-2016-12-08-at-12-59-35-pm

whatsapp-image-2016-12-08-at-12-59-50-pm

whatsapp-image-2016-12-08-at-12-59-43-pm

whatsapp-image-2016-12-08-at-12-59-47-pm-1whatsapp-image-2016-12-08-at-12-59-50-pm-1

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: