Temu Masyarakat Indonesia dengan Presiden Jokowi di Manila

Foto bersama WNI di Manila, Filipina
Foto bersama WNI di Manila, Filipina

Manila- Pada hari senin, 9 Februari 2015. Masyarakat Indonesia di Filipina mendapat kunjungan istimewa dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam kunjungan kerjanya di Manila Presiden didampingi Istri dan anak-anaknya juga sejumlah menteri Negara melakukan tatap muka dengan masyarakat Indonesia.         

Pertemuan yang awalnya telah direncanakan dari jauh hari di Hotel Diamond, Manila terpaksa dialihkan ke kantor KBRI Manila dengan alasan Presiden sangat ingin bertatap muka dengan masyarakat Indonesia yang ada di Manila. Pertemuanpun dilaksanakan dengan standing meeting bersama masyarakat.

Dalam sharing dengan masyarakat Indonesia, Presiden menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia harus maju, paling tidak 7% dibarengi dengan pembangunan infrastruktur di segala bidang.

“Di kala negara lain sedang push perkembangan perekonomiannya, Indonesiapun harus kejar target. Perwakilan dari Asian Development Bank secara pribadi telah menyampaikan kepada saya untuk mendukung rencana ini, ditergetkan tahun ini pertumbuhan ekonomi Negara kita akan meningkat,” jelas Presiden dengan disambut riuh tepuk tangan masyarakat Indonesia.

 

(1)
Foto bersama di KBRI Manila, Filipina
(2)
Bapak Presiden Joko Widodo sedang menyampaikan kata sambutan.

 

Sementara itu, Perhimpunan Pelajar Indonesia di Filipina (PPI Filipina) yang juga hadir dalam kesempatan tatap muka tersebut menyampaikan support statement atas kepemimpinan presiden untuk Indonesia yang lebih baik.

“Apa yang bisa kami bantu untuk Indonesia Bapak? Kami siap!” tutur Muhammad Ahsin, perwakilan dari PPI Filipina.

Sejumlah topik menjadi pembahasan dalam pertemuan singkat PPI Manila bersama Presiden, di antaranya mengenai isu kewarganaegaraan ganda yang sangat banyak di Filipina, beasiswa Dikti Affirmasi Filipina, dan kasus dalam negeri POLRI vs KPK.

“Tentang kewarganegaraan ganda, kami sedang mengadakan kajian akademik tentang hal tersebut, mengingat banyaknya WNI yang sudah lama berada di Filipina menikah dengan foreigner,” jelas MENLU  Retno Lestari Priansari Marsudi menjawab pertanyaan PPI Filipina.

Menjawab persoalan beasiswa Dikti, Presiden akan mendukung segala bentuk program positif yang mendukung kemajuan Indonesia, termasuk meneruskan program beasiswa Dikti Affirmasi Filipina untuk para dosen khususnya dari institusi swasta sebagai bentuk peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik. “Kalau itu ada manfaatnya, ya lanjutkan..” tegas Presiden menjawab pertanyaan PPI.

Untuk kasus POLRI dan KPK, Presiden menyampaikan adanya tumpang tindih antara politik dan hukum. Pihaknya tidak bisa gegabah untuk menyelesaikan persoalan ini. Presiden memerlukan banyak pertimbangan.(AP)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: