Tahun Baru dan Hari Perdamaian Dunia: Moral dan Agama Membangun Perdamaian

Pada hari Senin (2/1/17), PPI Dunia menghadirkan dua mahasiswa Indonesia masing-masing dalam diskusi dua siaran RRI Voice of Indonesia mengenai Tahun Baru dan Hari Perdamaian Dunia. Dua mahasiswa tersebut adalah Muhamad Jaki Nurhasya (Science and Security, War Studies di King’s College London) dalam program Youth Forum dan Muhammad Ahsin Mahrus (Pasca Sarjana Filsafat Hukum Islam di Syekh Ahmed Kaftaru University) dalam program KAMU (KAmi yang Muda).

“Peringatan Tahun Baru 2017 di UK, tepatnya di London, dihiasi dengan kembang api dan masyarakat yang meriah,” ujar Jaki dalam siaran Youth Forum. “Resolusi saya tahun ke depan adalah lebih baik dalam pendidikan, pekerjaan, kesehatan. Saya juga berharap perubahan dunia ke arah yang lebih baik dan masyarakat dunia lebih dapat menghargai satu sama lainnya,” lanjut Jaki yang juga merupakan staf di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

“Saya sangat setuju dengan kata Burke bahwa satu-satunya hal yang diperlukan untuk menang dari kejahatan adalah manusia yang berperilaku baik. Sekarang, Indonesia sudah menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dalam pertahanan keamanan dan perdamaian dengan banyaknya pasukan maupun aktivitis yang tersebar di seluruh pelosok dunia dalam hal menjaga perdamaian dunia. Sebagai pemuda, berperilaku yang baik, adalah suatu modal yang sangat besar dalam kontribusi menjadikan Indonesia lebih kuat lagi dalam hal perdamaian,” terang mahasiswa yang juga tergabung dalam PPI UK.

“Di Suriah, dengan segala keterbatasan yang ada, masih dilakukan acara-acara khusus untuk memperingati tahun-tahun sebelumnya. Mahasiswa Indonesia kebanyakan merayakan malam pergantian tahun baru di KBRI Damaskus. Yang menarik adalah di sudut kota, masyarakat berkumpul untuk diskusi dan berharap agar kondisi Suriah kembali lebih baik di Tahun Baru 2017 ini,” jelas Ahsin yang juga merupakan konselor dan ketua biro media di PPI Suriah.

“Salah satu masalah yang dihadapi Suriah adalah jatuhnya kota Aleppo yang merupakan penyumbang perekonomian terbesar bagi Suriah. Kondisi keamanan di Suriah menjadi tidak menentu saat konflik walaupun sekarang pemerintah sudah mulai membenahi hal ini satu persatu. Berkaca dan belajar banyak dari hal ini, saya berharap agar hal ini tidak terjadi lagi di negara manapun terutama Indonesia yang merupakan rumah kita,” ungkap Ahsin dalam siaran Kami Yang Muda.

Baik Jaki dan Ahsin menyatakan bahwa dua dasar utama dalam menyongsong perdamaian dunia adalah moral dan agama. Titik tolak dari membangun perdamaian adalah saling menghargai dan tetap harmonis dalam segala perbedaan yang ada. Mereka berharap masyarakat Indonesia dapat mempraktikkan hal ini dan menjadi contoh di mata dunia. Di sini, penting sekali peran pemuda dengan energi yang penuh, dalam mewujudkan revolusi ke arah yang lebih baik.

(CA/F )

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: