Simposium PPI Amerika-Eropa 2017 (Hari 2) – Hari Kebangkitan Nasional oleh PPI AMEROP

Washington, D.C. – Sabtu, 20 Mei 2017. Hari kedua Simposium PPI Amerika-Eropa diawali dengan upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan diakhiri dengan diskusi panel tentang “Ekonomi Digital” dari 3 narasumber berbeda.

Hari kedua Simposium PPI Amerika-Eropa 2017 jatuh bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, yaitu 20 Mei 2017. Acara dimulai dengan upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan dilanjutkan dengan pembukaan oleh Koordinator PPI Amerika-Eropa, Kreeshna Siagian, dan Sekretaris Jenderal PERMIAS Nasional, Nadi Guna Khairi. Selanjutnya, PPI Amerika-Eropa mempresentasikan program kerja mereka yang bernama “Kamar Pelajar”. Kamar Pelajar adalah sebuah wadah dimana pelajar Indonesia se Amerika dan Eropa bisa menyewakan kamarnya kepada pelajar Indonesia lainnya. Tika Diagnestya selaku PJ Kamar Pelajar menuturkan bahwa Kamar Pelajar ini tidak bertujuan untuk menyaingi wadah-wadah penyewaan akomodasi lainnya. Melainkan, diharapkan dengan menggunakan Kamar Pelajar, para pengguna bisa berkenalan dengan teman baru dan akhirnya menambah koneksi. Saat ini, Kamar Pelajar sudah berjalan dan bisa diakses di kamarpelajar.com. Pelajar Indonesia se-Amerika dan Eropa bisa segera mendaftarkan kamar mereka atau mencari penginapan terjangkau melalui website tersebut.

Presentasi Kamar Pelajar (Kiri-kanan: Andika Febrio Dwipayana – Tika Diagnestya – Marco Nainggolan)

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan diskusi panel oleh 3 pembicara berbeda. Pembicara pertama adalah Shahed Amanullah, co-founder Affinis Labs, salah satu start-up di negara bagian Virginia Utara. Beliau memberikan presentasi tentang “Kedewasaan sebuah bangsa di Era Digital Ekonomi”. Pembicara yang merupakan penasehat senior teknologi dalam administrasi Obama lalu ini mengatakan bahwa di era teknologi saat ini, satu hal kecil dapat membawa dampak yang sangat besar. Bahkan, hanya 1 tweet di Twitter bisa merubah banyak hal. Misalnya, saat seseorang memberikan tanggapan yang kontroversial mengenai suatu hal, dunia akan langsung menyorot topik tersebut. Hal ini mebuktikan bahwa Internet dapat menggerakan trend dunia dengan cepat. Para pemula bisnis bisa menggunakan kesempatan ini untuk menganalisa apa saja yang dibutuhkan oleh pasar dan membuat produk untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Shahed Amanullah

Diskusi panel selanjutnya yang bertemakan “Meningkatkan kualitas dan kuantitas suber daya manusia dalam industri ekonomi digital” dibawakan oleh Zaky Prabowo, co-founder dari WeTravel dan indorelawan.org, dan Ari Sufiati, pekerja profesional di Sillicon Valley, Cupertino, California. Zaky mengatakan bahwa evolusi teknologi dari tahun 1900 sampai 1990, sekarang sama dengan evolusi teknologi dalam 1 jam. Ini menunjukkan betapa cepatnya pergerakan informasi di era teknologi sekarang ini. Zaky memberikan beberapa tips untuk memulai sebuah perusahaan:

  1. Find something that you’re passionate about. Akan sangat mudah untuk memulai bisnis di bidang yang kita kuasai.
  2. Create a mock-up/sketch. Gambarkan atau buat draf dari model bisnis yang kamu ingin buat.
  3. Test and iterate. Tanyakan pendapat orang lain tentang model bisnis ada lalu perbaiki sesuai dengan masukan.

Ari menambahkan bahwa untuk memulai sebuah bisnis diperlukan kesempatan, networking, dan actions. Ari mengatakan bahaw kita perlu mengambil berbagai macam kesempatan yang datang dan berkenalan dengan banyak orang. Dan yang paling penting adalah untuk melakukan sebuah aksi nyata, bukan hanya bermimpi tanpa melakukan apapun.

Zaky Prabowo

 

Ari Sufiati

Kegiatan simposium pada hari kedua ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada narasumber dan makan malam bersama di KBRI.

(Nadhira Zhafirany)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: