Silaturrahim PPMI Arab Saudi dengan Pelajar Indonesia di Kuwait

Liputan Madinah – Pada hari Kamis, 26 Januari 2017, kami berkesempatan silaturrahim dengan 7 mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Universitas Kuwait, Kuwait, dalam rangkaian ibadah umrah dan ziarah kota suci Madinah yang berlangsung selama 10 hari (18-28 Januari 2017) termasuk perjalanan darat dari Kuwait ke Makkah dan Madinah. Dari ketujuh mahasiswa, 6 diantaranya adalah pelajar pada program Markaz Lughah (Studi Bahasa Arab selama 1 tahun) dan satunya adalah pelajar pada program S1 Kuliyyatul Adab (Fakultas Sastra Arab).

Jumlah mahasiswa Indonesia di Universitas Kuwait saat ini, terdapat 12 mahasiswa dan mahasiswi, 7 mahasiswa di dalam program Markaz Lughah, dan 5 mahasiswa di dalam program S1 dan S2. Setiap tahunnya, melalui Kementerian Agama RI, pendaftaran untuk melanjutkan studi ke Universitas Kuwait dibuka, baik program Markaz Lughah maupun program S1. Fasilitas yang didapatkan antara lain asrama, beasiswa sebesar 100 Dinar Kuwait per bulan, makan gratis di kafetaria kampus, serta uang untuk membeli buku sebesar 100 Dinar Kuwait per semester.

Para pelajar di Markaz Lughah Universitas Kuwait bukan hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga ada dari berbagai negara, antara lain Bosnia Herzegovina, Taiwan, Prancis, Korea Selatan, Kazakhstan, Ukraina, Jepang, Georgia, Australia, Hungaria, Turki, Gambia dan Afganistan.

Pengaktifan kembali PPI Kuwait

Menurut data dari BKPPI Timur Tengah dan Sekitarnya, PPI Kuwait sendiri merupakan salah satu anggota BKPPI itu sendiri. Setelah kami tanyakan ke beberapa pelajar Indonesia di Kuwait, salah satu faktor tidak adanya PPI beberapa tahun belakangan ini adalah sedikitnya jumlah pelajar Indonesia di Kuwait (12 orang). Sedikitnya jumlah pelajar sebenarnya tidak menjadi alasan, seperti PPI Estonia hanya ada 3 mahasiswa dan PPI Uni Emirat Arab hanya ada 3 mahasiswa (sisanya pelajar SMP dan SMA).

Pada Hari Batik Nasional tahun 2015, pelajar Indonesia di Kuwait ikut serta dalam video ucapan Selamat Hari Batik Nasional PPI Dunia di salah satu Stasiun TV Swasta Nasional. Kami berharap kedepannya, PPI Kuwait bisa hadir kembali, dengan harapan dapat mempromosikan studi di Kuwait, serta memberikan informasi beasiswa dan kegiatan mahasiswa Indonesia di Kuwait. Kami juga berharap semoga semakin banyak pelajar Indonesia yang berkesempatan melanjutkan studi ke Kuwait.

Kunjungan ke Kuwait

Pelajar juga aktif di acara KBRI

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-71, KBRI Kuwait City mengadakan acara resepsi diplomatik pada hari Rabu, 26 Oktober 2016 di Jumeriah Hotel, yang dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Kuwait, YM Tatang Budi Utama Razak beserta tamu undangan dari kalangan dosen, pengusaha, tokoh masyarakat Kuwait, diplomat dari sejumlah kedutaan negara-negara sahabat di Kuwait, serta masyarakat Indonesia di Kuwait yang termasuk didalamnya para mahasiswa.

5 mahasiswa Indonesia hadir di acara ini dan berkesempatan menjadi bagian penerimaan tamu. “Acaranya cukup meriah, tamu undangan yang datang juga banyak” ujar Muhammad Abdul Aziz, salah satu mahasiswa Indonesia yang hadir pada acara ini. Kuliner Indonesia juga disajikan kepada para tamu undangan “ada nasi goreng, bakwan, dan lain-lain” tambah Abdul Aziz. (Red:-/Ed: Amir)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

mamirsyarifuddin

I am M Amir Syarifuddin (M Syarifuddin), hailing from Indonesia. I am a social innovator and a future finance analyst. My passion lies in finding ways to help others achieve their goals and innovate in their fields of expertise. Currently, I am living in Kuala Lumpur, Malaysia and studying in International Islamic University Malaysia majoring International Economics. Over the last few years, I have seen the amazing things a diverse and motivated group of students can accomplish when they put their minds to a task. I love to play Badminton, Bowling, Baseball, Watching Movies, and hanging out with friends. I am a brownies lover and an ice cream freak. My best food of all time is “Mie Ayam Bakso” ever since I was in the middle school. My main aim in life is to extend my vision of the world, discover a new culture, learn to live with differences and dealing with new people.

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: