Menteri Pendidikan & Kebudayaan Hadiri Simposium Internasional PPI Dunia 2015

Singapura, 8 Agustus 2015 Suasana Simposium Internasional PPI Dunia 2015 terasa begitu khidmat ketika upacara pembukaan diiringi lagu Indonesia Raya. Acara berlangsung pukul 10.00 waktu Singapura yang dihadiri sekitar 300 mahasiswa dan pelajar delegasi dari 37 PPI Negara. Demikian disampaikan Vincentia Maudy Ketua panitia Simposium Internasional PPI Dunia 2015 di Singapura.

Photo sesion bersama narasumber dan peserta delegasi Simposium Internasional PPI Dunia 2015 di SIngapura
Photo sesion bersama narasumber dan peserta delegasi Simposium Internasional PPI Dunia 2015 di SIngapura

Tema Simposium PPI Dunia 2015 mengangkat tema “Mempersiapkan Indonesia Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”.  Panitia mengundang Dr. Anies Baswedan dalam diskusi yang berlangsung di ruang Ripta Loka Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.

“ Sebuah penghargaan bagi kami panitia kepada bapak Anies yang berkenan memenuhi undangan kami pada hari ini, berharap diskusi bersama delegasi dan sejumlah elemen mahasiswa lainnya di Indonesia dapat memberikan manfaat positif bagi kita semua,” jelas Maudy.

Sementara itu,  usai melakukan dialog bersama Anies berpesan kepada seluruh pelajar Indonesia di Luar Negara untuk memanfaatkan kesempatan belajar di luar negara sebaik-baiknya.

Beberapa peserta delegasi Simposium Internasional PPI DUnia 2015 di Singapura berfoto bersama dengan Dr. Anies Baswedan
Beberapa peserta delegasi Simposium Internasional PPI DUnia 2015 di Singapura berfoto bersama dengan Dr. Anies Baswedan

“Jika memang memiliki kesempatan berkarir setelah selesai kuliah di negara tempat belajar disarankan untuk menerima tawaran tersebut guna menambah ilmu yang nantinya bisa dibawa saat pulang ketanah air,” ungkapnya.

Dalam diskusi ke dua symposium PPI Dunia diisi oleh Prof. Dr. Boediyono, Key note speaker di pagi itu menyampaikan pandangan beliau tentang bagaimana menyiasati Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015,

“ Jangan ada diantara kelompok elit itu menjadi dominan…”. Masyarakat Indonesia harus mempersiapkan peran di dalamnya. Selanjutnya, arus MEA 2015 nantinya dapat menjadi kesempatan atau tantangan bagi negara Indonesia.

Paska break makan siang delegasi kembali melanjutkan diskusi dengan  mengikuti dialog bersama dengan Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan. Sejumlah pertanyaan yang ditanyakan delegasi kepada menteri perhubungan terkait masalah tarnsportasi dan juga sejumlah persoalan lain terkait perhubungan di Indonesia (AP).

 

Suasana Simposium Internasional PPI Dunia 2015 di Singapura dalam ruang Ripta Loka KBRI Singapura
Suasana Simposium Internasional PPI Dunia 2015 di Singapura dalam ruang Ripta Loka KBRI Singapura

 

 

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: